
Jessy dan Steve saling melirik. "Papa dan mama, sekarang ini ... Jessy ... Jessy hamil dan usia kandungan Jessy sudah 4 minggu." Ucapnya bahagia didepan kedua orangtuanya.
Olive menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena kaget, apa yang diharapkan oleh mereka akhirnya terkabulkan. Leo juga sama halnya dengan Olive, pria paruh baya tersebut begitu bahagia mendengar bahwa putrinya sekarang hamil. Impiannya ingin menggendong cucu akan segera tercapai.
" Jessy. Mama turut bahagia mendengarnya, Sayang." Olive memeluk tubuh putrinya itu dengan bahagia.
" Papa juga sangat bahagia mendengarnya, nak. Akhirnya kami akan memiliki cucu. Brian pasti juga sangat senang saat tahu hal ini. "
" Ah, aku lupa memberitahukan ini kepada mereka. Sebentar aku akan menelepon papa." Tutur Steve dengan mengeluarkan ponselnya dari saku celana yang ia kenakan.
Steve pun mulai menelepon Brian, lalu berjalan agak menjauh dari Jessy dan orangtuanya agar bisa lebih leluasa mengobrol dengan papanya.
***
__ADS_1
Tepat jam 5 sore mereka berkumpul dirumah kediaman Brian Anderson. Setelah mendapat kabar dari Steve melalui telepon, Brian langsung mengadakan acara kecil-kecilan untuk merayakan kehamilan Jessy.
Walau ini berlebih menurut Jessy dan Steve, tapi mereka tidak bisa menolaknya karena sudah keinginan orangtuanya. Mau tidak mau mereka pun menuruti kemauan Brian yang mengadakan perayaan tersebut.
Kedua keluarga itu pun berkumpul di halaman rumah belakang yang dipenuhi dengan tanaman-tanaman. Suasana yang penuh kebahagiaan itu pun menyelimuti mereka semua.
Satu persatu dari kedua keluarga memberi selamat kepada Jessy dan juga Steve atas kehamilan Jessy saat ini. Kehamilan Jessy memang menjadi berita yang sangat luarbiasa karena ini merupakan cucu pertama bagi kedua keluarga.
Semua orang bertepuk tangan dengan girang, benar-benar suasana malam ini diselimuti sukacita dan canda tawa. Steve pun memeluk Jessy dari arah belakang, memberikan kehangatan kepada istrinya itu karena udara juga mulai terdingin.
***
" Kau ingin mandi, Sayang." Tanya Steve kepada Jessy sesaat setelah keduanya masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
" Tidak, Steve. Aku ingin segera beristirahat. Rasanya lelah sekali. " Balasnya sambil memijat pelan kedua pundaknya. " Kalau kau ingin mandi, mandilah. Tapi tunggi sebentar, aku ingin membersihkan wajahku. " Sambungnya lagi yang kemudian berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Sudah beberapa menit yang lau, Jessy dan Steve tiba dirumah mereka. Walaupun Brian menyuruh mereka untuk menginap dirumahnya, tapi kedua menolak dan ingin pulang saja. Tidak ada paksaan juga dari orangtuanya dan mengizinkan mereka untuk pulang.
Selesai Jessy dari dalam kamar mandi, ia pun mengganti bajunya dengan baju tidur bermotif kupu-kupu. Setelah itu ia menyuruh Steve untuk mandi, karena tadi ia juga sudah menyiapkan air hangat untuk suaminya itu mandi.
Sembari menunggu Steve mandi, Jessy membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur. Meregangkan tubuhnya yang terasa lelah karena seharian ini. Jessy pun mengelus permukaan perutnya dengan lembut dan tersenyum.
" Hari ini, Mama banyak mendapatkan hadiah. Tapi hadiah yang paling berharga adalah kehadiranmu, nak. Mama bahagia sekali, nak. Mama akan menjagamu dengan baik sampai kau datang ke dunia ini. I love you. "
Karena kelelahan, kedua mata Jessy pun mulai terasa berat lalu menutup kedua matanya dan mulai terlelap. Tak lama kemudian, Steve pun keluar dari kamar mandi. Ia melihat istrinya sudah tertidur, ia pun segera mengenakan baju da ikut tidur bersama istrinya.
Sebuah kecupan di dahi Jessy diberikan oleh Steve, setelah itu ia pun ikut memejamkan matanya dan tak lupa tangannya memeluk tubuh kecil Jessy
__ADS_1