Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Rambut Basah Lebih Seksi


__ADS_3

"Atau kau mau disemangati oleh ku seperti ini." Sekretaris Juan tiba-tiba memajukan badannya kedepan hampir dekat dengan Lanny yang sudah berdiri kaku.


Posisi apa ini !!!! Kenapa dia berperilaku seperti ini tiba-tiba. Lagi-lagi Lanny merasa heran akan tingkah Sekretaris Juan sejak sepulang mereka dari Resort beberapa waktu lalu.


"Kau tidak boleh menghindari keputusan ini." Ucap Sekretaris Juan yang sepertinya tahu apa yang ada dalam benak Lanny. Lalu laki-laki itu menegakkan kembali badannya dan meninggalkan Lanny yang masih berdiri kaku disana.


"Entah aku yang salah atau dia yang berubah sejak kepulangan kami dari Resort waktu itu." Gumam Lanny yang melanjutkan langkahnya.


***


Sore harinya Steve pulang kerumah dan sebelum naik keatas menuju kamarnya, ia menyempatkan diri untuk melihat Nico yang sedang main dengan berbagai mainannya.


Putranya yang sudah bertumbuh besar itu semakin pintar dan menggemaskan. Tahun ini Nico akan berusia 2 tahun, Nico sudah lancar berjalan bahkan lari kesana kemari. Karena keaktifannya itu, membuat bibi Lusy lebih ekstra menjaga dirinya.


Sebenarnya Steve ingin mempekerjakan seorang pengasuh yang khusus untuk menjaga Nico. Dia juga tidak tega melihat Bibi Lusy yang sudah paruh baya itu menjaga anaknya yang sudah lebih aktif.


"Nico, anak papa. Jangan merepotkan Bibi Lusy ya. Bibi sudah tua dan pasti lelah mengurus Nico." Ucap Steve kepada anaknya yang kemudian melihat kearah Bibi Lusy.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Tuan. Bibi senang menjaga Nico, seperti cucu Bibi sendiri."


"Terima kasih, Bi. Tapi aku akan mencari pengasuh untuk Nico tentu atas seizin Jessy. Aku tidak tega melihat Bibi yang sudah mengurus rumah kemudian menjaga Nico lagi. Bibi sudah aku anggap seperti keluarga sendiri." Steve benar-benar menghargai pembantu rumahnya, Bibi Lusy memang sudah tergolong lama menjadi pembantunya sejak Steve berumur 10 tahun.


"Kalau begitu, Nico main sama Bibi Lusy ya disini. Papa mau ke kamar dulu." Steve mengecup puncak kepala Nico lalu menurunkan anaknya.


Sesampainya di kamar, Steve mendapati Jessy yang baru selesai mandi sedang mengerikan rambutnya.


" Jangan dikeringkan. Biarkan rambutmu basah seperti itu." Tutur Steve sambil mendekati istrinya itu.


"Kau sudah pulang. Kenapa dibiarkan basah ? Nanti baju yang aku kenakan akan ikut basah." Jawab Steve yang menghentikan aktifitasnya.


"Jadi kalau rambutku kering, aku tidak terlihat seksi dimatamu, gitu ?." Sembur Jessy dengan menatap tajam kearah suaminya.


"Hehehe ... bukan begitu maksudku, Sayang. Kau ini cepat sekali tersinggungnya." Steve menggigit hidung mancung Jessy.


"Jangan menggigit hidung ku, sakit." Jessy menepuk dada Steve agar suaminya itu berhenti menggigit hidungnya.

__ADS_1


"Di mata ku, kau sangat sempurna. Bagaimana pun dirimu, di mata ku kau tetap seksi dan sangat cantik. Tapi dengan rambut basah seperti ini, tingkat keseksian mu bertambah meningkat dan itu membuatku bergairah."


Jessy sudah mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya kalau ia membiarkan suaminya itu terus menerus berdiri dan memeluk dirinya itu.


"Pergilah, bersihkan dirimu sekarang. Aku akan menunggumu disini." Perintah Jessy.


"Tidak mau. Aku ingin memakanmu lebih dulu baru setelah itu aku mandi." Steve tidak mengindahkan perintah Jessy dan bertindak semaunya bahkan kali ini tindakannya sudah menjauh.


Entah kenapa tubuh Jessy benar-benar membuat dirinya candu akan hasratnya. Setiap hari ia akan mengganggu istrinya itu baik pagi, siang, sore atau malam sekalipun yang dilanjutkan sampai subuh.


Baginya, Jessy adalah wanita yang membuatnya dipenuhi oleh rasa cinta. Untuk itu, setiap kali ada kesempatan dirinya tidak akan lupa melakukan hubungan suami istri itu.


Steve menciumi leher Jessy dan menurun kebagian bawah, Jessy pun tidak bisa menolak sentuhan dari suaminya itu. Tiap sentuhan-sentuhan Steve mampu membuat dirinya lepas kendali dan menikmatinya walaupun awalnya dirinya menolak.


Selanjutnya Steve menggendong Jessy dan membawanya keatas tempat tidur. Karena Jessy memakai kimono handuk dengan gampang Steve melepaskannya.


Melihat tubuh istrinya itu, Steve semakin menggebu-gebu menuntaskan hasratnya. Ciuman panas dari keduanya membawa suasana semakin mendalam dan menuntun ingin lebih dari sekedar permainan pemanasan.

__ADS_1


Suara desahan Jessy yang lembut membuat Steve ingin melakukan ke bagian inti dari pergumulan mereka. Dan pergumulan lebih mendalam itu pun terjadi, keduanya sudah dipenuhi oleh gairah yang memuncak.


__ADS_2