TAKDIR CINTA JELITA

TAKDIR CINTA JELITA
terpaksa berdusta


__ADS_3

BAB100


"Maaf siti jika aku keterlaluan kepadanya tetapi apa yang di rasakan saat ini belum sampai satu persen dari rasa sakit yang aku rasakan.


" Aku tau itu mira, maafkan aku.


"Tidak siti aku yang seharusnya meminta maaf ke padamu.


" Sudahlah kita tinggalkan masa lalu kita bicara soal kesehatanmu kamu itu belum terlalu pulih, kamu masih butuh istirahat banyak.


"Ah... Kamu ini, kan bukan badanku yang di operasi tetapi mataku dan sekarang sudah tidak apa apa lagi jadi aku mau meminta sama dokter untuk di pulangkan saja, jujur aku rindu sama kedua anakku , aku akan menemui keduanya lalu meminta maaf dan sungguh aku sangat ingin memeluk putraku yang begitu tampan ..... Jujur waktu itu aku sungguh ingin memeluknya tetapi aku takut sehingga aku pilih lari dari sana dan menangis di bawah pohon dekat taman.


Mendengar cerita tante mira semuanya menjadi sedih, ibu siti dan tuan bastian hanya tertunduk dan tak mampu berucap begitu juga Rey dan dokter Arya.


Melihat keadaan yang begitu menegangkan dokter yang menangani tante mira berusaha berbicara untuk memecahkan kesunyian di ruangan itu.


"Tetapi maaf ibu mira, ibu mira belum bisa pulang ke rumah hari ini mungkin ibu mira masih membutuhkan perawatan sekitar tiga hari lagi.


" Tapi dokter..... Ucapan tante mira menggantung karena dokter Arya dengan cepat menjelaskan kepada tante mira.

__ADS_1


"Betul kata dokter ibu mira mata ibu mira masih butuh perawatan .


" Uuuuchhh.... Rey bisakah kau bujuk bram untuk menemuiku.... Tanya tante mira dengan membuang nafas dengan kasar.


"Tuan bram saat ini sedang berada di luar negeri ibu mira dan entah kapan akan kembali.


Mendengar jawaban dari Rey tante mira menjadi lesu.....


"Bram ku pasti sengaja menghindari aku..... Dia pasti kecewa terhadap aku..... Dia pasti tidak ingin memiliki ibu seperti aku.... Tuhan mengapa kau tak mengambil saja nyawaku biar segala sesak di dada menghilang bersama ragaku yang hina ini... Ucap tante mira dengan kembali menangis.


Sejenak dirinya menangis lalu kembali mengusap air matanya kemudian mendongak kembali kepada rey.


"Maaf tante mira jelita sedang tidak enak badan sejak kejadian kemaren.


" Pasti dia terlalu banyak pikiran..... Katakan padanya rey jangan terlalu memikirkan sesuatu dulu biar nanti kita cari jalan keluarnya dan jangan biarkan dia mengugurkan kandungannya karena itu adalah dosa besar...... Ucapnya panjang lebar.


"Iya bu mira biar nanti aku akan sampaikan, tetapi ibu mira harus kembali istirahat dulu ya biar kami semua pamit pulang dulu.


" Iya rey, kalau jelita sudah agak mendingan besok bisa kan kau temani dirinya ke sini.

__ADS_1


"Insya allah bu mira, ucap rey singkat.


Setelah rey pamit semuanya pun pamit pulang termasuk ibu siti dan tuan bastian.


" Mira kami pulang dulu ya, istirahat yang banyak biar kamu cepat pulih... Ucap ibu siti.


"Terima kasih siti atas segalanya, ucap tante mira.


Kini tiba waktunya tuan bastian maju ke depan mendekati tante mira dengan mendorong sendiri kursi rodanya.


" Mira...... Ucap tuan bastian setelah sampai di dekat tante mira.


Tetapi tante mira hanya diam dengan tatapan yang sangat tajam.


Tatapan tante mira tiba tiba mengingatkan tuan bastian dengan tatapan bram yang begitu tajam jika sedang marah sehingga membuat tuan bastian terhenyak untuk sejenak.


Tetapi kemudian dirinya tersadar jika belum waktunya tante mira tau akan keadaan yang sebenarnya sehingga dengan sekuat tenaga dirinya mencoba untuk tegar.


"Tidak bastian kamu pasti kuat jangan sampai mira tau saat ini jika bram sudah pergi untuk selamanya, bisik tuan bastian si dalam hati meski matanya sudah berkaca kaca karena perasaannya sudah campur aduk antara penyesalan dan kehilangan.

__ADS_1


__ADS_2