
BAB 88
"Iya mas aku akan melupakan jelita hiduplah bersamanya.
" Tidak bara, abang rasa waktu abang sudah tiba berjanjilah menjaga mereka cintai dia dan anakku, abang mohon. Ucap bram dengan menggenggam keras tangan bara dan jelita.
"Iya bang saya berjanji akan menjaga mereka berdua, ucap bara sambil mengusap air matanya.
Setelah itu bram menatap jelita lalu berkata.
" Kembalilah ke rumah utama itu milikmu bersama anakku.
"Rey semua aset ku tolong alihkan ke anakku jika dia sudah lahir dan kamu harus tetap membantu mereka.
__ADS_1
Setelah berkata demikian bram terasa amat kesakitan terlihat dari wajahnya dan tatapan matanya semakin sayu.
Demikian dengan tenaganya perlahan lahan genggaman tangan yang semula kuat kini kian melemah matanya pun ikut tertutup secara perlahan.
Jelita yang melihat itu semakin bertambah keras menangis sambil memeluk dan menciumi wajah bram berkali kali.
" Hiks.... Hiks.... Hiks.... Mas bram..... Mas bangun jangan tinggalkan je... Mas... Mas sudah berjanji tidak akan pernah membiarkan anak kita lahir di luar nikah mas... Mas.... Mas... Bangun mas... Teriak jelita semakin kuat....
Apalagi setelah Arya dan rey memeriksa bram dan menyatakan jika bram sudah pergi .
Mendengar penuturan Arya semua yang ada di situ serentak menangis dan menyebut nama bram sedangkan jelita semakin mendekap wajah bram ke dadanya sambil mendongak dan berteriak sekuat tenaganya melepas rasa sesak yang seakan menyumbat pernafasan nya.
" Massss....... Braaaaam...... Setelah itu jelita tampak terkulai lemas rey yang melihat itu langsung menangkap tubuh jelita yang hampir terjatuh sedangkan bara menangkap tubuh bram yang semula berada di pangkuan jelita.
__ADS_1
Semua yang di sana merasa terpukul dengan kepergian bram termasuk ibu siti dan yang paling menyesali semua ini adalah tuan bastian.
Dokter Arya menepuk pundak rey yang sedang memangku tubuh jelita yang sudah tidak sadarkan diri .
Rey lalu mendongak dan menatap sahabatnya.
"Sebaiknya kita bawa masuk ke rumah sakit jasad almarhum.
" Baiklah.... Arya.
Kemudian rey mengusap punggung bara lalu memberi kode bara pun menarik napas dan mulai bergerak mengangkat tubuh abangnya di bantu oleh Arya sedangkan rey menggendong tubuh jelita yang sudah di anggap adiknya sendiri.
Yang lain pun ikut berjalan termasuk tuan bastian dia di dorong oleh ibu siti sendiri yang tadinya dia di dorong oleh Arya yang datang sedikit terlambat karena mengurus tante mira terlebih dahulu yang sedang jatuh pingsan.
__ADS_1
***takdir memang tiada siapa yang tahu kecuali allah, sejauh mana melangkah jika memang sudah mengarah ke suratan nya mana semuanya tidak akan pernah bisa berlari, maka dari itu sebaik baik kita adalah kita yang berserah kepadanya jika kita sedang berada di bawah jangan berkecil hati jika kita sedang berada di atas maka jauhilah sifat sombong bahkan jika bisa merendahkan serendah mungkin hingga tidak ada satu pun mahluk yang bisa merendahkanmu, percayalah bahwa di dalam hidup manusia sungguh tiada yang tidak mungkin di dalam hidup kita apalagi yang namanya rejeki jodoh semua sudah ada garis dan haknya masing masing hanya saja terkadang hanya butuh waktu jangan berputus asa atau bahkan merasa kecil dan rendah di depan orang orang yang kita anggap sangat hebat percayalah kita sudah di ciptakan dari kekurangan dan kelebihan dalam diri kita***mohon mampir dong.