Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Situasi Apa Ini


__ADS_3

Seminggu setelah perayaan ulangtahun pernikahan Steve dan Jessy, dan sesuai dengan janji Steve bahwa ia akan memberikan hadiah kepada Jessy setelah mereka pulang.


Ternyata hadiah yang diberikan oleh Steve adalah sebuah mobil mewah berwarna hitam dan ukurannya agak besar dari mobil sebelumnya yang ia miliki.


Mobil ini lebih bagus dan nyaman untuk di pakai oleh Jessy dan Nico jika ingin pergi jalan-jalan. Jessy hanya bisa menerima pemberian dari suaminya itu dengan tersenyum walaupun sempat menceramahi Steve karena sudah boros membeli mobil mewah seperti ini dan pasti harganya mahal.


Namun karena niat Steve yang kuat mau tak mau Jessy pun luluh dan menerima hadiah yang diberikan oleh suaminya itu, dan jelas berbeda dengannya yang hanya memberikan gelang sepasang kepada suaminya itu.


"Hadiah yang kau berikan kepadaku tidak sebanding dengan apa yang aku berikan kepadamu, Sayang." Ucap Jessy.


"Itu bukan masalah, Sayang. Bagiku kau dan Nico saja adalah hadiah yang paling istimewa untuk ku."


Kedua orang itu pun saling berpelukan dan tak lupa Steve membenamkan bibirnya di bibir Jessy.


***


Di Perusahaan Coltarus, Steve melakukan rapat dadakan kepada seluruh staff inti dari perusahaan tersebut. Setelah mengetahui apa yang terjadi pada proyek mereka di Bali, dan melakukan pengecekan secara tiba-tiba di lokasi tersebut walaupun bukan dirinya yang datang kesana.

__ADS_1


Menerima laporan secar detail oleh anak buahnya beberapa hari dan tepat hari ini ia melakukan rapat mendadak. Bahkan rapat dengan klien pun terpaksa ditunda olehnya dan jadwal diatur ulang.


Ini lebih penting karena proyek besar yang mereka kerjakan di Bali sudah merenggut nyawa orang dan lebih parahnya lagi, dirinya sebagai pemimpin perusahaan tidak mengetahui kejadian tersebut.


Tentu hal ini membuatnya marah dan jengkel, dan Sekretaris Juan yang kemarin baru tiba dari Bali langsung menghadap Pimpinannya itu walaupun dirinya lelah karena perjalanan dari Indonesia ke Australia.


Lanny yang tahu jika suami sahabatnya itu lagi tidak enak hati pun hanya diam sambil mengerjakan sesuatu untuk persiapan rapat ini. Dirinya pun tidak mau menjadi sasaran amukan bossnya itu lebih baik ia menghindar saja.


"Bawakan berkas yang dimeja itu ke ruang rapat sekarang." Perintah tegas Steve kepada Lanny.


Lanny menganggukkan kepalanya dan segera membawa tumpukan berkas itu ke ruang rapat. Ketika ia masuk keluar dari ruangan Steve, Lanny berpapasan dengan Sekretaris Juan yang baru saja tiba di kantor.


"Tentu saja ke ruang rapat sebelah, Tuan." Jawab Lanny.


"Pergilah. Beritahu kepada yang lain untuk menunggu Tuan Steve sebentar, aku ada sesuatu yang ingin dibicarakan kepadanya sebelum rapat."


"Baiklah." Lanny pun pergi meninggalkan Sekretaris Juan yang juga bersamaan masuk ke dalam ruangan Steve.

__ADS_1


***


"Rapat kali ini benar-benar mengerikan. Kenapa juga Tuan Steve menyuruhku ikut bergabung dengan Sekretaris Juan kesana. Aduh !!!!!." Batin Lanny dalam hatinya saat keluar dari ruang rapat yang sudah selesai 15 menit yang lalu.


Karena insiden du proyek itu, Lanny harus ikut pergi ke Bali bersama tim Sekretaris Juan untuk menyelidiki kasus yang sudah terjadi 2 bulan yang lalu. Walaupun nantinya Steve dan Jessy juga bakal menyusul kesana, tapi rasanya pergi bersamaan dengan Sekretaris Juan akan membuat suasana menjadi canggung terlebih setelah kejadian di Resort itu.


"Sedang apa kau ? Kenapa wajahmu tiba-tiba murung seperti itu ?." Tanya seseorang secara tiba-tiba kepada Lanny.


Lanny mengenal suara yang menegurnya tadi dan menjadi salah tingkah. "Ti-tidak, Tuan. Aku hanya lelah saja, mungkin." Jawab Lanny yang tidak mau melihat kearah Juan.


"Masih pagi, kenapa bisa lelah ? Padahal tadi kerjamu hanya duduk dan mencatat apa hasil rapat tadi." Protes Sekretaris Juan yang menahan langkahnya agar berhenti dan kemudian diikuti oleh Lanny.


Aku harus menjawab apa lagi sih. Tidak mungkin aku menjawab yang sebenarnya kepada orangnya langsung, kan.


"Atau kau mau disemangati oleh ku seperti ini." Sekretaris Juan tiba-tiba memajukan badannya kedepan hampir dekat dengan Lanny yang sudah berdiri kaku.


Posisi apa ini !!!! Kenapa dia berperilaku seperti ini tiba-tiba. Lagi-lagi Lanny merasa heran akan tingkah Sekretaris Juan sejak sepulang mereka dari Resort beberapa waktu lalu.

__ADS_1


"Kau tidak boleh menghindari keputusan ini." Ucap Sekretaris Juan yang sepertinya tahu apa yang ada dalam benak Lanny. Lalu laki-laki itu menegakkan kembali badannya dan meninggalkan Lanny yang masih berdiri kaku disana.


__ADS_2