Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Menikmati Waktu Berdua


__ADS_3

Secerah pagi ini cahaya matahari yang menyinari seluruh bagian kota Sydney, semua orang menghirup udara segar dimasing-masing tempatnya. Begitu juga yang dilakukan oleh Jessy sekitar pukul 7 pagi ia bangun dan segera membasuh wajahnya agar terlihat lebih segar. Kemudian dia meninggalkan Steve yang masih tertidur nyenyak entah berapa lama suaminya itu memijat diinya semalam.


Dia berjalan kearah balkon rumah untuk mencari udara segar karena baginya menghirup udara segar dipagi hari memiliki ciri khasnya tersendiri. Terlebih lagi pantulan cahaya matahari yang mengenai dirinya membuatnya terasa adem dan menikmati suasana pagi itu. Sesampainya diatas balkon tanpa menunggu lama Jessy memejamkan matanya dan menarik udara dari hidung dalam-dalam kemudian menghembuskannya secara perlahan melalui mulutnya.


Dari atas balkon tersebut Jessybbisa melihat orang-orang yang berjalan kaki, ada yang bersepeda dan tak banyak juga yang menggunakan kendaraan. Dia juga melihat burung-burung berterbangan seperti sedanh bermain kejar-kejaran. Karena keasyikan menikmati udara segar, Jessy tidak menyadari jika Steve menyusulnya ke balkon, dengan berjalan pelan Steve mendekati Jessy yang sedang berdiri membelakangi dirinya.


Steve melingkarkan tangannya dipinggang Jessy dan memeluk wanita itu dari belakang. Perlakuan secara tiba-tiba itu sontak membuat Jessy terkejut kemudian Jessy menarik kedua sudut bibirnya, dia tersenyum saat tahu siapa yang memeluk dirinya dari arah belakang.


" Kenapa kau kesini, apa kau tidak bekerja hari ini ?".


" Tidak. Hari ini aku ingin menikmati waktu berdua saja denganmu ".


" Waktu berdua denganku ?". Jessy mengulangi ucapan Steve barusan.


" Iya ". Jawabnya menenggelamkan wajahnya dipundak Jessy.


Jessy mengerutkan dahinya tanda heran. Tidak biasanya Steve seperti ini kepadanya. " Tumben sekali kau seperti ini ?".


" Apa tidak boleh aku seperti ini kepada istriku sendiri ". Ucapnya yang menegakkan kembali kepalanya.


" Bukan. Maksudku bukan seperti itu Steve. Aku hanya heran saja tumben sekali kau ingin bersamaku ". Ujarnya menjelaskan dan membalikkan badannya menghadap suaminya itu.

__ADS_1


" Tidak usah banyak bertanya lagi, ayo kita sarapan terlebih dulu setelah itu kita jalan-jalan ". Tuturnya lalu menarik tangan Jessy.


***


Selesai mereka berdua sarapan pagi, Steve dan Jessy kembali lagi menuju kamar mereka untuk segera mandi. Mereka berdua bergantian masuk ke dalam kamar mandi, karena Steve merasakan perutnya sakit jadi dialah terlebih dulu masuk ke kamar mandi. Sementara Jessy menuju gilirannya sambil memainkan ponselnya, dia duduk diatas tempat tidur lalu melihat-lihat isi ponselnya.


Sambil menatap layar ponselnya tak lama sebuah senyuman mengulum diwajahnya. " Aku harus mengajak Steve ketempat ini, sepertinya tempat ini mengasyikkan ". Gumamnya pelan.


" Aku sudah selesai, sekarang mandilah ". Perintah Steve diambang pintu kamar mandi baru saja selesai mandi dan sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.


" Oke ". Jawab Jessy singkat. " Hmm Steve. Apa bisa kita pergi ketempat ini, aku ingin sekali kesana ". Lanjutnya lagi lalu memperlihatkan ponselnya kepada Steve.


Steve mengernyitkan dahinya setelah tahu tempat yang dimaksudkan oleh istrinya itu. " Ke tempat ini !". Tanyanya mengulangi.


" Pergilah mandi dulu ". Ucapnya memberi perintah kepada Jessy.


Raut wajah Jessy berubah, dia mencebikan bibirnya karena kesal mendengar jawaban Steve bukannya menyetujui malah menyuruh mandi. Jessy berjalan masuk ke dalam kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket karena berkeringat.


***


" Kita mau pergi kemana Steve ?". Tanya Jessy yang masih binggung mereka hendak jalan kemana. Karena sedari tadi Steve belum memberitahukan kemana tujuan mereka.

__ADS_1


Steve hanya memberikan senyuman kepada Jessy yang duduk disampingnya. Tidak mendapatkan jawaban dari Steve, Jessy pun mencebikan bibirnya karena kesal, namun kekesalan Jessy dipandang lucu oleh Steve.


Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh, sampailah Steve dan Jessy di suatu tempat. Ketika kaki Jessy sudah menginjak tanah yang berumput hijau betap takjubnya dia melihat pemandangan didepannya itu. Senyuman manis terbit diwajahnya saat matanya mengamati tempat tersebut, begitu indah dan asri.



Gambar diatas hanya ilustrasi aja ya guys 😊


Sebuah tempat yang tidak pernah ia kunjungi, tempat ini merupakan pertama kali dirinya datang. Pepohonan hijau serta rumput-rumput yang berwarna hijau segar ditambah lagi adanya pantai dengan pasir berwarna putih berpaduan dengan air laut yang biru, sangat cocok. Jessy menyukai tempat ini bahkan sangat menyukai apa yang dilihatnya saat ini.


" Kau menyukainya ?". Tanya Steve yang berjalan mendekati Jessy.


Jessy menoleh kearah Steve yang sedang berjalan dan memberikan senyuman manisnya kepada suaminya itu. " Sangat. Aku sangat menyukai tempat ini Steve ". Jawabnya antusias. " Terima kasih karena sudah mengajakku kesini, ini pertama kalinya aku datang ke tempat ini ". Ucapnya lanjut.


" Aku senang kalau kau suka tempat ini Jessy. Ini Villa punya papa, tapi letaknya sekitar beberapa meter lagi dari sini ". Tuturnya dan mengaitkan jarinya ke jari Jessy.


" Benarkah ini punya papa Brian ! Kenapa baru sekarang kau membawaku kesini Steve, tempat ini sungguh indah sekali ".


" Maaf, aku harus mencari waktu yang tepat untuk kesini ". Jawabnya seraya melepaskan senyumannya. " Kapan pun kau mau, aku akan membawamu lagi kesini ". Steve membawa Jessy jalan-jalan disekitar tempat itu sambil berpegangan tangan.


" Aku pegang janjimu Steve ". Imbuhnya singkat.

__ADS_1


Lalu mereka berdua menelusuri tiap sudut tempat itu, bahkan Jessy tak henti-hentinya mengatakan tempat ini indah sekali sampai Steve pun dibuat bosan mendengarnya tapi tidak mengurangi rasa bahagianya karena melihat Jessy yang selalu tersenyum.


__ADS_2