Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Tidak Mau Kehilangan Kesempatan


__ADS_3

"Setelah Nico, kau harus mengurusku juga nanti. Jangan lupa memakai Lingerie berwarna hitam." Bisiknya menggoda istrinya itu lalu berjalan meninggalkan Jessy yang berdiri mematung sambil menatapnya pergi.


"Dasar Burung Hantu. Selalu saja tidak mau ketinggalan." Umpat Jessy.


Ia pun kembali memperhatikan pangeran kecilnya yang tidur dan menyelimutinya dengan hati-hati. "Cepat sekali kau tidur, Nak. Padahal Mama masih ingin bermain denganmu." Ucapnya setelah mencium pipi Nico.


Karena tidak mau mengganggu anaknya tidur, ia pun kembali lagi ke kamar sebelah, bermaksud menyiapkan baju untuk Steve.


Jessy memilah-milah baju untuk dipakai oleh Steve, namun arah matanya tidak sengaja melihat Lingerie berwarna hitam yang digantung bersebelahan dengan baju Steve.


Kedua pipinya terasa panas karena membayangkan dirinya sendiri memakai Lingerie tersebut. Sejujurnya, ia tidak pernah memakai pakaian seksi apalagi Lingerie seperti itu.


Kedua tangannya pun menyentuh pipinya sambil menggelengkan kepalanya untuk mengusir apa yang dipikirkannya saat ini. Walaupun mereka adalah suami istri, tetap saja Jessy merasa malu jika memakai Lingerie ini.


Karena keasyikan, Jessy tidak menyadari Steve yang sudah selesai mandi berdiri dibelakangnya. Dengan berpura-pura tidak tahu, Steve pun mulai menggoda istrinya.


"Apa yang kau lihat ?."

__ADS_1


Sontak Jessy terkejut dan membalikkan badannya menghadap Steve. "Ti-tidak. Aku tidak melihat apa-apa." Bantahnya dengan terbata.


"Kalau tidak melihat apa-apa, jadi apa yang membuatmu lama mencari baju untuk ku ?." Tanya Steve dengan tersenyum nakal.


"Siapa bilang lama. Ini bajumu." Jessy menyerahkan baju Steve dengan cepat dan segera pergi, tetapi langkahnya berhenti saat Steve menarik tangannya dan mendekatkan tubuh Jessy ke pelukkannya. "Kenapa terburu-buru pergi ? Aku tahu apa yang kau lihat tadi." Ucapnya sambil tangannya yang satu mengambil Lingerie.


"Aku ingin kau memakai ini. Bukan kah, baju ini tidak pernah dipakai oleh pemiliknya ? Sayang kalau hanya digantung saja dalam lemari." Steve mengambil tangan Jessy dan memberikan Lingerie itu kepadanya.


"A-aku ..."


"Tidak ada bantahan. Aku akan menunggumu." Ucap Steve yang mendekatkan bibirnya ditelinga Jessy setelah membungkam mulut Jessy dengan jarinya.


Sedangkan Steve tersenyum penuh kemenangan saat melihat wanita yang dicintainya masuk ke dalam kamar mandi. Sudah lama ia menantikan moment ini, melihat istrinya memakai Lingerie. Ia pun mengunci pintu kamar, lalu memastikan Nico tidak bangun dari pintu sambung dalam kamarnya.


***


Di dalam kamar mandi, Jessy belum berganti pakaian, ia masih termenung dan melihat pantulan dirinya di cermin. Kalau ia memakai baju ini, sudah pasti malam ini Steve tidak akan melepaskannya.

__ADS_1


Ia sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya. Suaminya itu tidak pernah lelah jika melampiaskan hasratnya.


Tapi demi melayani suaminya, ia terpaksa memakai Lingerie. Ia juga tidak mau Steve kecewa kepada dirinya .


Setelah berperang dalam pikirannya, ia pun memutuskan mengganti pakaiannya dan tak lama keluar dari dalam kamar mandi.


Mendengar pintu kamar mandi terbuka, Steve yang berdiri menunggu istrinya keluar pun ssgera membalikkan badannya. Ia terdiam melihat Jessy berdiri di depan pintu kamar mandi dengan Lingerie yang menurutnya sangat cocok dan menambah kesan lebih seksi ditubuh Jessy.


Sedangkan Jessy terlihat malu diperhatikan oleh suaminya sendiri dan menjadi salah tingkah. Bahkan wajahnya terasa panas menahan malu.


Steve berjalan mendekati Jessy. "Tidak perlu malu." Tuturnya sambil mengarahkan wajah Jessy agar ia bisa melihat wajah cantik istrinya itu. "Terlihat sempurna ditubuhmu." Pujinya lagi.


Jessy hanya tersenyum salah tingkah, sebab ini kali pertama ia memakai baju seseksi ini dihadapan suaminya.


Steve tidak bisa menahannya lagi, ia mendekatkan bibirnya mencium bibir Jessy. Semakin dalam ciuman tersebut semakin pula hasrat yang ingin meminta lebih meninggi.


Jessy pun digendong dari depan oleh Steve. Permainan suami istri itu menuntut lebih dari sekedar ciuman. Sentuhan tangan Steve yang sudah menjalar dan menari kesana kemari diseluruh tubuh Jessy menambah kegairahan.

__ADS_1


Steve memang paling bisa membuat Jessy tertunduk dalam permainan ranjangnya. Ia tidak mau kehilangan kesempatan berdua dengan istrinya, karena semenjak kehadiran Nico, Steve jadi susah mempunyai waktu seperti ini.


Keduanya pun sudah dalam posisi melepas apa yang mereka pakai sebelumnya. Dan permainan intim pun dimulai oleh keduanya.


__ADS_2