Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Wanita Licik


__ADS_3

"Kau tahu sekarang aku sudah memiliki Jessy. Kau merindukan suami orang lain, Kimberly." Jawab Steve yang bersandar pada kursinya.


"Aku tidak peduli kau milik Jessy atau bukan, Steve. Yang jelas saat ini aku ingin kau kembali padaku." Kali ini suara Kimberly sedikit meninggi.


"Oh. Ternyata ini tujuanmu. Baiklah aku ikuti alurmu, Kimberly." Batin Steve sambil menatap Kimberly dihadapannya.


"Aku mencintaimu, Steve. Aku terus saja memikirkanmu." Pungkas Kimberly lagi memegang tangan Steve.


Steve menarik tangannya yang sempat digenggam oleh Kimberly." Benarkah demikian ? Kau memikirkanku atau memikirkan hartaku saja, Kim ?." Sindir Steve dengan suara pelan tapi menusuk.


Raut wajah Kimberly mendadak berubah masam setelah mendengar ucapan pria dihadapannya itu. "Kalau bukan karena niatku untuk balas dendam kepada istrimu itu, aku tidak akan mengatakan hal yang tidak ingin aku katakan."


"Tentu saja aku memikirkanmu, Steve. Untuk apa aku memikirkan hartamu, aku sudah hidup berkelimpahan sekarang ini. Tapi hatiku masih terasa kosong karena tidak bersamamu." Kimberly berusaha menyakinkan Steve dengan kata-kata manisnya.


Steve menarik nafasnya dan menghelanya perlahan. "Kim, aku ke toilet sebentar." Steve beranjak pergi meninggalkan Kimberly, ia hanya beralasan saja untuk pergi ke toilet.


Kimberly melihat kepergian Steve, matanya tak lepas dari pria tersebut sampai benar-benar masuk kearah toilet. Senyum kelicikan dari wajah Kimberly terlihat saat bersamaan Steve masuk ke dalam toilet.


Kimberly mengambil tasnya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya tersebut. Serbuk berwarna putih yang dibungkus plastik bening. Kemudian Kimberly menaruh serbuk putih tersebut kedalam cangkir kopi milik Steve dan mengaduknya cepat agar tidak ketahuan oleh Steve.


Disaat yang bersamaan seseorang yang memang ditugaskan oleh Sekretaris Juan duduk disudut ruangan menelepon Steve untuk memberitahukan perbuatan yang dilakukan oleh Kimberly.


Tak lama kemudian Steve pun keluar dan kembali ke tempatnya. Berpura-pura lagi seakan tidak terjadi sesuatu agar wanita yang duduk bersamanya itu tida mencurigainya.


"Aku lapar sekali. Kenapa kita tidak memesan makanan terlebih dulu. Apa kau mau makan, Kimberly ?." Tawar Steve.

__ADS_1


"Baiklah." Jawab Kimberly tanpa menolak.


***


Dirumah Keluarga Leo


Jessy begitu menikmati waktu kebersamaannya dengan keluarganya. Terlebih ada kakak iparnya yang selalu menemaninya, sehingga tidak membuatnya bosan dirumah tersebut.


Natalie yang juga sedang mengandung begitu bahagia menceritakan awal ia dan alex tahu kehamilannya tersebut. Usia kandungan Natalie memang masih 4 minggu tapi ia sangat berantusias sekali menceritakan kehamilan itu.


"Aku bahagia karena tahu kau saat ini juga hamil, Natalie. Jagalah kesehatanmu." Tutur Jessy.


"Terima kasih, Jessy. Aku perlu belajar darimu untuk mengatasi kehamilan awal ini. Apa kau pernah meminta sesuatu kepada Steve saat usia kehamilanmu masih awal ?."


Jessy tampak berpikir mengingat-ingat kejadian lucu saat mengidam sesuatu dan merepotkan suaminya itu untuk bangun tengah malam agar bisa membelikannya Kebab di dekat supermarket ujung jalan.


"Benarkah ? Kenapa bisa begitu ?." Natalie begitu penasaran akan cerita adik iparnya itu.


"Saat awal kehamilan, kita ingin sekali makan ini dan itu bahkan sampi tengah malam pun rasa ingin itu tidak tertahankan. Suami sudah tidur nyenyak, tiba-tiba dibangunkan untuk memenuhi keinginan kita yang hamil ini. Dan lihat wajahnya pasti mereka akan sangat kesal dan menggerutu sekali." Cerita panjang lebar Jessy.


"Kalau begitu, aku akan buat juga kepada Alex. Aku juga ingin melihat wajahnya yang penuh kesal itu." Natalie tertawa kemudian diikuti oleh Jessy.


***


Steve dan Kimberly menikmati makan siang mereka yang sudah disajikan dimeja mereka. Kimberly tampak gelisah, matanya tak lepas dari Steve karena sampau saat ini Steve belum juga meminum kopinya.

__ADS_1


Ia tetap berusaha santai semaksimal mungkin agar Steve tidak menaruh curiga kepadanya. Kemudian Steve mengambil cangkir kopinya dan berpura-pura meminum kopinya itu padahal ia hanya menaruh bibirnya dipinggir cangkir tersebut.


Ia tahu pasti bahwa Kimberly menunggu saat dirinya meminum kopi miliknya itu. Dan Kimberly pun menarik salah satu sudut bibirnya karena melihat Steve meminum kopi hitam itu, dan menunggu waktu saja lagi.


"Hmm. Steve. Aku sudah kenyang, aku permisi sebentar ke toilet." Pamitnya dan mengambil tasnya lalu berjalan tanpa menoleh kearah Steve dan merasa yakin akan tindakannya itu.


Saat bersamaan seorang pelayan datang membawa cangkir kopi yang baru kepada Steve dan dengan cepat menggeser kopi yang sudah dimasukin serbuk tadi dan si pelayan pun mengambil kopi milik Kimberly, kopi yang tadinya untuk Steve akan diminum oleh Kimberly.


"Aku bukan Steve yang dulu, Nona Kimberly. Kau akan menanggung akibatnya karena sudah berani bermain-main denganku." Batin Steve lagi.


Kimberly pun kembali ke tempat mereka dengan wajah bahagia. Entah apa yang dipikirkannya selama di dalam toilet tersebut.


Steve mengambil cangkir kopinya dan meminumnya lagi dihadapan Kimberly. Meminumnya sampai tinggal setengah, saat itu juga Kimberly mengambil cangkir kopinya dan meminum kopi yang sudah ditukar itu.


"Apa kau sibuk hari ini, Steve ?." Tanya Kimberly setelah menaruh cangkirnya kembali.


"Tidak. Ada apa memangnya ?."


"Kalau begitu aku ingin mengajakmu ke suatu tempat."


"Kemana ?." Steve memegang kepalanya seolah-olah merasa pusing. Steve benar-benar mengikuti alur permainan Kimberly.


"Ada apa, Steve ?." Tiba-tiba Kimberly datang mendekati Steve.


Steve berpura-pura pingsan dan saat bersamaan juga Kimberly merasakan ada yang aneh di dalam dirinya. Ia merasa pusing dan penglihatannya mulai pudar.

__ADS_1


" Kenapa aku tiba-tiba pusing juga ?." Apa ada yang salah ?." Dalam pikiran Kimberly dan tak lama kemudian Kimberly pun pingsan juga.


Steve merasakan tubuh Kimberly ambruk di dekatnya pun segera membuka matanya. " Kau benar-benar wanita licik Kimberly. Saatnya kau kembali ke tempatmu." Ucap Steve.


__ADS_2