
Paris
Disinilah akhirnya Steve dan Jessy berada, kota yang terbilang akan keromantisannya itu membuat wajah Jessy terus menerus mengembangkan senyumannya. Sejak 5 jam yang lalu mereka tiba di kota ini, tak menyurutkan kegembiraan dihati Jessy walaupun dirinya juga merasa lelah akan perjalanan mereka.
Tiba dihotel berbintang yang sudah di reservasi oleh Papa Leo untuk keduanya menambah ketakjuban bagi Jessy. Dia memang anak dari orang berada tapi ini pertama kalinya dirinya menginjaki Kota Paris.
Kamar hotel tempat mereka akan tidur selama beberapa hari kedepan, begitu besar seperti sebuah apartemen saja. Steve hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat tingkah istrinya itu, setelah meletakan koper dan bawaan mereka lainnya Steve merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur yang empuk dan lembut itu.
Foto diatas hanya ilustrasi aja ya guys 😄
Dirinya tak kalah lelah karena membawa beberapa barang mereka dari kota asal mereka sampai ke Paris. Sedangkan Jessy masih melihat-lihat di sekeliling kamar hotel mereka seperti melakukan Room Tour.
"Jessy. Kau tidak lelah?." Seru Steve dari tempat tidur.
"Tidak. Aku masih ingin berkeliling di kamar yang luas ini. Kau istirahat saja duluan." Teriak Jessy dari salah satu ruangan dikamar tersebut.
"Baiklah. Aku lelah sekali." Sahut Steve kemudian memejamkan kedua matanya dan tak lama dia pun tidur.
__ADS_1
Jessy masih sibuk dengan kegiatannya yang berkeliling didalam kamar tersebut, dulu dia memang sering melakukan perjalanan untuk liburan tapi tidak pernah ke Kota Paris dan menginap di hotel yang mewah dan berkelas. Bukannya tidak mampu tapi Jessy lebih senang yg sederhana saja yang penting dirinya bisa mandi dan beristirahat, itu saja.
Tapi berbeda dengan tempat ini, senyumannya terua merekah diwajahnya melihat interior kamar hotel tersebut, terlebih lagi saat dirinya menuju ke balkon yang menghadapkannya kepada pemandangan Menara Eiffel, hatinya terasa damai, begitu indah pikirnya.
Dia pun merogoh kantong mantelnya yang berwarna grey itu untuk mengambil ponselnya. Kemudian dia mencari nomor seseorang disana untuk mengucapkan terima kasih karena sudah memberikan penginapan di hotel berbintang.
Setelah menempelkan benda pipih tersebut di daun telinganya sambil menunggu jawaban dari panggilannya, kembali Jessy memandangi salah satu ikon terkenal di Kota Paris tersebut.
" Halo, Jessy." Terdengar suara laki-laki ditelepon tersebut.
" Papa, terima kasih. Aku suka sekali dengan hotel yang papa pesankan untuk kami disini." Ucapnya bahagia.
" Aku seperti orang kampungan saja." Balasnya tertawa ditelepon yang disambut oleh suara tawa Papa Leo juga. " Aku menyayangi papa." Lanjutnya lagi.
" Papa juga menyayangimu nak. Selamat berbulan madu untuk kalian berdua ya." Sahut Leo lalu mengakhiri panggilan telepon dari putrinya itu.
***
Kembali Jessy masuk tepatnya menemui Steve di tempat tidur. Tapi dirinya mendapati suaminya itu tertidur sangat pulas bahkan suara dengkuran kecil keluar dari mulutnya. Seulas senyuman kembali Jessy pancarkan saat melihat posisi tidur Steve yang terlentang bebas.
__ADS_1
" Sungguh kasihan sekali. Pasti dia sangat lelah membawa barang bawaan kami tadi." Ucap Jessy sambil membenarkan posisi tidur Steve tanpa membuatnya bangun.
Dirinya pun melepas mantel yang masih melekat di badannya kemudian melepaskan juga sepatu yang dikenakannya lalu ikut merebahkan diri diatas tempat tidur, disamping Steve. Dia menatap langit-langit kamar dan tak lama kedua matanya pun terpejam, dia pun larut dalam tidurnya.
Entah berapa lama kedua tidur, Steve bangun terlebih dahulu saat tenggorokannya terasa kering dan ingin segera minum air. Dia membuka kedua matanya lalu tersenyum saat melihat Jessy tidur disampingnya, dia melihat arloji dipergelangan tangan sebelah kanannya dan sekarang sudah pukul 6 malam.
Dia ingin membangun Jessy tapi diurungkannya niatnya itu karena merasa kasihan kepada istri yang sepertinya kelelahan juga. Sebelum masuk kedalam kamar mandi, Steve meraih gagang telepon khusus kamar hotel, dan meminta kepada pelayan hotel untuk membawakan hidangan makan malam ke kamar mereka setelah itu Steve pun turun dari tempat tidur dan berjalan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Sementara Steve masih mandi didalam sana, Jessy pun bangun dan melihat kesampingnya tidak mendapati suaminya itu. Dia pun menyandarkan tubuhnya sambil mengucek kedua matanya agar penglihatannya lebih terang.
Kemana Steve !. Gumamnya yang mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan itu.
Namun tak lama Steve pun keluar dari dalam kamar mandi, dengan handuk yang dililitkan dipinggangnya dan satu tangannya sedang sibuk mengeringkan rambutnya yang masih basah. Lirikan matanya pum tertuju kepada Jessy yang sudah duduk bersandar di tempat tidur.
"Kau sudah bangun ?." Tanyanya setelah mendekati istrinya.
Jessy hanya menganggukan kepalanya sebagai tanda jawaban dan memperhatikan suaminya itu. " Kenapa kau tidak membangunkanku juga." Ucapnya dengan nada sedikit serak.
" Maaf. Kau pasti capek juga makanya aku tidak membangunkanmu. Ya sudah, mandilah dulu. Aku sudah meminta pelayan hotel membawakan makan malam ke kamar."
__ADS_1
Tanpa membantah Jessy pun menuruti perintah suaminya dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.