Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Teman Wanita Lagi


__ADS_3

Tepat jam 11 siang Steve dan Jessy berpamitan kepada Paman Lukas dan Bibi Sarah. Mereka akan kembali ke kota, dan perjalanan untuk sampai kerumah mereka membutuhkan waktu 3 jam lamanya.


" Paman Bibi terima kasih sudah melayani kami dengan baik selama disini ". Ucap Jessy kepada sepasang suami istri penjaga Villa itu.


" Sama-sama Nona Jessy, sering-seringlah kemari jika kalian tidak sibuk. Bibi akan memasak makanan apapun yang Nona Jessy mau ".


" Terima kasih bi, kalau begitu kami pamit pulang dulu. Sampai ketemu lagi ".


Steve dan Jessy melambaikan tangan tanda berpisah sebelum kedua masuk kedalam mobil. Dan ditempat lain terlihat Eva melihat Steve dan Jessy dari jendela kamarnya diatas. Dia tersenyum getir melihat pasangan yang akan kembali ke kota itu, rasa kagumnya kepada Steve hampir membuatnya hanyut dan berpikiran yang tidak-tidak.


Setelah mobil yang ditumpangi oleh Steve dan Jessy melaju dan tidak terlihat lagi, barulah Eva turun kebawah menemui Ayah dan Ibunya.


***


Perjalanan yang menempuh waktu 3 jam itu membuat badan Jessy mulai terasa pegal dan lelah. Apalagi kondisinya yang hamil saat ini menambah rasa lelah pada tubuhnya.


" Steve bisakah kita berhenti sebentar, aku lelah sekali duduk lama-lama seperti ini ". Terdengar suaranya pelan dan parau.

__ADS_1


" Iya sebentar. Kita berhenti di persimpangan jalan sana dan ada kedai kopi juga sana ". Jawab Steve yang menoleh sebentar kearah Jessy lalu kembali memfokuskan kemudinya.


Tidak butuh waktu lama akhirnya mereka tiba di tempat yang dimaksudkan oleh Steve tadi. Tempat ini seperti tempat persinggahan bagi orang-orang yang melakukan perjalanan jauh. Kedai kopinya pun tidak terlalu besar namun banyak pelanggan disana yang duduk sambil menikmati kopi mereka.


Jessy meregangkan otot tubuhnya karena rasa pegal yang dialami dirinya itu, sengaja ia tidak segera masuk ke dalam kedai tersebut karena masih ingin menegakkan tubuhnya, duduk terus selama perjalanan membuat pinggangnya pun terasa sakit. Sedangkan Steve sudah masuk ke dalam untuk melihat tempat yang kosong untuk mereka berdua. Sekitar 10 menit Jessy menunggu diluar dan tidak berapa lama Steve muncul menghampiri dirinya.


" Kenapa lama sekali !". Seru Jessy mengernyitkan dahinya.


" Aku tadi sedang mengobrol dengan seseorang di dalam sana, ayo kita masuk ada tempat kosong untuk kita bisa beristirahat sebentar ". Steve menarik tangan Jessy berjalan mengikuti langkah kakinya yang masuk ke dalam kedai.


" Temanku, namanya Cornelia ". Jawab Steve yang tidak menoleh kearah Jessy.


Cornelia ! Siapa dia ! Susah punya suami yang berwajah tampan, banyak teman wanitanya. Gumam Jessy yang setia berjalan dibelakang Steve.


Keduanya pun sampai di salah satu meja yang kosong, Jessy segera mendudukan tubuhnya begitu juga dengan Steve yang duduk di depannya Jessy. Setelah itu seorang pelayan laki-laki datang menghampiri mereka membawa beberapa camilan dan air mineral dua botol.


" Makanlah ini dulu, tadi aku sudah memesankan steak untuk kita makan siang ". Steve menyodorkan satu mangkuk yang berisi kue kering rasa cokelat dan satu piring kecil berisi kentang goreng.

__ADS_1


Tanpa menjawab Jessy pun mengambil sepotong kue kering tersebut dan memasukannya ke dalam mulutnya lalu mengambil lagi kentang goreng. Dia masih penasaran siapa Cornelia yang dimaksud oleh Steve tadi yang dia bilang jika Cornelia adalah temannya.


Sembari menunggu makan siang yang sudah dipesan, seorang wanita pun datang menghampiri Steve dan Jessy. Tanpa ada rasa malu si wanita langsung duduk disamping Steve, adegan yang tiba-tiba itu sontak membuat Jessy kaget. Kedua matanya membulat setelah melihat ada seorang wanita duduk disamping suaminya.


" Hai Steve. Maaf aku lama ". Suara Wanita itu terdengar centil sama seperti dengan gayanya saat ini yang duduk disamping Steve.


Jessy mencebikan bibirnya kesal melihat aksi si wanita tersebut tiba-tiba duduk didekat suaminya. Dalam pikiran Jessy apakah ini teman wanita Steve yang bernama Cornelia. Wanita dihadapannya lumayan cantik dan manis bahkan kalau dibandingkan dengan Nona Kimberly.


Seperti tidak dipedulikan, Jessy menegur keduanya yang sedang asyik mengobrol itu. " Eheemmm ". Suara deheman Jessy menghentikan pembicaraan Steve dan wanita tersebut. " Steve tidakkah kau mengenalkan temanmu ini kepadaku ?". Serunya dengan tersenyum yang dipaksakan.


" Astaga maaf aku lupa ". Steve menepuk dahinya pelan karena kelupaan memperkenalkan temannya kepada Jessy. " Oh ya Jessy, ini Cornelia dan Cornelia ini Jessy istriku ". Ucapnya saling menatap Jessy dan Cornelia bergantian.


Jessy mengulurkan tangannya untuk bermaksud berjabat tangan dengan Cornelia, Wanita itu menyambut tangan Jessy membalas menjabatnya namun raut wajahnya berubah seperti tidak suka kepada Jessy.


" Halo Nona Cornelia, aku Jessy istrinya Steve ". Tuturnya dengan senyum dan menekan suara saat mengklaim bahwa dirinya adalah istri Steve.


" Halo ". Begitu saja jawaban dari Cornelia sambil menatap Jessy. Ini istrinya Steve ? Sungguh kampungan sekali, tidakkah Steve bisa mencari seorang Istri yang lebih baik dari wanita ini. Menyebalkan.

__ADS_1


__ADS_2