
Sebulan sudah berlalu, sejak kepulangan Steve dan Jessy dari honeymoon mereka di Paris. Seperti biasa Steve melakukan aktivitasnya di perusahaan yang dikelolanya sedangkan Jessy disibukan dengan tanaman-tanaman barunya yang menghiasi taman belakang rumahnya.
Ya, sejak pulang dari Paris demi menghilangkan rasa kebosanannya dirumah, Jessy menyibukkan diri dengan berbagai jenis tanaman bunganya dengan dibantu bi Lusy untuk mengurus semua tanamannya.
Sore hari saat Steve pulang kerja, seperti biasa ia terlebih dulu menjumpai istrinya yang berada di taman belakang rumahnya. Sudah 3 minggu ini kebiasaan itu terjadi, sepulang kerja tujuan utamanya adalah melihat Jessy bercocok tanam di taman belakang rumah.
"Kau sudah pulang ?." Tanya Jessy yang kebetulan sedang melihat Steve datang menghampirinya di taman.
Steve hanya menganggukan kepalanya dengan tersenyum kepada istrinya itu lalu duduk dianak tangga. "Tanamanmu semuanya kau urus dengan teliti dan baik. Apa aku juga boleh seperi itu ?." Tiba-tiba Steve bertutur karena merasa cemburu terhadap semua tanaman Jessy.
Jessy menarik kedua sudut bibirnya karena merasa lucu dan gemas akan penuturan suaminya itu.
"Kau cemburu dengan tanaman-tanaman ini ? Ini hanya tanaman, Sayang. Untuk apa kau cemburu seperi itu." Jessy menggeleng kepala sambil tertawa kecil lalu ikut duduk disamping Steve.
"Tidak. Aku tidak cemburu kepada tanamanmu itu." Bantahnya cepat.
__ADS_1
"Lalu ?."
"Aku .. aku hanya merasa tidak suka saja, kau lebih mengurus tanaman itu daripada aku."
"Sama saja. Kau ini sama tanaman saja kau cemburu. Aku juga mengurusmu dengan baik jadi untuk apa lagi kau kesalkan."
Steve mulai menggoda istrinya dengan mendengarkan mulutnya di daun telinga Jessy. "Aku menginginkanmu sekarang." Ucapnya sambil tersenyum menggoda.
Kedua mata Jessy terbeliak dan wajahnya pun merasa panas setelah mendengar ucapan Steve barusan. Sejak pulang dari honeymoon mereka, Steve sering sekali meminta hal seperti itu entah dirinya dalam kelelahan setelah pulang kerja tapi untuk hal yang satu itu bagi Steve tidak ada capeknya.
Setelah selesai pergumulan mereka yang panas, Jessy terlebih dahulu membersihkan tubuhnya di kamar mandi karena dirinya ingin membantu kedua pembantunya menyiapkan makan malam untuk mereka.
Selesai mandi, Jessy menyuruh Steve untuk segera masuk ke dalam kamar mandi agar dirinya bisa berganti pakaian karena jika Steve masih berada di dalam kamar bisa-bis apa yang barusan mereka lakukan bisa terjadi lagi.
Maka dari itu, Jessy mendesak Steve agar cepat masuk kedalam kamar mandi. Setelah memastikan suaminya sudah berada di dalam kamar mandi barulah ia memakan pakaiannya dengan cepat.
__ADS_1
Kemudian Jessy keluar dari kamar menuju dapur yang dimana bi Lusy dan bi Ana sedang menyiapkan makan malam.
"Ada yang bisa aku bantu, Bi ?." Tawarnya setelah sampai didapur.
"Tidak usah Nona. Biar Bibi saja, sebentar lagi selesai. " Bi Lusy menolak halus tawaran Jessy.
"Kalau begitu, tolong buatkan aku Pasta juga ya, Bi. Aku ingin sekali memakan Pasta malam ini."
"Baiklah Nona. "
Jessy pun meninggalkan kedua pembantunya dan kembali menuju kamarnya diatas. Menemui Steve yang kemungkinan sudah selesai mandi. Berhubung besok hari libur, ia ingin jalan-jalan berdua dengan suaminya itu.
Jessy membuka gagang pintu kamarnya, dan melihat Steve sedang duduk diatas tempat tidur sambil memainkan laptopnya. Ia pun menghampiri Steve yang sibuk akan email-email masuk mengenai perusahaannya.
"Kau sedang apa, Steve ?."
__ADS_1
"Barusan Juan menelepon untuk mengecek email yang dikirimnya." Jawab Steve tanpa melihat Jessy karena fokus kepada layar laptopnya.