Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Aku Bodoh


__ADS_3

Melihat keadaan Jessy yang seperti itu, Lanny mengeluarkan airmatanya. Dia sedih melihat sahabatnya seperti ini, sahabat sekaligus dia anggap sebagai saudaranya.


Sementara Lanny duduk menemani Jessy yang terbaring diatas tempat tidur, pintu ruang tempat Jessy dirawat terbuka. Lanny yang mendengar pintu terbuka langsung menoleh dan melihat Steve, Sekretaris Juan serta Dokter Carlos masuk kedalam ruangan tersebut, seketika Lanny pun berdiri. Steve melihat Jessy yang masih belum sadar berjalan mendekati istrinya itu, dia melihat wajah pucat Jessy. Hati Steve tersentuh melihat keadaan Jessy apalagi setelah tahu apa penyebab Jessy yang tidak sadarkan diri.


" Steve, jangan lupa beritahukan kepada orangtuanya mereka berhak tahu ". Ucap Dokter Carlos


Steve tidak menjawab ucapan Dokter Carlos, arah matanya masih tetap menatap Wajah pucat Jessy. Lanny yang sebenarnya masih kaget mengetahui bahwa Steve sang Presdir Perusahaan Coltarus adalah suami sahabatnya yaitu Jessy, dia masih antara percaya dan tidak percaya tapi melihat apa yang terjadi didepan matanya membuat Lanny percaya omongan Sekretaris Juan.


" Apa kalian berdua bisa mengambil keperluan Jessy di rumahku ?". Tanya Steve yang melihat Lanny dan juga Juan.


" Baik Tuan, kami akan mengurusnya ". Jawab Sekretaris Juan lalu melirik Lanny untuk mengajaknya pergi kerumah Steve.


Lanny yang melihat lirikan Sekretaris Juan pun gelagapan dan menundukkan kepalanya.


" Permisi Tuan ". Ucapnya sopan lalu meninggalkan Steve bersama Jessy diruangan tersebut.


Setelah Sekretaris Juan dan Lanny pergi, Steve mengambil kursi dan duduk di samping Jessy. Dia mengelus pipi Jessy, mendengar penjelasan dari Dokter Carlos yang menyatakan Jessy terkena penyakit Kanker otak stadium 2. Jika tidak ditangani oleh ahlinya akan menyebabkan penyebaran keseluruh sel otak dan akan meningkat ke stadium selanjutnya.


" Kenapa aku begitu bodoh tidak peka akan keadaanmu Jessy, aku tidak tahu lagi akibat dari keegoisanku aku mencampakkanmu yang tulus mencintaiku. Bahkan sekarang keadaanmu seperti ini, aku benar-benar pria yang bodoh Jessy. Aku juga tidak tahu apakah kau tahu mengenai penyakitmu ini atau tidak ".

__ADS_1


Steve menyesali akan dirinya sendiri yang begitu egois dan tidak peduli dengan Jessy yang jelas adalah istrinya. Dia mementingkan perasaannya saja tanpa peduli dengan perasaan Jessy. Mengetahui Jessy mempunyai penyakit kanker, membuatnya semakin menyalahkan dirinya sendiri.


Steve tetap pada posisinya tidak beranjak meskipun dia mendengar ponselnya berdering. Dia tetap fokus menemani Jessy. Dan Steve pun belum ingin memberitahukan keadaan Jessy kepada keluarganya, pikirnya tunggu Jessy sadar, dia akan menghubungi keluarganya.


***


Dilain tempat, Sekretaris Juan dan Lanny yang berada satu mobil membuat Lanny seperti orang bodoh, jantungnya berdegup kuat. Lanny penasaran apa yang terjadi dengan Jessy, sahabatnya. Dia ingin bertanya kepada Sekretaris Juan tapi dia takut. Sedangkan Sekretaris Juan yang melirik Lanny disampingnya dengan menggerakkan matanya bisa mengetahui jika wanita yang duduk disampingnya ini seperti kurang nyaman.


" Siapa namamu ". Tanya Sekretaris Juan tanpa melihat Lanny.


" La.. la .. Lanny Tuan ". Jawab Lanny yang gugup.


" Penyakit ! Jessy sakit apa Tuan ". Seru Lanny yang tersentak kaget.


" Aku pikir kau mengetahuinya ".


" Tidak Tuan Juan, aku tidak mengetahui apapun tentang penyakit Jessy ".


Sekretaris Juan hanya diam saja tidak melanjutkan omongannya, dia tetap fokus menyetir mobilnya. Lanny yang penasaran tanpa sungkan lagi langsung bertanya sekali lagi kepada Sekretaris Juan.

__ADS_1


" Tuan, apa yang terjadi dengan Jessy ". Tanyanya pelan melihat Sekretaris Juan.


" Nona Lanny, apa yang kau lihat dan dengar hari ini cukup hanya kau saja yang tahu, jika saja orang lain mengetahuinya aku akan membuatmu membayarnya Nona ". Sekretaris Juan memperingatkan Lanny.


Lanny yang mendengarnya pun menelan ludahnya apalagi suara Sekretaris Juan benar-benar membuatnya takut.


" Ba .. ba.. baik Tuan ". Jawabnya gugup


Sesampainya mereka dirumah Steve, Sekretaris Juan dan Lanny segera menyiapkan kebutuhan Jessy dan juga Steve selama di Rumah Sakit. Lanny yang berada dikamar Jessy menyimpun barang keperluan Jessy dan tanpa sengaja Lanny menemukan 2 amplop yang bertuluskan nama Rumah Sakit. Penasaran Lanny membuka amplop tersebut dan mengeluarkan isinya, Lanny membaca lembaran putih tersebut dan dia melebarkan kedua matanya saat mengetahui apa yang tertulis pada kertas putih itu.


" Kanker otak stadium 2 ! Jessy terkena kanker otak ". Ucapnya pelan sambil menutup mulutnya karena kaget.


Lanny segera memanggil Sekretaris Juan bahkan dia pun keluar dari kamar Jessy mencari Sekretaris Juan. Juan yang mendengar namanya dipanggil segera turun kebawah menghampiri Lanny.


" Ada apa Nona, kenapa kau berteriak ". Tuturnya yang mendekat kepada Lanny.


" Tuan, aku menemukan ini dikamar Jessy ". Lanny memberikan kedua amplop tersebut kepada Sekretaris Juan.


Juan mengambilnya dan membacanya dengan cepat dan teliti.

__ADS_1


Selama ini Nona Jessy menyembunyikan semua ini sendiri tanpa diketahui oleh orang lain termasuk Tuan Steve. Batin Sekretaris Juan.


__ADS_2