Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Apa Kau Cemburu ?


__ADS_3

❣️ Guys jangan lupa beri dukungan dengan Like, Koment, Vote, Ratting 5 bintang dan serta Favoritekan Novel ini ya . Semangat selalu ❣️


Selesai makan malam Steve mengajak Jessy menaiki anak tangga yang dimana akhir tangga tersebut menuju balkon yang luas. Disana terdapat beberapa sofa dan meja serta pot bunga yang besar menghiasi tempat tersebut agar terlihat indah. Dari atas sana bisa terlihat langit gelap yang menitikan air yang semula gerimis tak lama menjadi curahan hujan lumayan lebat.


Mereka berdua duduk di salah satu sofa sambil melihat hujan turun dari langit. Sebagian balkon yang tidak ditutupi atap tampak membasahi tempat tersebut. Walaupun sedang hujan deras, Jessy menikmati suasana malam itu padahal cuaca sedang dingin.


" Udaranya dingin sekali sebaiknya kita masuk kedalam saja ". Ajak Steve yang pada akhirnya merasakan hawa dingin.


" Aku masih ingin menikmati suasana ini Steve, kalau kau ingin masuk duluan saja. Tidak apa-apa ". Jawab nya tanpa melihat Steve.


Steve mendengus kecil. " Kau pikir aku akan meninggalkanmu sendirian disini ? Kau ini ". Decaknya sedikit kesal.


" Maafkan aku. Tunggulah sebentar lagi ". Jessy menoleh kearah Steve yang duduk disampingnya lalu mengambil tangan Steve untuk melingkarkannya ditubuhnya itu.


Terlihat Steve menarik salah satu sudut bibirnya lalu mengeratkan pelukannya bermaksud untuk memberi sedikit kehangatan walaupun cuaca dingin lebih dominan. Tak lama Eva datang menghampiri mereka dengan membawa nampan yang berisi kopi panas dan susu cokelat panas.


Eva merasa canggung melihat kemesraan majikan orangtuanya itu namun tetap berusaha bersikap normal dihadapan kedua orang tersebut. Dia menaruh dua gelas minuman yang berbeda itu diatas meja sambil menatap kearah Steve, tatapannya berhasil ditangkap oleh Jessy yang sedang memperhatikannya sedari tadi.


Tatapan Eva kepada Steve membuat Jessy merasa risih dan kesal, bagaimana tidak tatapan itu jelas bukan tatapan biasa tapi seperti tatapan menyukai seseorang. Sedangkan Steve dia mengacuhkan gadis didepannya itu karena sejak kejadian didepan kamarnya sudah membuatnya tidak menyukai Eva.

__ADS_1


" Nona siapa namamu ?". Tanya Jessy memecahkan keheningan sekaligus mengagetkan Eva.


" E-Eva Nona. Maaf Tuan dan Nona silahkan dinikmati ". Jawabnya terbata lalu permisi pergi meninggalkan Steve dan Jessy disana.


Kepergian Eva diamati oleh Jessy dari tempat duduknya, setelah tidak terlihat lagi wanita itu Jessy melayangkan pandangannya kearah Steve.


" Ada apa ? Kenapa kau menatapku seperti itu ?". Serunya yang mendapati tatapan tajam dari istrinya.


" Kau senang kan dilihati oleh Nona Eva barusan !". Tukasnya tajam.


Steve mencium aura kecemburuan dari Jessy, bukannya merasa takut malah Steve dibuat tersenyum karena senang Jessy sedang cemburu saat ini. " Apa kau cemburu dengan Nona Eva ?". Steve malah balik bertanya dan menggodanya.


" Kalau tidak, kenapa kau merasa kesal seperti ini ?".


" Aku .. aku hanya tidak suka saja jika suamiku ditatap oleh wanita lain ". Jawab Jessy.


Terdengar suara tawa kecil Steve ditelinga Jessy, seketika Jessy kembali menatap tajam orang disampingnya itu. " Kenapa kau tertawa !". Tukasnya tidak suka karena kesal.


" Aku senang melihatmu cemburu seperti ini ". Jawab Steve mencubit pipi Jessy gemas.

__ADS_1


" Aku tidak cemburu, sungguh percaya diri sekali kau ini ". Sekali lagi Jessy membantah.


" Terserah kau berkata apa Jessy yang jelas matamu tidak bisa berbohong, nyata sekali kau saat ini sedang cemburu dengan Nona Eva. Biar ku jelaskan, aku sama sekali tidak mengenal Nona Eva dan kau tahu aku tidak menyukai gadis itu sejak bertemu dengannya di depan kamar. Aku tahu Nona Eva mungkin menyukaiku tapi tidak denganku, aku lebih menyukai wanita disampingku ini bahkan aku sangat mencintainya ". Tutur Steve pelan sambil membenarkan rambut Jessy karena terkena hembusan angin.


Jessy membelalakan matanya saat mendengar ucapan terakhir Steve, rasanya tidak percaya dengan ucapan suaminya itu. " Tadi kau mengatakan apa Steve ?". Tanyanya memastikan.


" Tidak menyukai Nona Eva ". Jawab Steve yang sengaja pura-pura tidak tahu maksud pertanyaan dari istrinya itu.


" Bukan .. bukan yang itu, kalimat terakhirmu tadi. Kau bilang apa ?".


Steve tersenyum kepada Jessy lalu memajukan wajahnya mengarah ke telinga Jessy. " Aku mencintaimu Jessy ". Bisiknya pelan bahkan hembusan nafas Steve menyentuh telinga Jessy dan itu membuatnya terasa geli.


Ungkapan itu membuat wajahnya memerah, perasaan yang selama ini dia tunggu-tunggu dari suaminya akhirnya terungkap juga. Matanya berbinar-binar merasa haru, penantiannya selama ini akhirnya terbalas. Sekarang bukan dirinya saja yang mencintai tetapi Steve pun juga mencintai dirinya, raut wajahnya bahagia dan rasa bahagia itu dia curahkan melalui airmatanya.


Jessy segera memeluk Steve erat-erat dan membiarkan airmatanya mengalir membasahi baju Steve. Dia begitu sangat bahagia malam ini, dan tak lama kemudian Jessy melepaskan pelukannya dan menatap dalam-dalam mata Steve.


" Aku juga mencintaimu Steve. Aku bahagia perasaanku terbalaskan saat ini, terima kasih karena sudah mencintaiku Steve ". Ucapnya pelan sambil menyeka airmatanya.


" Seharusnya aku yang berterima kasih Jessy, karenamu aku belajar banyak hal. Sampai akhirnya aku mencintaimu, aku tidak akan melepaskan atau meninggalkanmu Jessy ". Tuturnya yang juga ikutan menyeka airmata diwajah Jessy.

__ADS_1


Setelah itu Steve menyodorkan gelas yang berisi susu cokelat untungnya susu cokelat tersebut masih hangat begitu juga kopi hitamnya. Selesai meneguk minuman mereka masing-masing, Steve dan Jessy pun kembali ke kamar mereka karena udara semakin dingin.


__ADS_2