Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Bertemu Secara Diam


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini Jessy tinggal bersama orangtuanya, dia memutuskan untuk pindah agar tidak bertemu dengan Steve. Sebenarnya Steve tidak mau tapi dia terpaksa mengiyakan dan mengerti kondisi mental Jessy saat ini. Kehilangan anak yang masih dikandungnya membuatnya terpukul dan dirundung kesedihan.


Setiap malam Jessy sering mendapatkan mimpi ketika dirinya mengalami kecelakaan yang menyebabkan dia keguguran dan kehilangan anak yang didambakannya. Karena mimpi-mimpi itu sampai saat ini Jessy sering melamun dan menangis sendiri mengelus perutnya. Terkadang dia mengutuki Steve dan Cornelia yang menyebabkan semua ini, rasa marah, kesal dan bencinya campur aduk kepada dua orang tersebut.


Luka di kepalanya pun masih dibaluti perban putih, bahkan beberapa luka di sekujurnya tubuhnya belum kering atau sembuh. Pagi ini, Jessy seperti biasa duduk termenung di depan jendela kamarnya yang menghadap pemandangan belakang rumahnya. Arah pandangannya kosong, terlihat di kedua matanya yang bengkak karena keseringan menangis.


Sementara itu kakaknya Alex dan iparnya Natalie yang baru saja tiba di kota Sidney karena sebelumnya melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. Seharusnya perjalanan bisnis yang dilakukan oleh Alex dan Natalie satu bulan lamanya tapi karena mendapat kabar tentang Jessy, keduanya memutuskan kembali ke Sidney lebih dulu setelah itu melanjutkan kembali perjalanan mereka.


Alex dan Natalie langsung pulang kerumah tanpa bersinggah ke tempat lain, mereka ingin bertemu dengan Jessy secepatnya.


"Papa, Mama." Terdengar suara Alex saat masuk ke dalam rumah yang di ikuti oleh istrinya, Natalie.


"Alex." Leo menoleh kearah anak pertamanya yang baru saja datang. Leo memeluk Alex sebentar lalu memeluk menantu perempuannya dengan hangat. Begitu juga dengan Olive yang senang melihat Alex dan Natalie sudah pulang walaupun secara mendadak.


"Ayo kita sarapan sama-sama nak." Ajak Leo kepada anak dan menantunya.


Alex dan Natalie hanya tersenyum menerima ajakan Leo untuk sarapan bersama. Namun Alex tidak mendapati adiknya duduk disana dan melayangkan pandangannya mencari Jessy tapi menemukan adiknya itu.


"Dimana Jessy ma ?." Tanya Alex saat mendudukan tubuhnya di kursi.


Olive melirik kearah Leo sesaat lalu menjawab pertanyaan dari putranya itu. "Jessy ada di kamarnya, sudah beberapa hari ini dia tidak mau keluar dari kamarnya."


"Ehm ... Aku izin menemui Jessy terlebih dulu ya, kalian lanjut saja sarapannya." Pamit Natalie sopan dan bergegas menaiki anak tangga menuju kamar Jessy.

__ADS_1


Leo, Olive dan Alex hanya memberikan senyuman kemudian melanjutkan sarapan mereka. Saat bersamaa pula Steve datang ke rumah mertuanya, hari ini dia tidak bekerja dan menyerahkan segala urusan pekerjaannya kepada Sekretaris Juan.


"Selamat pagi." Sapanya yang sudah berada di dalam rumah.


Ketiga orang yang sedang sarapan itu pun menoleh ke asal suara dan melihat Steve yang baru saja datang. "Kemarilah Steve. Kita sarapan bersama-sama." Ajak Alex dan menyambut kedatangan adik iparny itu.


"Terima kasih." Jawab Steve. "Sebelum kesini aku sudah sarapan dirumah." Steve menolak halus ajakan untuk sarapan.


"Bagaimana keadaanmu nak ?." Tanya Leo melihat sekilas menantunya lalu memasukan sepotong roti ke dalam mulutnya.


"Baik Pa." Balasnya. "Ehm Pa, bagaimana keadaan Jessy ?." Tanyanya ragu-ragu karena dirinya masih tidak enak hati dengan keluarga istrinya, mereka sudah tahu cerita mengenai bagaimana Jessy bisa mengalami kecelakaan.


