
Setelah melakukan pemeriksaan 2 minggu yang lalu usia kandungan Jessy memasuki 3 minggu saat ini. Usia kandungan yang sangat rentan bagi ibu hamil, demi keadaan Jessy baik-baik saja, Steve rela untuk tidak masuk kerja. Dia hanya menerima laporan dari Juan melalui email selama dia menjaga Jessy, sebenarnya Jessy sudah mengatakan kepada Steve kalau dia tidak perlu seperti itu tapi Steve tetap tidak mau mendengarkan Jessy.
" Jessy ... apa rasa mualmu sudah berkurang kalau tidak aku akan memanggil dokter kerumah ". Seru Steve yang melihat Jessy terbaring ditempat tidur.
" Tidak perlu memanggil dokter kesini, aku tidak apa-apa .. Aku hanya perlu beristirahat saja Steve ".
" Baiklah aku akan menemanimu disini ". Steve menawarkan diri untuk menemani Jessy dan Jessy pun menerima tawaran tersebut dengan senang hati. Entah sejak mengetahui dirinya hamil, Jessy merasa nyaman jika berada didekat Steve. Inginnya tiap saat berada didekat Steve tapi dia juga tidak mau egois karena suaminya itu juga harus bertanggung jawab atas perusahaan yang dijalankannya saat ini.
Sebuah ketukan dipintu kamar mereka terdengar dan Steve mempersilahkan masuk, ternyata bi Nat yang mengetuk pintu.
" Ada apa bi !". Tanya Steve.
" Maaf tuan, ada papa dan mamanya Nona Jessy datang dan menunggu dibawah ".
" Baiklah bi, sebentar kami akan turun. Terima kasih ". Ucap Steve tersenyum kepada bi Nat.
Bi Nat pun segera turun kembali kebawah, Steve membangun Jessy yang sudah tidur disampingnya itu dengan pelan.
" Jessy, papa dan mama sudah datang mereka menunggu kita dibawah ". Terdengar suara Steve yang pelan di telinga Jessy.
Jessy pun membuka matanya. " Papa dan mama datang ". Ulanginya dengan nada serak khas bangun tidur.
" Iya, mereka dibawah. Ayo cuci mukamu sekarang setelah itu kita turun menemui mereka ". Pinta Steve lalu membantu Jessy bangun dari tempat tidur dan mengantarkannya ke kamar mandi.
Sementara Jessy mencuci mukanya di kamar mandi, Steve menunggunya di samping pintu sambil mengecek ponselnya karena sedaritadi ada beberapa pesan yang masuk diponselnya itu. Rata-rata adalah pesan dari Juan dan satu nomor tak dikenal mengirimkannya pesan.
" Aku sudah tahu siapa istrimu Steve, apa wanita itu sudah merayumu sehingga kau menikahinya saat kita dalam masalah ? Aku pastikan kalian tidak akan bahagia Steve ".
__ADS_1
Isi pesan dari nomor tak dikenal itu sudah dipastikan oleh Steve jika nomor itu adalah milik Kimberly. Wanita ini sungguh tidak waras sekali. Aku menyesal telah mencintainya, aku tidak akan membiarkannya menyakiti Jessy. Gumamnya menatap ponselnya tersebut.
" Steve, bisakah kau ambilkan baju untukku ? Bajuku basah terkena air tadi ". Pinta Jessy tiba-tiba dan mengagetkan Steve yang sedang menatap tajam ponselnya.
" Tunggulah sebentar ". Jawabnya lalu menuju ruang ganti untuk mengambil baju Jessy kemudian dia memberikan kepada Jessy baju berwarna hijau tua. Jessy mengganti pakaiannya dan setelah itu keluar dari kamar mandi.
" Ayo kita turun Steve, papa dan mama pasti sudah lama menunggu kita ". Ajaknya yang mengulurkan tangannya kepada Steve.
Steve pun meraih tangan Jessy dengan tersenyum dan mengeratkan jarinya di jari Jessy. " Kau cantik sekali mengenakan baju warna ini, sangat cocok denganmu Jessy ". Bisiknya ditelinga Jessy.
" Benarkah ! Aku baru kali ini mendengarmu memujiku Steve ". Tuturnya tersipu malu karena Steve memujinya.
