Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Perasaan


__ADS_3

Steve terus menerus ******* bibir manis Jessy, entah kenapa dirinya tidak bisa berhenti mencium bibir Jessy. Jessy hanya diam membiarkan Steve menguasai bibirnya, walaupun baginya ini pertama kali untuknya berciuman dengan seorang pria. Steve tidak peduli dengan apa yang terjadi pada dirinya, dia masih terus saja menikmati bibir Jessy yang lama kelamaan Jessy pun mengikuti irama permainan bibir Steve.


" Steve ... kenapa kau menciumku ?" Tanya Jessy yang sudah melepaskan bibirnya dari bibir Steve.


Jessy menatap mata Steve dalam-dalam mencari sesuatu untuk menemukan jawaban dari pertanyaannya. " Steve .. kenapa kau menciumku ?". pertanyaan yang sama dilontarkan lagi kepada Steve.


" Aku .. aku .. tidak tahu Jessy, kenapa aku menciummu .. Maafkan aku untuk kelancanganku " Ucapnya yang menyesal sudah mencium Jessy.


" Steve ... kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu tapi aku tidak tahu apakah kau sekarang mencintaiku atau tidak, aku hanya ingin tahu dilubuk hatimu apakah sudah menerimaku atau tidak ? Aku tidak ingin berharap lebih, jika kau memang tidak mencintaiku aku akan menerimanya, untuk itu lebih baik kita berpisah saja ". Mata Jessy berkaca-kaca menahan cairan bening dimatanya agar tidak terjatuh.


Steve hanya diam saja, dia menatap kedua mata Jessy tidak ada kebohongan semuanya tulus, Jessy mencintainya dengan sepenuh hatinya tapi Steve malah mengabaikan wanita didepannya yang menjadi istrinya itu.


" Jessy, maafkan aku atas perkataanku barusan, aku menarik ucapanku yang mengusirmu dari rumah ini ". Tuturnya yang meraih tangan Jessy memohon maaf. " Tolong jangan pergi, aku mohon ". Lanjutnya lagi yang langsung memeluk Jessy.

__ADS_1


" Steve ...." Ujar Jessy yang sudah tidak tahan lagi airmatanya terjatuh mengenai baju yang dikenakan oleh Steve.


" Aku membutuhkanmu Jessy, tetaplah disini .. aku mohon ". Steve mengeratkan pelukkannya kepada Jessy.


Jessy tidak menjawab permintaan Steve, dia hanya menangis dalam pelukkan Steve. Dia merasakan kehangatan dari pelukan Steve, tidak bisa dipungkiri lagi jika Jessy memang menginginkan keadaan seperti ini berada dalam dekapan Steve.


" Jessy, bertahanlah sampai aku benar-benar mencintaimu, berusahalah lakukan yang bisa kau lakukan untuk membuatku mencintaimu, aku memang peduli denganmu sekarang ini tapi hatiku belum terbuka untuk wanita lain ".


" Aku akan berusaha tidak menyakiti perasaanmu lagi sampai saatnya tiba aku membalas cintamu Jessy ". Steve melepas pelukkannya dan memegang kedua lengan Jessy.


" Aku memang bodoh telah jatuh cinta kepadamu yang sudah memiliki kekasih, bahkan sampai sekarang perasaanku tidak berubah walaupun kau menyakitiku ". Ucap Jessy yang menangis tersedu.


Steve yang iba melihat Jessy menangis, langsung memeluknya lagi menenangkan istrinya. Dia begitu bodoh mengabaikan Jessy, wanita yang tulus mencintainya tidak seperti Kimberly. Dia mencintai wanita itu tapi pada akhirnya mengkhianati dirinya.

__ADS_1


" Maafkan aku Jessy untuk semuanya, bertahanlah sebentar aku yakin kau pasti bisa ". Pintanya dengan tulus dan menyakinkan Jessy untuk menunggu dirinya.


Jessy hanya menganggukkan kepalanya menandakan bahwa ia akan menunggu Steve mencintai dirinya. Steve menghadapkan wajah Jessy kepada dirinya dan sekali lagi menatap kedua mata Jessy. Dan akhirnya dia mencium bibir Jessy lagi, daya tarik bibir manis Jessy membuatnya ingin ******* kembali bibir tersebut. Jessy tidak menolak ciuman yang diberikanoleh Steve, dia mengikuti irama bibir Steve seperti sebelumnya sampai pada akhirnya ciuman mereka berdua semakin mendalam dan membuat nafsu Steve membara dan menginginkan lebih.


Steve mengangkat tubuh Jessy dan membawanya masuk ke dalam kamar. Jessy pun mengikuti apa yang dilakukan oleh Steve, karena pikirnya Steve adalah suami sahnya. .Mereka berdua terus saja berciuman sampai Steve merebahkan tubuh Jessy diatas tempat tidur. Steve menurunkan ciumannya ke bagian leher Jessy, ada kenikmatan yang dirasakan oleh Jessy. Dia meremas rambut belakang Steve, dan lama-kelamaan Steve memasukkan tangannya ke dalam baju Jessy. Saat Steve ingin membuka baju Jessy, Jessy menghentikan tangan Steve ada ketakutan dalam dirinya karena ini untuk pertama kalinya dia melakukan hubungan intim dengan seorang pria.


" Steve .. aku takut, maaf aku tidak berpengalaman dalam hal seperti ini ". Ucapnya yang menatap wajah Steve diatasnya.


" Aku akan melakukannya dengan pelan-pelan agar tidak sakit ". Jawabnya kepada Jessy dan kemudian mencium lagi bibir tipis berwarna merah itu.


Steve pun kembali melanjutkan apa yang sempat tertunda, dan menguasai tubuh Jessy seutuhnya. Malam ini mereka melakukan malam pertama setelah pernikahan mereka yang sudah memasuki


4 bulan.

__ADS_1


__ADS_2