Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Waktu Bersama Natalie


__ADS_3

Sekretaris Juan menatap kepergian Jessy dari ruangan itu, dia tampak heran kenapa istri bossnya itu berbicara seperti itu kepadanya. Nona, maafkan aku karena permohonanmu aku menolak. Sedikitpun aku tidak akan mendukung hubungan Tuan Steve dengan wanita sialan itu. Akan aku pastikan Nona dan Tuan baik-baik saja, aku akan menghajar wanita itu jika dia menyentuh Nona dan Tuan Steve.


Setelaj kepergian Jessy dari ruangan itu, tak lama kemudian Steve masuk dan melihat Sekretaris Juan sedang berdiri mematung. " Apa yang sedang kau pikirkan Juan ". Steve bertanya seraya mendudukkan tubuhnya dikursi dan membuyarkan lamunan Sekretaris Juan.


Juan tersentak dan menetralkan keadaannya. " Tidak ada Tuan ". Sekretaris Juan mendekati Steve.


Steve menghembuskan nafasnya dengan kasar dan mengusap wajahnya juga. " Juan, tadi pagi Kimberly datang kerumah ini. Aku hanya takut dia berbuat nekat dan melukai Jessy, Kim sangat berambisi dan aku tahu mengenai dirinya. ".Ucapnya sambil menatap kearah lain.


" Apa Nona Jessy tahu mengenai ini Tuan ?". Tanya Juan memastikan.


" Tidak ".


Tuan Steve tidak tahu jika Nona Jessy sudah mengetahuinya. Batin Sekretaris Juan. " Tuan, saya akan menjaga Nona Jessy seperti saya menjaga Tuan Steve, saya tidak akan membiarkan Nona Kimberly mendekati Nona Jessy ". Suara Sekretaris Juan terdengar menyakinkan Steve.


" Terima kasih Juan, aku serahkan ini kepadamu juga dan maaf aku merepotkanmu lagi ".


" Tidak apa-apa Tuan, itu sudah tanggung jawab saya ".


" Juan, bisakah kau jangan memanggilku Tuan lagi ! kau sudah aku anggap saudara jadi santai saja ". Pinta Steve dengan tersenyum.

__ADS_1


" Baiklah .. Steve ". Akhirnya Juan menurut apa yang diinginkan oleh Steve.


" Seperti itu lebih bagus, dan jangan ulangi lagi memanggilku dengan sebutan Tuan lagi. Oke ". Tekan Steve kepada Sekretaris Juan.


***


Semenjak Jessy tidak bekerja lagi, hidupnya banyak dihabiskan didalam rumah. Karena merasa bosan, dia ingin sekali jalan-jalan keluar, dan tanpa sepengetahuan Steve, Jessy keluar rumah untuk menghilangkan rasa bosannya. Dan tujuannya adalah ke Kedai Coffee yang terletak dekat dengan rumahnya. Sembari melintasi jalan-jalan yang lumayan ramai, tanpa sengaja Jessy melihat Natalie calon kakak iparnya yang baru saja keluar dari salah satu toko souvenir.


" Natalie ". Teriaknya dari jarak 5 meter dari toko tersebut.


Natalie pun yang mendengar namanya dipanggil segera menoleh kearah suara. Dia melihat Jessy yang berdiri tidak jauh darinya, Natalie tersenyum dan berjalan menghampiri Jessy. Kedua wanita itu saling menyapa dan berpelukan karena jarang bertemu.


" Aku sendirian saja, dan rencana aku ingin mampir ke Kedai Coffee disana ". Tunjuk Jessy ke arah Kedai Coffee yang diseberang jalan. " Apa kau mau menemaniku Natalie ?" Lanjutnya yang mengajak Natalie untuk menemaninya.


" Dengan senang hati Jessy, ayo kita kesana ". Ucap Natalie senang lalu mereka berdua berjalan menuju Kedai Coffee yang diseberang jalan sana.


Sesampainya mereka di Kedai Coffee itu, Jessy melihat satu tempat dipojokan yang menghadap kejalan dengan pembatas kaca bening yang bersih. Jessy menaril tangan Natalie agar menuju ketempat tersebut. Tak lama seorang pelayan Kedai Coffee menghampiri mereka berdua yang baru saja mendudukan tubuh mereka dikursi.


Pelayan Kedai tersebut menyerahkan buku menu kepada Jessy dan Natalie. Setelah melihat-lihat menu apa saja yang ada di buku itu, mereka memesan kopi yang sesuai dengan selera mereka dan beberapa biskuit untuk pelengkap kopi mereka. Sementara menunggu pesanan, Natalie dan Jessy mengobrol dan membahas seputaran kehidupan mereka berdua.

__ADS_1


" Bagaimana persiapan pernikahanmu dengan kak Alex ? Aku sarankan agar kalian segera menikah Natalie ".


" Ada beberapa hal yang harus kami selesaikan dulu Jessy. Lalu kenapa kau menyuruh kami secepatnya menikah ". Tanya Natalie yang mengernyitkan dahinya karena merasa heran dengan pernyataan Jessy.


" Kalau kau dan Kak Alex menikah secepatnya, kalian bisa memberikan cucu kepada papa dan mama, aku sudah memintanya kepada Kak Alex ". Jawabnya lalu menyandarkan tubuhnya dikursi.


" Kenapa tidak kau saja yang melakukan itu, kau yang terlebih dulu menikah. Atau jangan-jangan hubunganmu dengan Steve tidak dalam keadaan baik-baik ". Curiga Natalie yang menatap mata Jessy.


" Tidak, hubungan kami baik-baik saja Natalie, aku hanya belum siap untuk hamil itu saja ". Bantahnya yang sesantai mungkin.


" Kau tidak berbohongkan ! Awas saja kau membohongiku, aku akan mengadukanmu kepada Alex ". Ancam Natalie lalu tertawa.


" Hey .. kenapa kau sekarang jadi tukang mengadu ! Kalau kau mengadu kepada kak Alex, aku akan menganggu hidupmu kalau perlu sampai malam pertama kalian pun aku akan mengganggumu ". Gerutu Jessy lalu menepuk tangan Natalie.


Natalie yang melihat wajah kesal calon adik iparnya itu merasa lucu dan tertawa lagi. Natalie sangat menyayangi Jessy oleh karena itu, dia juga tidak mau jika Jessy tidak bahagia. " Wajahmu lucu sekali kalau begini ". Ucapnya yang mencubit pipi Jessy dengan gemas.


Jessy segera menjauhkan tangan Natalie yang sudah mencubit pipinya itu. " Sakit Natalie, aku bukan anak kecil lagi ". Jawabnya menggerutu lagi.


" Bagiku dan Alex kau tetap anak kecil, karena kami berdua sangat menyayangimu. " Sahut Natalie lagi.

__ADS_1


Jessy dan Natalie menghabiskan waktu mereka di Kedai Coffee tersebut dengan banyak obrolan-obrolan yang mereka ciptakan. Dan pembahasan mereka berhenti setelah sebuah panggilan masuk terdengar di ponselnya Jessy.


__ADS_2