Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Pertunangan Kakak 2


__ADS_3

Jessy yang melihat tingkah laku Steve hari ini yang jadi baik padanya membuat Jessy bertanya-tanya. Tidak seperti biasanya Steve bertingkah seperti ini, sikapnya yang dingin terhadap Jessy seketika berubah. Apa yang terjadi dengan dirinya ? Itu yang sekarang ada di dalam pikiran Jessy.


Jessy yang sudah turun kebawa membaur dengan kerabat-kerabat yang lainnya sambil mencari keberadaan Steve.


" Jessy ". Panggil Natalie.


" Natalie ". Balasnya lalu berjalan mendekat kearah Natalie.


" Jessy aku merindukanmu ". Ucap Natalie yang senang melihat calon adik iparnya datang dan memeluk Jessy langsung.


"Aku juga merindukanmu Natalie aku bahagia akhirnya kau akan menjadi kakak iparku ". Tuturnya dalam pelukkan Natalie.


" Mana Steve katanya dia datang juga kesini ". Tanya Natalie yang melepaskan pelukkannya.


" Aku juga mencarinya, entah dia pergi kemana ". Jessy yang melihat disetiap sudut ruangan rumahnya.


" Baiklah cari dia karena tinggal 10 menit lagi acaranya dimulai sayang ". Ujar Natalie sambil melihat arlojinya dan setelah itu menyentuh pipi Jessy.


" Aku akan segera kembali ". Balasnya kepada Natalie lalu pergi.


Jessy yang berkeliling mencari Steve, belum menemukannya. Begitu dia pergi masuk ke dapur, dia melihat Steve yang duduk santai sambil menikmati kue buatan mama mertuanya.


" Steve, sedang apa kau disini ". Tanya Jessy


" Apa kau buta, tidak melihatku sedang apa ! ". Tukasnya yang melirik Jessy sekilas.


" Tidak, aku tidak tahu kau sedang apa ". Jawab Jessy yang duduk di depan Steve.


" Apa kau tidak lihat, aku sedang makan kue ! ". Tutur Steve lagi.


" Benarkah ? Mana kuenya ? ". Seru Jessy yang melihat kue yang dimaksud Steve tidak ada.

__ADS_1


" Ini disini ". Tunjuk Steve dengan jari dan arah matanya.


Steve kaget karena kue yang dimakannya sedari tadi tidak ada di piringnya.


" Iyaa kuenya ada di dalam perutmu bodoh ". Gumam Jessy yang tertawa kecil.


" Beraninya kau mengataiku bodoh, hah ! ". Celetuk Steve tidak terima.


" Maaf .. maaf, orang yang di depanku ini orang termulia .. Tuan Steve Anderson ". Imbuhnya lagi sambil menundukkan kepalanya.


" Apa yang sedang kau lakukan ". Seru Steve yang melihat kelakuan Jessy.


" Aku sedang menghormatimu Tuan muda Steve ". Timpalnya lagi.


" Tapi tidak disini, apa kau mau orang-orang melihatnya ".


" Baiklah Tuan Steve, kita sudahi percakapannya sampai disini, mari kita bergabung dengan keluarga yang lain ". Ajak Jessy yang sudah beranjak berdiri.


Kenapa hari ini aku bisa seleluasa ini mengobrol dengan Jessy, Jessy yang ku kenal selama ini ternyata orangnya mengasyikkan juga.


Jessy yang tiba-tiba membalikkan badannya melihat Steve tersenyum sendiri. Jessy mengernyitkan dahinya tanda heran.


" Kau tersenyum sendiri ? Ada apa Steve ! " Seru Jessy tiba-tiba.


" Aku ? Kenapa denganku, biasa saja ". Bantahnya cepat lalu jalan melewati Jessy.


Jessy hanya melihat punggung belakang Steve yang melewatinya barusan. Dalam hatinya pun bersorak karena melihat sikap Steve seperti ini kepadanya.


Beginilah setiap hari Steve, aku senang akhirnya kau memberikan senyumanmu kepadaku. Aku berharap keadaan ini tidak cepat berlalu. Batin Jessy.


***

__ADS_1


Akhirnya acara pertunangan Alex dan Natalie selesai, semua kerabat yang datang baik dari keluarga Alex dan keluarga Natalie menikmati hidangan yang sudah disiapkan oleh mereka. Jessy datang mendekati kakaknya Alex dan Natalie tak lupa dia menarik lengan baju Steve untuk mengikutinya.


" Kenapa menarikku seperti ini Jessy !". Tegur Steve


" Agar kau tidak kabur lagi ". Jawabnya tanpa melihat Steve.


" Berhentilah, kita lakukan selayaknya pasangan suami istri yang normal ". perintah Steve yang menghentikan langkah kakinya.


Jessy juga menghentikan langkah kakinya dan membalikkan badannya menghadap Steve.


" Layaknya pasangan yang normal ! ". Serunya mengulangi perkataan Steve mencoba mencerna maksud perkataan Steve.


" Iya, kemarikan tanganmu ". Jawab Steve yang meraih tangan Jessy.


" Kau mau melakukan apa Steve ?". Tanyanya yang sedikit berontak.


" Tenanglah, kita ini suami istri jadi kita harus mesra seperti ini ". Ucapnya yang mengalungkan tangan Jessy di tangannya. " Ayo temui Alex dan tunangannya ". Ajaknya lagi dengan senyuman.


Jessy membiarkan dirinya terbawa dengan keadaan yang dilakukan oleh Steve kepadanya, jujur saja hatinya senang melihat ini Steve memegang tangannya. Tapi tiba-tiba pikiran negatifnya datang dan menghantui perasaannya lagi.


Jangan terlalu banyak berharap Jessy ini hanya sandiwara semata, Steve berlaku baik hanya di depan keluargamu saja .. Dalam pikiran Jessy.


Mereka berdua sampai ditempat Alex dan Natalie berada. Dengan sangat bahagia Jessy memeluk kakaknya dan bergantian memeluk Natalie. Begitu juga dengan Steve melakukan hal serupa seperti Jessy.


" Aku senang kalian berdua datang, terlebih kau Steve ". Tutur Alex yang memukul pelan lengan Steve.


" Selamat untuk kalian berdua Alex ". Ucap Steve memberi selamat.


" Selamat untuk kalian berdua kak, aku tidak percaya ini Natalie akan menjadi kakak iparku ". Timpal Jessy yang merasa terharu, karena dia tahu sekali perjuangan cinta Alex dan Natalie sampai akhirnya mereka berdua ditahap ini.


" Aku juga sangat senang akan menjadi kakak perempuan bagimu Jessy walaupun hanya ipar ". Sambung Natalie yang memamerkan senyumannya.

__ADS_1


Mereka berempat saling mengobrol satu sama lain, melepas rindu karena sudah lama Alex dan Natalie tidak mengobrol dengan Jessy sejak berpindahnya Jessy kerumah Steve.


__ADS_2