
"Hei." Suara nyaring Jessy terdengar jelas kepada wanita yang masih dipenuhi amarah itu. "Kau kasar sekali. Minta maaf kepadanya. Cepat." Perintah Jessy.
"Siapa kau berani memberiku perintah ? Ini adalah akibatnya jika tidak menuruti omonganku. Ini, karena kau sudah membelinya, aku akan membayar berlipat kali ganda." Wanita itu melempar uang diwajah Jessy.
Mendengar keributan di dalam, Paman James pun segera masuk ke dalam untuk mengecek apa yang sedang terjadi. Dan ketika ia masuk, ia melihat bahwa Jessy direndahkan oleh seorang wanita, dan ia juga melihat Nico sudah menangis dalam pelukan Jessy.
Paman James terlihat marah majikannya diperlakukan kasar oleh orang lain. Ia pun segera mendekati mereka untuk menjauhkan Jessy dan juga Nico dari wanita yang tengah marah-marah itu.
"Nona, tidak apa-apa ?." Tanyanya begitu sampai dan langsung menghalangi wanita tersebut.
"Tidak apa, Paman. Tolong gendong Nico sebentar dan bawa ia menjauh dari sini." Ucap Jessy menyerahkan Nico dalam dekapan supirnya itu.
"Tapi Nona ..."
"Pergi saja, Paman. Aku bisa mengatasi ini."
"Siapa lagi ini yang menghalangiku ? Minggir kau pak tua, apa matamu buta tidak melihatku disini !." Teriak wanita itu.
Paman James membalikkan badannya dan raut wajahnya terlihat murka. "Kalau bukan, Nona Jessy menyuruhku pergi, aku akan menghabisimu, Nona." Pungkasnya dengan nada geram lalu pergi meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Wanita itu terlihat gugup karena ucapan Paman James tadi kepadanya. Tapi setelah Paman James pergi, wanita yang diketahui namanya Corry Sebastian itu kembali mencerca Jessy dan karyawan wanita tadi.
Bahkan karena suaranya yang nyaring, tempat itu jadi ramai dan beberapa karyawan toko tersebut pun menghampiri mereka untuk menghentikan apa yang terjadi.
Jessy sudah menahan emosinya dan berbicara baik-baik kepada Corry, namun Corry tidak mengindahkannya. Ia terus saja meremehkan Jessy. Bahkan Corry sempat mengatakan bahwa Nico sangat tidak pantas memakai mainan mobil besar itu.
Jessy menjadi geram mendengarnya, apa salah anaknya sehingga wanita dihadapannya itu mengatakan bahwa anaknya tidak pantas dengan mobil mainan itu.
Karena sudah kelewatan berbicara, akhirnya Jessy melayangkan tangannya untuk menampar Corry. Tamparan keras yang diberikan Jessy membuat Corry terdiam lalu kemudian wajahnya terlihat murka kepada Jessy.
"Kau." Ucapnya sambil memegang pipinya yang sehabis ditampar Jessy.
"Aku akan melaporkanmu atas perbuatanmu ini. Aku akan membalasmu."Ancam Corry kepada Jessy.
"Silahkan kalau kau ingin melaporkanku. Kita lihat apa yang akan terjadi nanti." Sahut Jessy tanpa rasa takut.
Karena situasi ditempat itu dapat perhatian banyak pengunjung. Pihak toko mainan itu pun memanggil manajer mall dan keamanan untuk.
Manajer Mall serta para keamanan pun datang ke tempat itu. Dan orang-orang yang melihat keributan itu pun disuruh pergi meninggalkan toko mainan tersebut.
__ADS_1
Manajer Mall terlihat kaget saat tahu siapa yang menjadi pusat keributan tadi. Ia mengetahui Jessy adalah istri dari pemilik Mall terbesar ini, yaitu Steve Anderson.
"Nona Anderson."Sapa nya sopan dan menundukkan kepalanya menghormati Jessy. "Maaf, Nona. Apa yang sedang terjadi disini ?." Lanjutnya menanyakan.
"Dia sudah memperlakukan ku dengan kasar, bahkan menampar ku. Ini buktinya." Corry buru-buru menjawab dan menunjukan bekas tamparan di pipinya.
Padahal, Manajer Mall tidak bertanya kepada Corry. Tapi Corry menjawab seolah-olah dia yang disakiti.
"Silahkan ikut dengan saya, kita akan melanjutkannya diruangan saya." Ajak Manajer Mall lalu mempersilahkan Jessy jalan terlebih dulu.
Paman James ingin ikut tapi dilarang oleh Jessy dan menyuruhnya untuk membayar semua mainan yang Nico pilih termasuk mobil besar itu. Sedangkan Nico sudah tertidur di dalam kereta troller nya.
***
Dalam ruangan itu ada Jessy, Corry, karyawan toko mainan, manajer Mall dan juga tiga orang lainnya sebagai saksi dalam keributan yang terjadi beberapa saat yang lalu.
Corry Sebastian adalah seorang aktris terkenal di Sidney, agensi nya berada dibawah naungan Perusahaan Coltarus. Sejak awal tahun ini, Coltarus mengembangkan bidangnya agar mencakup semuanya. Coltarus memang perusahaan terbesar yang menangani banyak bidang termasuk agensi dunia perfilman.
Corry tidak mengetahui jika wanita yang ia benci saat ini adalah istri dari pemilik agensinya sekarang. Jessy pun hanya diam mendengarkan celotehan Corry yang terlalu berlebihan dan banyak menyudutkannya.
__ADS_1