" Kau hanya tidak tahu saja, sebenarnya aku sudah sering kali memujimu tapi dari dalam hatiku saja ". Jawabnya dengan jujur.
" Kau serius !". Seru Jessy tidak percaya.
Steve hanya menganggukan kepalanya dan karena sudah sampai dibawah pembicaraan mereka berdua pun berakhir.
" Sayang ". Ucap Olive saat Jessy sudah didekatnya dan segera memeluk putrinya itu. " Bagaimana keadaanmu sayang ". Tanyanya setelah melepas pelukan mereka.
" Baik ma ". Jawab Jessy tersenyum.
" Papa dan mama sangat senang saat tahu kau hamil nak, dan maaf kami baru bisa datang melihatmu karena kesibukan pekerjaan papamu dan juga mempersiapkan pernikahan Alex dan Natalie ". Ucap Olive menjelaskan kenapa dirinya dan suaminya itu baru bisa datang sekarang.
" Tidak apa-apa ma, aku senang kalian berdua sudah datang kesini ". Tutur Jessy yang mengerti akan kedua orangtuanya itu. " Papa ". Peluk Jessy kepada Leo yang berdiri disamping Olive.
Steve pun juga menyambut kedua mertuanya itu dengan sebuah pelukan. Dia juga senang mertuanya datang karena bisa terlihat raut wajah Jessy yang bahagia saat dikunjungi oleh orangtuanya.
__ADS_1
" Papa .. Mama, bertahanlah dulu kita makan malam bersama disini ". Pinta Steve kepada Leo dan Olive.
" Baiklah, sesuai permintaanmu nak ". Jawab Leo menyetujuinya.
Karena Leo dan Olive akan makan malam dirumah, Jessy pun ingin membantu bi Lusy dan bi Nat untuk menyiapkan makan malam mereka. Olive pun menawarkan dirinya untuk ikut membantu dan membiarkan suami dan menantunya mengobrol.
***
Saat makan malam tiba mereka berempat pun sudah berada dimeja makan dan memulai makan mereka. Sementara mereka asyik makan malam, tiba-tiba Juan datang menghampiri mereka setelah pintu rumah dibuka oleh bi Lusy.
" Selamat malam Tuan dan Nyonya ". Sapanya sopan ketika melihat orangtua Jessy juga ada disitu.
" Selamat malam juga, mari ikutlah makan bersama kami ". Balas Olive tersenyum kepada Juan.
" Tidak Nyonya saya sudah makan, silahkan dilanjutkan kembali ". Tolak Juan dengan halus.
" Juan tunggulah diruang kerjaku jika kau tidak mau makan malam bersama kami ". Perintah Steve kepada Sekretarisnya itu.
" Steve ... " Tegur Leo sambil menatap Steve.
" Iya pa ". Jawabnya tidak tahu menahu maksud tatapan Leo. " Kenapa papa menatapku seperti itu ?". Tanyanya heran.
" Kau ini pemilik perusahaan, dan tidak tahu sopan santun terhadap tamumu sendiri ". Jawab Leo mengoreksi kelakuan menantunya itu.
" Tenang saja pa, Juan sudah terbiasa dengan itu bahkan kalau perlu aki bisa menyuruhnya tetap berdiri disana ". Balasnya dengan nada tertawa dan disambut tawa oleh yang lain.
" Kau ini sungguh aneh sekali, terserah kau saja papa tidak akan melaranmu ". Leo mendengus karena mendengar jawaban menantunya itu lalu ia ikut tertawa.
__ADS_1
" Papa, Juan adalah saudara angkat Steve sekaligus sekretaris pribadinya jadi tak heran jika perlakuan diantara kedua seperti itu ". Timpal Jessy menjelaskan kepada papanya.
Setelah itu Juan menunggu Steve diruang kerja seperti biasa. Sedangkan yang lainnya melanjutkan makan malam mereka hingga selesai, Leo dan Olive pun segera pamit pulang begitu selesai makan malam bersama anak dan menantunya. Sesudah kepulangan Leo dan Olive, Steve mengantar Jessy menuju kamarnya untuk beristirahat sebelum ia menemui Juan diruang kerjanya.