Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Kejutan Part 2


__ADS_3

Rencana yang sudah diatur oleh Steve dan seluruh pegawai di resort benar-benar tidak diketahui oleh Jessy sedikit pun. Walaupun sempat merasa aneh kenapa resort ini di hias dan dipenuhi berbagai macam dekorasi yang bagus dan cantik.


Namun lagi-lagi orang kepercayaannya yaitu Tuan Paul memberi alasan yang sangat masuk di akal. Jessy pun percaya saja atas apa yang disampaikan oleh Tuan Paul tersebut.


Lanny yang sudah mengetahui apa yang akan terjadi pun segera memberi kabar kepada atasannya yaitu Steve. Ia memberitahukan jika ia dan juga Jessy sudah berada di Resort. Tepat pukul 17.00 mereka sampai di tempat ini.


"Bersantailah sementara aku mengurus beberapa hal bersama Tuan Paul." Ucap Jessy kepada Lanny yang berdiri di belakangnya.


"Kau tidak apa-apa aku tinggal ? Aku bisa saja membantumu Jessy."


"Tidak perlu. Kau jalan-jalan saja sana. Nikmati waktumu selama disini. Besok kita sudah kembali lagi."


"Baiklah. Kalau perlu bantuan segera hubungi aku. Oke."


"Iya." Jessy pun melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti dan meninggalkan Lanny sendirian.


Lanny memperhatikan Jessy dan Tuan Paul yang melangkah menjauh darinya sampai bayangan keduanya tidak terlihat lagi.


"Sebaiknya aku menghubungi, Tuan Juan terlebih dahulu." Bicaranya sendiri sambil mengambil ponselnya yang ia taruh di saku celananya. Sementara ia mengambil ponselnya tanpa sengaja seorang menabrak dirinya sehingga benda pipih yang sudah ia sempat keluarkan terjatuh ke lantai.


"Maaf ... maafkan saya, Nona. Aku tidak sengaja." Ucap seorang tersebut yang ternyata seorang laki-laki muda yang dilihat seusia Lanny yang membantu Lanny mengambil ponsel yang sudah terjatuh tersebut.

__ADS_1


"Tidak masalah, Tuan. Saya juga minta maaf karena berdiri di tengah jalan seperti ini."


"Sekali lagi, saya minta maaf. Tolong di periksa ponselnya, kalau rusak saya akan menggantikannya." Tutur laki-laki itu sembari menyerahkan ponsel Lanny.


"Jangan, Tuan. Saya bisa memperbaiki ponsel saya jika memang benar benda ini rusak." Lanny menolak dengan senyuman agar laki-laki itu tidak perlu mengganti ponselnya. " Ah. Sepertinya ponsel saya dalam keadaan baik-baik saja, Tuan." Lanny menunjukkan layar ponselnya kepada laki-laki tersebut.


"Syukurlah kalau tidak rusak. Tapi kalau memang terjadi kerusakkan saya akan menggantinya Nona. Maaf saya tadi buru-buru dan tidak melihat Nona berdiri dan langsung menabrak Nona."


"Ponsel saya baik-baik saja, Tuan. Kalau sedang terburu-buru, silahkan lanjutkan lagi." Lanny mempersilahkan laki-laki itu untuk melanjutkan apa yang menjadi urusannya.


"Sebelumnya. Perkenalkan nama saya, Robert. Senang berjumpa dengan, Nona ... "


"Lanny. Saya Lanny." Lanny pun membalas menjabat tangan Robert dengan tersenyum.


"Terima kasih. Semoga harimu indah juga , Tuan Robert. " Balas Lanny lagi yang kemudian melepaskan tangannya.


"Kalau begitu, saya permisi pergi dulu. Semoga kita bisa bertemu lagi, Nona Lanny." Kemudian Robert pun pergi meninggalkan Lanny yang masih menatap kepergiannya itu.


Lanny menatap punggung laki-laki itu sampai benar-benar tidak terlihat lagi. "Lumayan juga." Gumamnya lagi.


Apa yang terjadi tadi, tanpa Lanny tahu ada sepasang mata melihat dirinya yang sedang mengobrol dengan Robert. Sepasang mata itu pun tampak merasa kesal bahkan tidak menyukai apa yang dilihat tadi.

__ADS_1


***


Sedangkan di tempat lain, Semua keluarga Steve dan juga Jessy sudah berkumpul di tempat yang sudah di hias sebagus mungkin. Mereka semua menunggu sampai waktunya tiba.


Karena sekarang sudah pukul 18.00 malam, Tuan Paul mengajak Jessy untuk makan malam bersama di suatu tempat yang sudah dipersiapkan oleh karyawan Resort.


Jessy mengiyakan ajakan tersebut dan kebetulan perutnya sudah lapar karena tidak sempat makan siang tadi. Sebelum ia dan juga Paul menuju ke tempat yang dimaksud, Jessy menghubungi Lanny agar sahabatnya itu segera menyusulnya.


"Kau dimana ?." Tanya Jessy tanpa basa basi.


"Aku ada diluar. Kenapa ? Kau butuh sesuatu ?." Jawab Lanny yang berbohong. Sebenarnya dirinya sudah berada di lokasi yang akan dijadikan tempat memberi kejutan kepada Jessy.


"Kita makan malam dulu. Aku dan dan Tuan Paul sudah berjalan menuju kesana. Segeralah datang kesini. Oke." Perintah Jessy.


"Oke. Aku kesana."


Panggilan keduanya pun berakhir, Lanny memberitahukan kepada Steve jika Jessy sudah menuju ke tempat ini. Dan Steve pun memerintahkan kepada semua orang yang ada ditempat itu untuk bersiap-siap memberikan kejutan kepada Jessy.


Steve berharap apa yang sudah ia lakukan ini dapat berjalan dengan baik dan yang lebih diharapkannya ialah semoga istrinya itu menyukai acara kejutan yang sudah ia persiapkan ini.


Selang beberapa menit kemudian, pintu masuk pun terbuka lebar dan menampakkan Jessy yang sedang berjalan sambil mengobrol dengan Tuan Paul sesuai dengan yang direncanakan. Maksud mengajak Jessy mengobrol agar ia tidak fokus kedepan.

__ADS_1


Dan saat itulah semuanya langsung berteriak kepada nya "Surprise" yang dibarengi suara tiupan terompet. Sontak Jessy kaget dan menghentikan langkahnya untuk melihat disekeliling ruangan itu.


__ADS_2