
Setelah mengatakan hal itu kepada Jessy, Steve berjalan menuju ruang gantinya untuk berpakaian, Sedangkan Jessy masih tetap duduk diatas ranjang.
" Oh ya, aku sudah menyuruh bibi Lusy dan bibi Nat untuk membantu kita disini ". Terdengar suara Steve dari arah dalam ruang gantinya.
" Bibi Lusy dan Bibi Nat ! Untuk apa Steve ?". Tanya Jessy dengan suara agak nyaring.
Tak lama Steve keluar dari ruang gantinya dan berjalan mendekati Jessy. " Mereka berdua akan tinggal disini, jadi kau tidak perlu repot-repot mengerjakan semua pekerjaan rumah lagi ".
" Tapi, aku bisa sendiri Steve dan lagipula .... ".
" Dengan kondisimu seperti ini, aku tidak akan membiarkanmu kecapekan Jessy lagian dengan adanya mereka kau tidak akan kesepian jika aku bekerja nanti ". Sahutnya menjelaskan.
" Tapi bolehkah aku yang mengambil bagian memasak Steve ? Hmm .. maksudku, aku hanya ingin memasak makanan untukmu saja ". Pintanya dengan malu-malu.
" Tidak apa, aku senang jika kau yang menyediakan makanan untukku ". Jawabnya memberi izin kepada Jessy.
__ADS_1
" Terima Kasih, aku tidak mau kegunaanku sebagai istri tidak ada, sebagai istri aku juga mau melayanimu Steve ".
Steve mencoba mencerna perkataan Jessy barusan terlebih lagi mendengar kalimat " melayani " lalu Steve memberikan senyum usil kepada wanita itu.
" Ada apa ! Kenapa kau tersenyum seperti itu kepadaku ?". Tanya Jessy heran.
" Katamu tadi sebagai istri harus melayaniku kan ? ". Jawab Steve mengulangi kalimant istrinya.
Jessy yang masih belum mengerti maksud dari ucapan Steve tersebut hanya menganggukkan kepalanya.
" Melayani apa ?". Seru Jessy lagi, dia mulai curiga dengan perkataan Steve barusan apalagi mata Steve memandangi dirinya begitu intens. " Steve, kenapa kau melihatku seperti itu ?".
Tanpa aba-aba dan menunggu lagi, Steve langsung mencium bibir Jessy. Entah kenapa dirinya selalu tergoda jika berada di dekat Jessy, hasratnya sudah tidak bisa ditahankan lagi bila sudah berada bersama Jessy. Steve mencium bibir Jessy dengan lembut dan pelan sehingga Jessy yang awalnya kaget dan menolak lama kelamaan menikmati ciuman dari Steve.
Steve melepas ciuman sebentar dan menatap wajah Jessy lekat. " Jessy, bolehkah aku melakukannya ". Tanya Steve dengan suara pelan biar bagaimana pun Steve harus menanyakannya lebih dulu kepada Jessy sebelum melakukannya.
__ADS_1
Jessy tidak menjawab tapi hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Mendapat lampu hijau dari Jessy, Steve melanjutkan aksinya lagi mencium wanita dihadapannya itu bahkan ciumannya semakin lama semakin bernafsu. Steve mendorong pelan tubuh Jessy agar terbaring tapi tidak melepas ciuman mereka. Dan sekarang tangannya pun ikut bermain membuka baju yang dikenakan oleh Jessy dan melepaskannya sehingga terlihat jelas tubuh istrinya itu yang mulus dan putih.
Steve pun melepas bajunya dan melemparkannya disembarang tempat, lalu melanjutkan ciumannya yang dari bibir lalu turun kebagian leher Jessy. Terdengar suara desahan kecil Jessy, yang membuat Steve semakin bersemangat untuk melakukan lebih dari itu. Jessy memegangi kepala Steve, meremas pelan rambut Steve karena permainan Steve membuatnya bergairah. Sedangkan Steve yang merasakan bahwa Jessy sudah bergairah, memberikan sentuhan-sentuhan berikutnya dan setelah itu permainan mereka berdua berlanjut entah sampai berapa lama saat itu. (Hanya mereka berdua dan thor saja yang tahu 😂)
***
Dilain tempat, Sekretaris Juan yang terlebih dahulu menjemput Lanny dirumahnya sebelum menjemput kedua pembantu dirumah besar. Lanny yang sudah menerima pesan dari Sekretaris Juan menunggunya didepan rumah. Lanny mendengar bunyi klakson mobil dari luar rumahnya segera bergegas menuju mobil tersebut karena pikirnya tidak mau membuat Sekretaris Juan menunggu lama dirinya.
" Selamat Sore Tuan Juan ". Sapa Lanny yang sudah masuk kedalam mobil tapi tidak duduk dikursi depan tetapi bagian belakang.
" Pindah sekarang juga, aku bukan supir pribadimu ". Jawab Sekretaris Juan datar tanpa menoleh kebelakang.
Lanny pun mendengar ucapan Sekretaris Juan segera keluar dari mobil dan masuk lagi dibagian kursi depan. " Maafkan saya Tuan Juan ". Tuturnya sambil menundukkan kepala.
" Pasang sabuk pengamanmu apa perlu aku yang memasangkannya ? ". Ucap Sekretaris Juan lagi dengan suara datar dan dingin.
__ADS_1
Lanny hanya menelan ludahnya karena dirinya sendiri pun gugup jika sedang berdua saja dengan sekretaris Juan. Lanny memasang sabuk pengamannya dan duduk diam saja menatap lurua kedepan tidak berani menatap orang disampingnya itu. Sekretaris Juan pun melajukan mobilnya menuju rumah besar untuk menjemput bibi Lusy dan bibi Nat disana.