
Sebulan ini hubungan Jessy dan Steve ada sedikit perubahan. Banyak sikap Steve yang melunak kepada Jessy, dengan perubahan itu cinta Jessy kepada Steve semakin tumbuh tapi tidak dengan Steve. Steve masih belum bisa melupakan Kimberly, dihatinya masih ada wanita itu. Dia memang berubah sikap kepada Jessy tapi tidak untuk hatinya. Sebulan ini juga Steve berusaha menghubungi Kimberly tapi nomor teleponnya selalu tidak aktif.
Steve menyuruh orang untuk mencari tahu keberadaan Kimberly tapi hasilnya nihil. Banyak yang mengatakan jika Kimberly sudah tidak ada di Paris lagi. Karena Steve yang masih belum membuka hatinya untuk Jessy, Jessy pun berusaha menghapus rasa cintanya kepada Steve. Tapi semakin dia ingin menghapus perasaannya semakin juga dia sulit untuk menghapus rasa cintanya kepada Steve.
***
Di perusahaan Coltarus ini, seorang dokter muda tampan yang bekerja sebagai dokter di perusahaan Coltarus. Dokter Leon Thompson bekerja baru setahun ini di perusahaan menggantikan ibunya yang pindah ke rumah sakit ternama di Sidney, Australia. Jika bukan hubungan pertemanan antara orangtuanya dengan Presdir Coltarus sebelumnya yaitu Brian Anderson papanya Steve, Dokter Leon tidak akan mau bekerja di perusahaan ini walaupun gajinya besar.
Ketika dimana Dokter Leon bertemu seorang wanita yang langsung memikat hatinya membuatnya semakin betah bekerja di perusahaan Coltarus. Wanita yang memikat hatinya datang untuk memeriksakan diri di klinik perusahaan, kali pertama bertemu membuat Dokter Leon terpesona.
" Panggil saja aku Leon, usia kita sepertinya tidak jauh berbeda ". ucap dokter Leon kepada wanita yang datang ke klinik nya bersama temannya itu.
__ADS_1
" Aku Jessy dan ini teman ku Lanny ". Balas Jessy yang berusaha tersenyum.
Pertemuan pertama dokter Leon dengan Jessy, wanita yang berhasil memikat hatinya.
Waktu selanjutnya dokter Leon yang juga mempunyai bisnis coffeshop yang berada di pinggir jalan tidak jauh dari rumah Steve dan Jessy. Entah ini keberuntungan untuk Leon atau apa, malam itu salah satu pelanggan yang datang ketempatnya adalah wanita yang sama lagi yang dia temui di klinik perusahaan.
" Jessy ". Serunya yang mengantar pesanan Jessy.
Sambil memegang nampan berisi secangkir cappucino dan biskuit, tampak diwajah tampannya tersebut Leon melebarkan senyumannya kepada Jessy yang juga menatapnya. Walaupun ada keheranan diwajah Jessy karena bertemu lagi disini dengan Dokter Leon.
" Ini coffeshop milik ku, sehabis pulang kerja aku membukanya malam hari disini " Jawab Leon yang duduk di depan Jessy.
__ADS_1
" Milikmu !". Ulangi Jessy yang kaget.
" Iya, sudah lama aku ingin punya bisnis usaha seperti ini dan baru 3 bulan ini terwujudkan ". Imbuhnya yang tersenyum melihat coffeshop miliknya.
Malam itu bagi Dokter Leon merupakan malam keberuntungan yang luarbiasa untuknya. Dia menghabiskan waktu untuk menemani Jessy mengobrol yang datang sendirian saja. Banyak cerita yang dokter Leon dan Jessy bagikan untuk didengar. Jessy yang senang mempunyai teman mengobrol tidak merasa sungkan melontarkan cerita hidupnya walaupun tidak semuanya kepada Leon. Begitu juga dengan Dokter Leon ceritanya yang menjadi dokter dan bisa bekerja di perusahaan Coltarus pun dibagikannya kepada Jessy.
Tidak ada habisnya cerita diantara mereka berdua, cerita lucu yang dokter Leon bagikan kepada Jessy tatkala membuat Jessy banyak tertawa. Dan Jessy juga sangat senang karena jarang sekali dia tertawa sampai seluasa ini. Malam semakin larut, karena asyik mengobrol Jessy dan Dokter Leon tidak ingat waktu lagi. Sampai akhirnya Jessy melihat arlojinya dan memutuskan untuk segera pulang.
Jessy yang diantar pulang oleh Dokter Leon sebenarnya menolak tapi dokter Leon tetap memaksa karena ini sudah larut malam takut terjadi sesuatu kepada Jessy.
***
__ADS_1
Dokter Leon yang selalu mencari Jessy selama 3 hari ini karena Jessy yang tidak masuk kerja. Leon mencoba bertanya kepada Lanny sahabat Jessy di perusahaan tapi jawabannya tetap sama Lanny tidak tahu kenapa Jessy tidak masuk kerja. Sampai akhirnya Dokter Leon sekilas melihat Jessy di sebuah rumah sakit ternama tempat ibu Leon bekerja. Dokter Leon yakin jika yang dilihatnya itu adalah Jessy tapi ketika mau menghampiri Jessy tiba-tiba Dokter Leon dipanggil oleh Ibunya sehingga tidak jadi bertemu dengan Jessy.
Sedang apa Jessy di rumah sakit ini, kenapa dia keluar dari ruangan dokter Johny ? Itu pertanyaan dokter Leon dalam pikirannya sambil melihat kebelakang lagi lalu mengikuti Ibunya masuk ke dalam ruangan.