Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Menagih bagianku


__ADS_3

Kimberly membulatkan kedua matanya karena ketahuan oleh Steve bahwa dirinya sedang berbohong. Kimberly mungkin akan pergi dari kota ini namun bukan benar-benar meninggalkan kota ini tapi hanya sebatas jalan-jalan saja setelah itu dia kembali lagi.


Rencana yang disusunnya ternyata sudah tercium oleh Steve, Kimberly pun memutuskan untuk segera menandatangani beberapa perjanjian yang sudah dibuat oleh Steve dan juga Sekretaris Juan. Dengan wajah yang ditekuk, Kimberly mengukir tanda tangannya diatas lembar putih tersebut.


" Kimberly, aku tidak main-main dengan ucapanku. Jika kau masih ingin berkarir sebagai model patuhi saja perjanjian yang sudah kau tandatangani ". Steve memperingati Kimberly lagi sebelum akhirnya dia beranjak dari tempat itu dan berjalan keluar.


Steve yang berjalan duluan keluar sebelum disusul oleh Sekretaris Juan yang masih berdiri dan ingin menyampaikan sesuatu kepada Kimberly.


" Nona Kimberly, aku harap ini pertemuan terakhir kita. Dengar Nona, sama halnya dengan Tuan Steve, aku pun tidak main-main dengan ucapanku. Kalau kau ingin hidup tenang, jangan pernah menganggu keluarga Tuan Steve dan Nona Jessy. Aku akan mencarimu dimanapun kau berada Nona. Ingat itu ". Ancam Sekretaris Juan dengan senyum devilnya lalu menyusul Steve yang sudah duluan keluar.

__ADS_1


Kimberly hanya diam dan menatap kesal kearah dua laki-laki yang berjalan keluar itu. Kimberly berteriak histeris karena semua yang dia inginkan tidak tercapai, bahkan hari ini sudah berapa kali orang mengancam dirinya. Kenapa Jessy seberuntung sekali banyak orang yang melindungi dirinya. Kimberly mengacak-acak rambutnya karena rasa kesalnya, setelah itu dia pun meninggalkan cafe tersebut.


***


Setibanya dirumah Steve, Sekretaris Juan tidak mampir karena akan langsung pulang kerumahnya. Rasa lelah akan kegiatan hari ini membuat dirinya segera cepat-cepat pulang dan beristirahat. Sedangkan Steve, dirinya begitu sampai dirumah langsung menuju ke kamarnya. Begitu membuka pintu kamar, dia tidak mendapati Jessy disana, namun dirinya mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi. Steve pun membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur sembari menunggu Jessy keluar dari kamar mandi.


Tak berapa lama Jessy keluar dari kamar mandi dengan mengenakan selembar handuk yang dililitkan ditubuhnya yang putih. Jessy tidak mengetahui kalau Steve sudah ada disana sedang memperhatikan dirinya. Steve yang melihat Jessy hanya menggunakan handuk saja, menelan ludahnya terlebih lagi melihat rambut Jessy yang masih basah meneteskan air ketubuh putihnya itu.


Jessy yang mendengar suara Steve pun terkejut dan segera membalikkan badannya. " Kau .. Sejak kapan kau ada disini Steve !". Serunya kaget.

__ADS_1


" Sejak kau berada didalam kamar mandi, kenapa memangnya ? ". Balas Steve yang berjalan mendekati Jessy.


" Ti-tidak .. aku hanya kaget saja. Aku pikir kau akan telat pulang ". Jessy yang sudah malu karena hanya menggunakan handuk saja ingin cepat-cepat masuk kedalam kamar ganti namun dicegah oleh Steve yang sudah menguncinya di dinding agar tidak pergi kemana-mana.


" Ka-kau mau a-apa Steve ? Aku harus masuk kedalam untuk berpakaian, tunggulah disana aku akan segera kembali ". Perintahnya kepada suaminya itu namun tidak didengar oleh Steve.


" Jessy sudah lama aku tidak mendapatkan bagianku, aku menginginkannya sekarang. Apa bisa ?". Bisik Steve ditelinga Jessy yang membuat wanita itu terasa geli.


Jessy tidak menjawab tapi raut wajahnya sudah pasti merah merona karena malu setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Steve. Steve menatap kedua mata Jessy lalu turun kearah bibir merah milik Jessy yang membuat dirinya tergoda mencium bibir tipis tersebut. Tanpa menunggu lama Steve pun membenamkan bibirnya ke bibir Jessy, dan mulai mencium bibir wanita itu dengan lembut sedangkan Jessy pun menikmati irama ciuman Steve yang lama kelamaan membuat dirinya terbuai.

__ADS_1


Ciuman yang semulanya dibibir itu, turun ke daerah leher Jessy bahkan tangan Steve pun mulai menelusuri setiap bagian tubuh Jessy. Steve melepas lilitan handuk yang dikenakan oleh Jessy hingga jatuh kelantai, Steve mengangkat tubuh Jessy menuju ke tempat tidur dan Steve pun melepaskan pakaiannya. Kembali dirinya mencium bibir Jessy sebentar dan turun ke leher Jessy yang dibarengi dengan permainan tangannya.


Terdengar suara erangan-erangan kecil yang dikekuarkan oleh Jessy karena menikmati apa yang dilakukan oleh Steve. Steve semakin bersemangat setelah mendengar desahan kecil Jessy dan setelah itu terjadilah bagi mereka berdua menikmati pergumulan mereka malam itu, walaupun Steve melakukannya dengan hati-hati mengingat Jessy saat ini sedang mengandung.


__ADS_2