
Jessy keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam supermarket tersebut. Ketika Jessy hendak mengambil troli dia dikejutkan oleh seseorang yang menghampirinya. Sontak Jessy membalikkan badannya dan dia tampak terkejut mengetahui siapa orang tersebut.
" Nona !". Ucapnya yang terkejut menatap wanita yang berdiri dihadapannya itu.
" Hai, Jessy apa kabar ?". Tampak Kimberly memamerkan senyumannya kepada Jessy.
" Ba-ba-baik Nona, lama tidak bertemu dengan Nona Kimberly ". Jessy terlihat gugup berbicara dengan Kimberly.
" Iya, sedang apa kau disini dan dengan siapa ?". Tanya Kimberly yang melihat disekeliling Jessy.
" Aku ingin belanja beberapa camilan Nona, dan aku datang bersama temanku, dia ada di mobilnya ".
" Oh, baiklah kalau begitu lanjutkan kegiatanmu aku pergi duluan ya, sampai ketemu lagi Jessy ". Ucap Kimberly yang kemudian berlalu meninggalkan Jessy yang masih berdiri.
Ya Tuhan, kapan Nona Kimberly ada di Kota ini ? Apa Steve tahu jika Nona Kimberly ada disini ?. Pertanyaan yang ada dipikiran Jessy membuatnya sedikit takut terlebih jika Steve mengetahui adanya Kimberly disini.
Jessy membuang pikiran-pikiran tentang Kimberly lalu dengan cepat mencari beberapa camilan dan minuman untuk dibawa ke pantai. Setelah itu dia segera menuju kasir untuk membayar semua barang yang telah dia ambil. Lalu dia kembali dengan cepat ke mobil yang sedang terparkir agak jauh dari pintu masuk supermarket.
Jessy masuk kedalam mobil dan mendapati Steve sedang yang memejamkan matanya.
" Hmm .... Steve ". Suara Jessy terdengar pelan untuk membangunkan Steve.
Steve membuka matanya dan menoleh kesampingnya. " Kenapa lama sekali kau didalam sana ? Aku sampai tertidur karena menunggumu ". Gerutunya.
__ADS_1
" Maaf, aku lama ... aku lama .. karena bertemu dengan Nona Kimberly tadi ".
Ucapan Jessy berhasil mengejutkan Steve dan membulatkan matanya dengan sempurna. " Apa !". Tukasnya. " Kau bertemu dengan Kimberly didalam sana ?". sambungnya lagi memastikan apa yang diucapkan oleh Jessy.
" Iya". Jawab Jessy sambil menganggukan kepalanya.
" Apa yang dikatakannya kepadamu?". Apa dia menyakitimu?". Seru Steve.
" Tidak, Nona Kimberly berbicara sopan kepadaku, aku hanya kaget saja dia tiba-tiba menghampiriku. Apa kau tahu dia sudah kembali ke kota ini Steve ?". Tanya Jessy dengan nada pelan.
Steve melihat raut wajah Jessy yang berubah, dia tahu pasti Jessy berpikiran yang aneh-aneh akan kepulangan Kimberly. Steve lebih memilih tidak menjawab dan mengalihkan pembicaraan mereka. " Sebaiknya kita pergi sekarang, Juan dan temanmu sudah menunggu daritadi ". Ucapnya lalu menyalakan mesin mobil dan meninggalkan supermarket.
***
" Jessy, tunggu aku ". teriak Lanny yang berlari juga menyusul Jessy yang sudah sampai di bibir pantai.
Jessy menghirup udara yang dirasakannya dalam-dalam, rambutnya berterbangan karena hembusan angin yang lumayan kencang. " Ahhh .. sudah lama sekali aku tidak kesini ". Ujarnya kepada Lanny yang sudah berdiri disampingnya.
" Disini indah sekali, apa kau sering kesini ?". Tanya Lanny yang memandang air lautan.
" Sering .. tapi sejak menikah aku tidak pernah kesini lagi Lanny, aku sangat merindukan tempat ini ". Tuturnya. Jessy tersenyum melihat air lautan membasahi kakinya, ombak yang datang silih berganti menyentuh pasir.
" Aku menyukai tempat ini Jessy, lain kali kita datang berdua saja ya ". Saran Lanny.
__ADS_1
Jessy menoleh kearah Lanny dan tersenyum kepadanya sambil menganggukan kepalanya tanda sejutu.
Sedangkan dua laki-laki yang berada agak jauh dari tempat Jessy dan Lanny berdiri, hanya memandang dua wanita yang sedang main air di bibir pantai. Sekretaris Juan dengan setia menemani Steve yang tidak mau beranjak dari tempatnya.
" Aku baru pertama kali ketempat seperti ini, apa kau juga begitu Juan ?". Steve mengajak Sekretaris Juan mengobrol tanpa melihat orang disampingnya itu.
" Tidak Tuan, ini ke 3 kalinya saya datang ke pantai ". Jawab Sekretaris Juan.
Steve menghirup udara lautan dan menghembusnya pelan. " Berarti hanya aku yang tidak pernah ke pantai, karena hidupku dihabiskan hanya untuk mempelajari perusahaan Coltarus. Juan, kenapa tidak kau dekati saja Nona Lanny ". Steve menggoda Sekretaris Juan.
" Saya lebih utamakan anda dulu Tuan, soal yang lain saya belum pikirkan ". Sekretaris Juan menjawab dengan sopan walaupun sebenarnya dia merasa kaget dengan ucapan Steve.
" Aku tidak apa-apa, aku mengizinkanmu dengan urusan pribadimu Juan. Aku tidak mau kalau orang menganggapmu sebagai penyuka sesama jenis ". Steve berbicara sambil tertawa meledek Sekretaris Juan.
" Akan saya pikirkan Tuan saran anda ". Itu saja jawaban Sekretaris Juan yang membuat Steve tidak puas dengan ucapannya itu.
" Aku tahu kau menyukai wanita itu kan ? Aku akan memberitahu Jessy agar dia membantumu mendekati Lanny ".
" Jangan ! ". Teriak reflek Sekretaris Juan kepada Steve. " Maaf Tuan, saya tidak bermaksud ... "
Steve langsung menyela perkataan Sekretaris Juan. " Hahaha .. kau ini santai sajalah, benar kan kau menyukai wanita itu ?". Steve terus saja menggoda Sekretaris Juan walaupun ucapannya hanya mengada-ada saja agar Sekretaris Juan mengakui perasaannya.
Sekretaris Juan menghembuskan nafasnya dengan kasar dan menatap kepada Steve. " Tuan .. tolong jangan katakan kepada Nona Jessy, saya menyukai wanita itu tapi saya masih mengutamakan Tuan terlebih dahulu ".
__ADS_1
Steve tersenyum puas setelah mendengar sendiri pengakuan Sekretaris Juan. " Aku ingin kau bahagia juga Juan, uruslah percintaanmu juga. Apa kau mau terus saja membujang seperti ini ? Umur kita hanya beda 1 tahun saja, menikah itu tidak serumit apa yang kau pikirkan Juan ". Ujarnya yang menyakinkan Sekretaris Juan untuk menikah. " Aku mendukungmu untuk bersama Nona Lanny ". Lanjutnya sambil menepuk pundak Sekretaris Juan.