"Dia baik nak. Walaupun sudah beberapa hari ini dia mengurung dirinya di dalam kamar." Jawab Leo yang memberi seulas senyuman hangat kepada Steve.


Sekali lagi Leo dan Olive saling memandang satu sam lain setelah mendengar penuturan menantunya. Sedangkan Alex hanya mendengar saja tanpa berbicara.


"Kemarilah nak." Olive memanggil Steve agar mendekat kepadanya. Steve pun beranjak mendekati mama mertuanya itu yang sudah melebarkan kedua tangannya untuk memeluk dirinya.


Steve berada dalam pelukan Olive dan mengelus punggung Steve denga lembut. "Jangan merasa bersamalh seperti itu Steve. Kami tidak pernah marah kepadamu nak, kami sangat menyayangimu. Kau adalah menantu kami, jadi jangan membuat dirimu merasa bersalah." Ucap Olive menyakinkan menantunya itu jika ia dan Leo tidak pernah marah kepadanya.


Steve hanya diam saja dalam pelukan mama mertuanya, ada rasa kenyamaan yang dirasakannya saat ini. Steve bersyukur memiliki mertua seperti Leo dan Olive yang mempunyai hati yang sangat baik.


"Mama tahu kau merindukan Jessy, kan !." Tunggulah disini nak, sebentar lagi Jessy akan meminum obatnya. Setelah itu dia akan tidur, selama dia tidur kau bisa menemui dirinya di kamar." Olive memberikan solusi kepada Steve untuk melepaskan rasa rindunya kepada Jessy.

__ADS_1


"Terima kasih Ma."


***


Sedangkan di dalam kamar, Natalie sudah menemani Jessy selama beberapa menit disana. Walau Jessy banyak diam dan melamun tapi tidak membuat Natalie kesal, dia mengerti saat ini apa yang dirasakan oleh adik iparnya itu.


Natalie memeluk tubuh Jessy memberikan rasa kepeduliaannya kepada adik iparnya. Karena berada dalam pelukan kakak iparnya, Jessy pun menangis tersedu-sedu. Dia menangis melampiaskan lagi rasa kesedihannya tanpa bicara sedikit pun, Natalie yang memeluknya pun juga ikut menangis.


"Jessy. Tenangkan dirimu. Kau bisa menceritakan semua apa yang kau rasakan kepada ku." Ucap pelan Natalie.


Sementara Natalie masih memeluk Jessy, terlihat seseorang disana berdiri di depan pintu kamar sambil membawa beberapa obat yang harus Jessy minum. Alex yang melihat kesedihan yang dialami adiknya itu merasa kasihan. Dia pun mendekati kedua wanita yang sedang berpelukan itu.


"Jessy, adik ku ." Ucap Alex yang mengelus kepala Jessy. "Kakak yakin kau pasti bisa melewati keterpurukan ini. Kau wanita yang kuat Jessy. Kakak sangat menyayangimu." Lanjutnya memberi semangat kepada sang adik.


"Sekarang minumlah obatmu agar kau cepat pulih." Perintah Alex dan menyiapkan beberapa obat untuk diminum Jessy.


Jessy tanpa berbicara sedikit pun menuruti perintah kakaknya dan mengambil obat yang sudah disiapkan oleh Alex kemudian meminumnya.


"Sekarang beristirahatlah." Alex membantu adiknya itu berjalan dan membawanya ke tempat tidur.


Jessy merebahkan tubuhnya, dan Natalie pun menarik selimut sampai di pinggang Jessy. Beberapa menit kemudian Jessy pun terlelap tidur dalam diamnya, setelah memastikan Jessy sudah tidur barulah Alex mengajak Natalie keluar dari kamar bermaksud menyuruh Steve lagi menemui Jessy selagi tidur.


Tidak berapa lama Steve masuk ke dalam kamar Jessy, dia melihat istrinya itu tidur dengan lelapnya. Seulas senyuman terpancar dari wajah Steve setelah melihat wajah istrinya itu. Rasa rindunya kepada Jessy terobati walaupun bertemu dengan seperti ini, Steve duduk diatas tempat tidur Jessy dan meraih tangan wanita itu menggenggamnya erat dan berulang kali diciumnya tangan istrinya itu.

__ADS_1


"Aku merindukanmu Jessy." Ucapnya lirih dan menatapi wajah Jessy.


__ADS_2