Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Menyesal


__ADS_3

Hari sudah sore tetapi Jessy belum juga sadar, melihat itu Steve semakin khawatir akan keadaan Jessy. Berulang kali Steve menanyakan kenapa Jessy belum juga sadar kepada Dokter Carlos. Tetapi jawaban yang diberikan Dokter Carlos tidak membuatnya puas. Dia mondar mandir di dekat ranjang tidur Jessy sampai pada akhirnya Sekretaris Juan dan Lanny datang masuk kedalam kamar rawat Jessy.


" Maafkan kami Tuan Steve karena baru datang". Ucap Sekretaris Juan yang meminta maaf atas keterlambatan mereka.


" Kalian darimana saja, kenapa lama sekali ". Jawab Steve yang sedikit kesal.


" Kami singgah membelikan makanan untuk Tuan dan ke Rumah Sakit lain untuk memastikan ini Tuan ". Tutur Sekretaris Juan yang menyerahkan amplop warna coklat kepada Steve.


" Apa ini ". Steve mengambil amplop tersebut dari tangan Sekretaris Juan dan segera membuka isi amplop cokelat tersebut.


Sedangkan Lanny yang sudah tahu sebenarnya merasakan kesedihan melihat penderitaan yang dialami sahabatnya yaitu Jessy. Dia menghampiri Jessy yang masih belum sadar dan mengusap kepalanya, tak bisa ditahannya airmata yang keluar jatuh di pipinya. Setelah itu dia menghapus airmatanya dan ingin membersihkan tubuh Jessy karena hari sudah semakin sore, tapi dirinya merasa sungkan untuk berbicara kepada dua orang laki-laki yang merupakan atasannya tersebut.


" Maaf Tuan Steve, saya mau membersihkan tubuh Jessy, bisakah .... ".


Steve yang mengerti maksud Lanny segera mengajak Sekretaris Juan keluar dari ruangan tersebut.


" Juan kita temui Carlos diruangannya, ayo ". Ajak Steve lalu berjalan keluar yang diikuti oleh Sekretaris Juan dibelakangnya.

__ADS_1


Saat dua orang tersebut keluar Lanny cepat-cepat mengunci pintu kamar rawat Jessy tersebut. Tanpa menunggu lama Lanny membersihkan tubuh Jessy dan menggantikan pakaian Jessy dengan yang bersih.


Sedangkan dilain tempat, Steve dan Sekretaris Juan yang baru saja masuk kedalam ruang kerja Dokter Carlos langsung memberikan amplop cokelat tersebut kepada Dokter Carlos.


" Apa ini Steve ". Tanya Dokter Carlos yang heran.


" Ternyata dia sudah tahu penyakitnya dan menyembunyikan ini dariku dan keluarganya ". Ucap Steve yang terlihat frustasi.


Dokter Carlos yang mendengarkannya pun segera membuka isi amplop tersebut. Dia membaca tulisan pada kertas putih tersebut dengan cepat.


" Aku mengenal dokter yang merawat Nona Jessy Steve, aku akan menanyakan ini kepadanya. Setidaknya Dokter Johny spesialis penyakit kanker, dan aku baca juga disini Nona Jessy sudah melakukan kemoterapi 1 kali dengannya ".


" Bisakah dia sembuh Carl ". Terdengar suara cemas Steve.


" Bisa Steve, asalkan Nona Jessy rutin melakukan pengobatannya dan untuk memastikan itu lagi akan dilakukan operasi agar mengetahui sel kanker tersebut sudah menyebar atau belum ". Jelas Dokter Carlos.


" Lakukan yang terbaik untuknya Carl, aku mau dia sembuh total ". Pinta Steve yang membalikkan tubuhnya menghadap Dokter Carlos dan Sekretaris Juan.

__ADS_1


" Aku akan melakukannya sebisa mungkin Steve, dan aku akan meminta bantuan juga kepada Dokter Johny ". Jawab Dokter Carlos sungguh-sungguh.


" Terima kasih Carl, aku mempercayaimu ". Ucap Steve terakhir lalu berjalan keluar dari ruangan Dokter Carlos.


***


"Tuan, ini kopinya ". Sodor Sekretaris Juan secangkir Kopi kepada Steve.


" Terima kasih Juan ". Ucap Steve tanpa menoleh.


Lalu Sekretaris Juan duduk berhadapan dengan Steve di kantin Rumah Sakit tersebut. Suasana sempat hening sampai pada akhirnya Steve berbicara.


" Aku sudah bersalah padanya Juan ". Ujar Steve yang melihat kearah meja putih polos. " Gadis itu sangat baik padaku tetapi aku mengabaikannya, tidak peduli dengannya karena aku terlalu memfokuskan hatiku kepada Kimberly ". Sambungnya dengan suara pelan.


Sekretaris Juan yang diam tidak mau angkat bicara, dia membiarkan Steve berbicara dan dia cukup sebagai pendengar saja. Kimberly ! Wanita sialan itu memang tidak baik untukmu Tuan. Gumam Sekretaris Juan dalam hati.


" Aku sering menyakiti gadis itu, tapi dia tetap sabar menghadapiku Juan, sampai akhirnya aku mengetahui kebenaran tentang Kimberly, aku hancur karena mencintai wanita yang ternyata selama ini hanya ingin harta ku saja ". Ucapnya lagi dan kali ini suaranya terdengar berat.

__ADS_1


Tuan, akan aku pastikan kau dan Nona Jessy hidup bahagia Tuan, Nona Kimberly tidak akan mengganggu kalian, aku akan mengurusnya jika dia berani mendekati kalian. Gumam Sekretaris Juan lagi yang muak dengan Kimberly.


__ADS_2