
BAB 73
" apa lagi yang kamu nggak suka nak, tanya tante mira
"Bawang goreng sama wortel.. Balas bram.
" Ya, kok sama semua sama aku dan jelita, sama sama nggak suka begituan, timpal tante mira.
"Masa sih tante, kok bisa kebetulan gini ya...
" Mungkin Tuhan sudah mengatur segalanya nak, biar kita cocok menjadi satu keluarga.
"Iya ya tante, tapi baguslah. Ucap bram sambil terus memandangi wajah tante mira yang selalu membuat hatinya adem.
" Ya udah nak , naik sana jelita dari tadi menunggu kamu.
"Baiklah tante, bram naik dulu takut tuan putri di atas ngambek jadi panjang masalahnya.
__ADS_1
" Ha... ha... ha... Benar sekali kamu bilang, kalau bibir sudah manyun maka duniamu akan mengalami kesusahan yang luar biasa ,karena jika perempuan sudah meraih jurus itu maka dunia perdapuran akan kacau.
"Benar sekali tante, kalau begitu aku naik dulu menemui sang ratu.. Ha... ha... ha.. Tawa bram ikut pecah dengan suara yang khas lelaki jentel.
" Pergilah nak.
Setelah itu bram pun sedikit berlari menuju tangga yang menghubungkan antara lantai bawah dan atas.
Tidak butuh waktu lama bram sudah berdiri di depan pintu kamar jelita.
Baru saja bram ingin mengangkat sebelah tangannya berniat mengetuk pintu tiba tiba jelita membuka pintu dari dalam, dirinya tampak segar dengan rambutnya yang masih basah.
"Mas... Udah datang... Hai..kok bengong sih . Ucap jelita sambil mengibas ngibaskan telapak tangannya di depan wajah bram.
" Eh... Maaf maaf adek bilang apa tadi...?
"Nggak ah... Udah lewat.
__ADS_1
" Ayolah sayang... Jangan gitu, mas itu terpana melihat wajahmu kok makin hamil makin cantik sih, ucap bram sambil memeluk pinggang jelita.
"Nggak usah gombal ya... Ucap jelita lagi.
" Beneran lho dek kamu itu makin cantik apa lagi kalau perut kamu sedikit buncit pasti semakin seksi.
"Ala... Perut buncit kok seksi...
" Beneran lho dek sayang, kok nggak percaya sama mas sih.
"Ya nggak percayalah mas, ngo gombal itu yang wajar.
" Aduh sayang kok marah sih... Mas kan serius kamu itu model gimana pun tetap cantik dan selalu menjadi kesayangan mas.
"Bener nih mas biar berat badanku lebih dari seratus kilo...?
" Jangankan seratus sayang, berat badan kamu tidak terbatas , aku akan selalu di sisi kamu.
__ADS_1
**** ada saat kita tak mampu memandang rasa yang terlalu berat di dalam jiwa, terus mengusik kalbu yang sedang sunyi meronta untuk berkata, sedangkan bibir terus ingin berkata mengeluarkan unek unek yang menyesakkan dada , dan di situlah jiwa dan raga terus bertaruh untuk tetap diam atau berucap mencari kebenaran yang sudah lama tertimbung dengan dusta dan kebohongan, terus tertutupi dengan kesombongan dan dusta yang terus meraja di atas kisi kisi hidup seorang yang selalu menjadi korban akan tetapi, seorang yang tangguh tidak akan patuh pada semua itu, karena semuanya harus di lawan dengan segala kebenaran yang kita yakini, terus berjuang tanpa mengenal lelah , biarkan burung berkicau ke sana kemari namun kau tetap menunduk mencari sebuah biji biji hidup yang akan membuat kita hidup dengan segala kesuksesan yang hakiki, silahkan kau berkicau senyaring mungkin karena itu tidak akan berpengaruh di ke hidupan ku.