
BAB 71
Sementara di rumah yang di tempati jelita, tampak jelita dan tante mira sedang duduk di taman yang terdapat di halaman belakang.
Tampak keduanya sedang bercengkrama dengan sesekali ibu mira mengusap usap rambut hitam jelita dengan penuh kasih sayang, sedangkan jelita dengan manja menyandarkan kepalanya di dada tante mira sambil memainkan tangannya sendiri.
Sungguh pemandangan yang sangat indah di pandang mata karena jarang sekali seorang keponakan begitu dekat dengan sang tante, tetapi jelita begitu dekat dan bahkan tak ada jarak di antara mereka.
Ketika sedang asyik berbincang tiba tiba suara HP jelita terdengar berdering dengan nada yang nyaring.
"Tuh... HP kamu sudah berdering pasti itu bram. Ucap tante mira.
Setelah jelita meraih hpnya lalu melihat layar hijau ternyata benar nama bram sudah tertera di aplikasi hijau tersebut.
" Panjang umur dia tante pada hal baru saja kita menyebut namanya. Ucap jelita.
"Amin... Lalu kenapa tidak di angkat sayang.. Ucap tante mira.
" Biar aja tante... Aku lagi sebel sama dia, ucap jelita kembali dengan wajah yang sengaja di buat cemberut.
"Nggak boleh begitu je...baiknya kau angkat dengarkan penjelasannya karena sudah pasti dia itu tidak datang karena ada alasan yang mungkin mendadak... Ucap tante mira dengan panjang lebar.
" Tapi setidaknya dia menelpon memberi kabar tante... Ucap jelita manja.
"Sudah angkat telepon dari bram, biar tante masuk dulu.
__ADS_1
" Nggak usah tante, biar aja duduk di sini temani jelita bentar lagi...
"Iya... Iyalah tapi angkat tuh panggilan dari bram.
" Oke ...
Setelah itu jelita akhirnya mengalah dan mengikuti perintah tante mira meski dengan wajah yang cemberut.
"Halo, salamu alaikum...ucap bram dari sana..
" Halo juga mas bram... Kenapa...?
"Dek kenapa bibirnya manyun... ?
" Kamu nanye... Mau aku kasi tau ya...?
" Ha... Bener mas... Jadi mas sekarang di rumah sakit mana biar aku nyusul mas...ucap jelita setengah berteriak .
"Nggak usah ke sini, kami sudah banyak di sini kamu istirahat saja di rumah jaga kesehatanmu makan yang banyak dan kasi tahu bibi jika kamu ke pengen apa apa ya, oya kalian di taman ya....?
" Iya nih mas lagi sama tante mira karena bosan nunggu mas nggak datang datang akhirnya aku ke kamar tante lalu aku ajak tante mira ke belakang sini.
"Maaf ya sayang... Mas sudah membuat kamu menunggu.... Dan mas juga minta maaf karena lupa menelpon kamu dek sayang...
" Iya deh mas... Tapi ada bayarannya.
__ADS_1
"apa itu sayang...?
" Aku mau cium bau ketek mas nanti malam ya.. Jadi kalau mas pulang harus mampir di sini..
"Hadeh... Baiklah sayang nanti aku mampir ke situ aku juga udah kangen nih sama kamu.
" Iya.. Aku tunggu ya mas.
"Oke sayang, oya tante mira di mana sudah..?
" Itu di sana di sudut kolam ikan.
"Lha dia jalan siapa nanti jatuh dek...
" Nggak kok mas dia sudah hapal lokasi halaman belakang yang penting tante pakai tongkat.
"Kasihan tante mira sampai sekarang belum ada pendonor mata yang kita temukan.
" Sabar mas, semoga nanti kita bisa dapat .
"Amin... Tetapi aku tetap merasa bersalah dek sayang.
" Kan tante mira tidak pernah menyalahkan mas, jadi itu jangan terlalu di pikirkan.
"Baiklah dek sayang ,sudah dulu ya.. Nanti mas mampir ke situ, minta di belikan apa?
__ADS_1
" Nggak ada ah... Yang aku mau cuma aroma ketek mas aja.
"Ya sudah, nanti aku nggak usah mandi biar bau ketek nya full buat adek sayang.