Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Aku mencintaimu


__ADS_3

Matahari hangat menyambut dengan cerah di pagi ini bahkan terdengar suara kicauan burung-burung dipohon dengan merdu. Didalam kamar Steve terbangun lebih dulu karena merasakan cahaya matahari yang menembus melalui tirai kamarnya.


Rasa hangat yang menyentuh kulit wajahnya sehingga membuat terbangun pagi itu. Ia menyandarkan tubuhnya sebentar sebelum dirinya masuk kedalam kamar mandi. Dengan tubuh telanjangnya dia berjalan masuk ke kamar mandi dan segera menyegarkan dirinya. Selesai mandi Steve keluar dengan menggunakan handuk putih yang dililitkan dipinggangnya.


Ditempat tidur Jessy masih terlelap tidur karena masih merasakan kelelahan setelah semalam Steve bergumul dengan dirinya entah berapa kali Steve melakukannya walaupun sekarang Steve melakukannya dengan pelan mengingat sekarang Jessy sedang hamil.


Steve tersenyum hangat kepada Jessy yang masih tidur, kemudian ia masuk kedalam kamar ganti untuk berpakaian, setelah itu dia kembali ke tempat tidur untuk mengganggu istrinya itu. Steve menatap tubuh polos Jessy yang hanya dilapisi dengan selimut dan tampak juga disekitar leher Jessy banyak kissmark yang diciptakannya sebagai tanda bahwa wanita itu adalah hanya miliknya seorang.


Dalam pandangannya yang melihat Jessy tidur, sebuah senyuman mengulas dibibirnya mengingat atas perbuatannya semalam. Rasa kecanduannya akan tubuh Jessy membuatnya benar-benar tidak puas, istrinya itu sampai kesal dibuatnya karena memenuhi keinginan sang suami tiada habisnya.


" Aku mencintaimu Jessy ". Bisiknya pelan ditelinga Jessy. Entah apakah sengaja atau tidak Steve membisikan kalimat tersebut disaat Jessy masih tertidur. Baginya sendiri pun setelah memastikan bahwa dirinya juga mulai mencintai Jessy dan semakin sering menghabiskan waktu bersama terlebih lagi Jessy mengandung anaknya barulah perasaan itu semakin kuat dirasakannya.


Sementara dirinya menatap Jessy, tak lama Jessy membuka matanya dan sesambil menggeliatkan tubuhnya. Dia menoleh kesampingnya dan mendapati Steve sedang tersenyum kepadanya, Jessy mengerutkan dahinya tanda heran karena melihat suaminya sudah segar bugar.


" Kau sudah bangun ? ". Tanyanya sesekali menutup mulutnya karena menguap.


" Sudah ".

__ADS_1


" Sejak kapan ?". Tanya Jessy lagi.


" Sejak aku memandangi tubuhmu yang polos ini, terima kas8h karena aku puas melihatnya selama kau masih tidur ". Goda Steve dengan memajukan wajahnya mendekat ke wajah Jessy.


Sontak Jessy mendorong wajah Steve agar menjauh dan kemudian memperhatikan tubuhnya yang telanjang. " Kau ". Serunya lagi.


Steve menarik salah satu sudut bibirnya karena merasa lucu melihat tingkah istrinya itu. " Aku hanya bercanda saja, cepatlah mandi setelah itu kita sarapan ". Perintahnya kepada Jessy.


" Kau sudah mandi ?". Istrinya itu bertanya karen mendapati Steve sudah berpakaian dengan baju santainya.


" Tidak usah banyak tanya, cepatlah mandi atau kau mau aku mandikan ? " Steve kembali menggoda istrinya.


Jessy pun berjalan masuk kedalam kamar mandi dengan membawa selimut untuk menutupi tubuhnya yang telanjang.


***


Selesai sarapan pagi yanh disediakan oleh bibi Lusy dan bibi Nat, Steve ingin mengajak Jessy jalan-jalan keluar mengunjungi toko kue yang kemarin baru launching. Jessy memang belum mencicipi kue-kue dari toko tersebut kalau bukan karena masalag yang terjadi kemarin mungkin dirinya sudah menikmati semua kue yang dijual disana. Pun Jessy tidak tahu jika toko kue tersebut adalah milik Nancy yakni ibu mertuanya. Yang dia tahu hanya toko kue itu merupakan salah satu dibawah perusahaan Anderson Group, ternyata adalah milik pribadi dari ibu mertuanya.

__ADS_1


Tepat jam 10 pagi Steve dan Jessy menuju ke tempat itu, membutuhkan waktu hanya 20 menit saja mereka sudah sampai. Ketika hendak menurunkan kakinya ke bawah Jessy dikejutkan oleh sesosok yang amat dikenalnya yang tak lain adalah Mama Nancy.


" Mama ". Panggilnya lalu menghampiri mertuanya yang hendak masuk kedalam toko kue.


Nancy pun menoleh ke sumber suara dan setelah tahu siapa yang memanggilnya, terbit sebuah senyuman manis yang diberikannya kepada orang yang memanggilnya itu.


" Jessy .. Steve, kalian sedang apa disini ?". Tanyanya yang melihat Jessy menghampiri dirinya serta diikuti oleh Steve dari belakang.


" Mama sedang apa disini ?". Tanya balik sebelum menjawab pertanyaan dari ibu mertuanya itu. " Kami mau mencicipi kue-kue dari toko ini ma ". Lanjutnya sesekali melihat sekeliling toko didepannya.


" Ayo masuklah kita mengobrol didalam saja nak ". Ajak Nancy kepada menantu dan anaknya untuk masuk kedalam.


Beberapa karyawan yang bekerja di toko kue tersebut memberi salam dan menundukan kepala mereka kepada Nancy. Dan itu membuat Jessy binggung dan bertanya-tanya kenapa mereka jika bertemu ibu mertuanya itu selalu menundukan kepala.


Sampai dimeja, mereka langsung disuguhkan beberapa kue yang masih hangat dan bau aroma kue lezat menyengat masuk ke indera penciuman Jessy. Karena sudah tidak sabar ingin memakan kue tersebut, Jessy langsung mengambil sepotong cupcake lalu memasukannya kedalam mulutnya. Sambil mengunyah kue didalam mulutnya dan meresapi rasa yang enak darinkie tersebut benar-benar membuatnya ketagihan. Cupcake ini benar-benar sangat lezat dan dia menyukainya.


Nancy menggelengkan kepalanya sambil tersenyum karena melihat menantu kesayangannya itu melahap kue layaknya seorang anak kecil. Pun Steve mengernyitkan dahinya namun tak lama mengulas sebuah senyuman karena melihat Jessy.

__ADS_1


" Pelan-pelan makannya Jessy. Kau makan seperti orang yang tidak pernah makan kue saja ". Steve menegur Jessy yang sedang asyik makan kue.


" Ini lezat sekali Steve, cobalah kau pasti akan menyesal karena tidak memakan cupcake ini ". Serunya tanpa melihat Steve.


__ADS_2