
Selama dalam kedai kopi tersebut sesekali Jessy menimpali pembicaraan Steve dan Cornelia, dan itu membuat Cornelia tidak senang. Karena sudah merasa bosan akhirnya Jessy meminta kepada Steve agar secepatnya pulang kerumah.
Tapi tanpa diduga Cornelia menawarkan diri agar ikut bersama mereka ke kota, alasannya hanya sudah lama tidak pergi ke kota. Awalnya Steve menolak tapi Cornelia terus saja mendesaknya agar tetap ikut, mau tidak mau Steve mengizinkan wanita itu untuk ikut bersama mereka.
Cornelia bersiap-siap dan mengemasi barang keperluannya dan sementara Steve dan Jessy menunggu dirinya di mobil. Raut wajah Jessy masih sama seperti di dalam kedai kopi tadi, dia tidak menyangka jika Steve akan membawa teman wanitanya itu ikut pulang bersama mereka.
" Apa kau marah Cornelia ikut bersama kita ?. " Tanya Steve yang menghadap Jessy.
" Kau mengizinkannya seolah-olah aku tidak ada Steve, aku istrimu kenapa tidak kau meminta izin terlebih dulu kepadaku. " Decaknya kesal.
" Maafkan aku. Bukan maksudku seperti itu tapi ... "
" Tapi apa Steve ? Kau menyukai Nona Cornelia ?." Jessy menyela omongan Steve.
" Bukan ... " Lagi-lagi omongan Steve terhenti saat Cornelia datang menghampiri mereka berdua.
" Ayo kita pergi aku sudah siap. " Seru Cornelia dengan tersenyum.
Steve hanya mengangguk kepalanya lalu membuka pintu mobil, dan hal tidak terduga terjadi lagi. Tiba-tiba Cornelia menyerobot tubuh Jessy dan membuka pintu bagian depan yang seharusnya ditempati Jessy.
Jessy sudah geram melihat tingkah laku Cornelia yang tidak tahu malu dan juga tidak menghargai dirinya sebagai istri Steve.
__ADS_1
" Nona Cornelia ! Apa kau tahu sopan santun kepada orang lain ?. " Tukasnya dengan nada sedikit tinggi.
" Apa kau keberatan jika aku duduk disini Nona Jessy ?." Jawab Cornelia tanpa rasa bersalah.
" Maksudmu apa Nona Cornelia ! Kau sadar bahwa aku istrinya Steve yang seharusnya duduk disitu, tapi kau berperilaku tidak sopan sekali. "
" Aku tahu kau istrinya Steve tapi suatu saat aku akan menggantikanmu sebagai istrinya. " Cornelia menjawab dengan nada meremehkan.
" Kau. " Jessy dibuat geram akan ucapan Cornelia yang benar-benar tidak tahu malu itu, dia mengepalkan kedua tangan menahan amarahnya.
Steve yang mendengar perdebatan antara Jessy dan Cornelia membuatnya kembali keluar dari dalam mobil dan melangkahkan kakinya mendekati keduanya.
" Steve kalau kau masih menganggapku sebagai istrimu tolong jangan bawa Nona Cornelia bersama dengan kita. " Seru Jessy yang masih menahan emosinya.
" Kenapa Jessy ? Kau keberatan jika dia ikut dengan kita ?." Protes Steve lagi.
" Iya. Aku keberatan jika dia ikut Steve. Dia benar-benar tidak tahu malu. " Sahut Jessy penuh emosi kepada suaminya itu.
" Cukup Jessy. " Bentak Steve. Seolah sadar atas bentakannya kemudian Steve melanjutkan bicaranya dengan nada pelan. " Kita akan bahas lagi saat tiba dirumah. Sekarang masuklah kedalam mobil. " Perintahnya lalu jalan melewati Jessy.
Cornelia yang menyaksikan perdebatan Steve dan Jessy menarik salah satu sudut bibirnya. Sedangkan Jessy yang sehabis mendengar bentakan Steve tanpa sadar kristal bening yang tertahan di kedua matanya mengalir begitu saja. Ucapan Steve barusan bukannya membela dirinya tapi malah seperti membela Cornelia.
__ADS_1
Masih dalam emosinya Jessy membuka pintu mobil dan mengambil tasnya lalu membanting pintu mobil dengan keras. Suara bantingan pintu yang terdengar nyaring berhasil membuat Steve bahkan Cornelia kaget. Untuk kedua kalinya Steve keluar lagi dari dalam mobil dan mendapati Jessy yang sedang berjalan menjauh dari mobilnya.
Bahkan langkah kakinya sengaja dipercepat agar lebih jauh dari jangkaun Steve. Cairan bening itu masih membasahi kedua pipinya, jujur saja perasaannya terluka mendapati perlakuan Steve tadi.
" Jessy .. Jessy. " Teriak Steve yang mengikuti arah Jessy pergi namun teriakannya tidak diindahkan oleh istrinya itu, Jessy semakin mempercepat langkahnya.
" Jessy aku mohon berhentilah. Jesssyyyy. " Suara Steve terdengar nyaring agar Jessy mendengarnya.
Cornelia sendiri pun mau tidak mau mengikuti Steve yang sedang mengejar Jessy. Wanita itu pun menyusul Steve yang tidak jauh dari dirinya.
" Steve. Ayolah biarkan saja dia pergi nanti dia akan pulang dengan sendirinya. " Cicitnya sambil mendekati Steve.
Steve menghentikan langkah kakinya setelah mencerna ucapan Cornelia barusan kepadanya. Kemudian dia membalikan badannya menghadap Cornelia.
" Kau tadi mengatakan apa ? Dengar Cornelia diantara kita tidak ada hubungan apa kecuali sebatas teman dan itu tidak lebih. Aku mengizinkanmu ikut bersama kami itu karena kau terus saja mendesak ku, dan karena kau Jessy pergi." Tukas Steve yang kesal.
" Aku mencintaimu Steve. Tidak bisakah kau menghargai perasaanku yang dari dulu sudah mencintaimu. " Sahut Cornelia.
" Tapi aku tidak mencintaimu Cornelia. Aku menganggapmu sebagai teman dan tidak lebih dari itu. "
Sementara Steve dan Cornelia berdebat, terdengar suara jeritan Jessy. Steve menoleh kearah Jessy yang sudah jatuh tersungkur ke jalanan, Steve menyusul dengan berlari cepat-cepat menghampiri Jessy. Ternyata sementara Steve dan Cornelia berdebat, saat itu juga sebuah minibus menabrak Jessy yang sedang menyebrang jalan.
__ADS_1