Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Akan Melahirkan


__ADS_3

"Aku pergi. Hubungi aku kalau terjadi sesuatu. Jangan melakukan banyak kegiatan yang akan membuatmu susah." Ucap Steve lalu mencium kening Jessy dan memeluk tubuh istrinya itu. Kemudian ia menundukkan badannya untuk mengobrol sebentar dengan anaknya yang masih didalam perut. "Papa pergi dulu ya. Jaga mama, kalau mama nakal, tendang saja perut mamamu." Steve mencium perut besar itu dengan kasih sayang.


Lambaian tangan diberikan Jessy kepada Steve dan Juan yang sudah masuk kedalam mobil. Mobil yang membawa keduanya pun berlalu meninggalkan rumah tersebut.


Saat akan kembali masuk ke dalam rumah, lagi-lagi Jessy mengalami rasa sakit yang sama. "Duh." Ucapnya seketika sambil memegang perutnya.


Ia berjalan pelan masuk ke dalam, ia mengurungkan niatnya untuk naik lagi ke kamarnya dab memilih duduk di sofa diruang tamu.


"Bibi." Teriaknya namun sopan kepada salah satu pembantu dirumahnya.


Bibi Lusy pun berjalan cepat kearah suara yang memanggil dirinya." Ada apa Nona ?." Tanyanya begitu sampai.


"Bi, tolong ambilkan tas Jessy diatas tempat tidur ya. Aku sudah lelah naik ke atas lagi."


"Baik Nona." Bibi Lusy pun berlalu meninggalkan Jessy di ruang tamu tersebut.


***

__ADS_1


Jessy sudah masuk ke dalam mobilnya dan akan menuju kerumah mertuanya. Ia pun sudah menghubungi Nancy sang ibu mertua untuk memberitahukan kedatangannya. Paman James yang mengantarkannya pun sudah menyalakan mobil dan bersiap meninggalkan rumah tersebut.


Dalam perjalanan Jessy mendapatkan pesan dari Steve yang masuk ke ponselnya. Dengan tersenyum ia membaca isi pesan tersebut.


Aku sudah sampai ditujuan, kabari aku kalau terjadi sesuatu. Aku akan segera pulang. I love you Jessy.


Jessy pun membalas pesan dari Steve. I love you too. Jangan nakal disana. Bekerjalah dan cepat pulang.


Ia pun memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas, arah pandangannya dilayangankannya keluar. Banyak kendaraan yang berlalu lalang dijalan membuat suara bising di jalanan.


"Paman. Aku akan menginap beberapa hari dirumah Papa Brian. Nanti Paman langsung saja pulang kerumah." Tuturnya tanpa melihat sang sopir yang asyik mengemudikan mobilnya.


Tak berapa lama mobil yang ditumpangi Jessy pun sampai dirumah Brian Anderson. Sudah lama ia tak mengunjungi rumah ini, rasa rindu pun terobati hari ini.


Dengan hati-hati Jessy menurunkan kakinya, dan saat bersamaan Nancy pun keluar untuk menyambut menantu tersayangnya itu.


Senyuman hangat diberikan Nancy kepada Jessy saat kedua sudah saling berhadapan dan berpelukan.

__ADS_1


"Kau baik-baik saja, nak ? Mama senang akhirnya kau kesini dan menginap dirumah ini." Ucap Nany melepas pelukannya.


Belum sempat Jessy menjawab, ia merasakan kembali rasa sakit dibagin perut bawahnya. Dan kali ini rasa sakitnya agak lama dari yang sebelumnya.


"Aw." Pekiknya yang memegang perut bagian bawahnya.


"Jessy. Kenapa, nak ?." Seru Nancy juga yang panik.


"Aduh. Sakit, Ma. Perut Jessy sakit sekali."


"Kita kerumah sakit sekarang. Sepertinya kau akan melahirkan. " Nancy memegang badan menantunya itu agar tidak terjatuh. " Brian. Cepatlah kemari." Teriaknya dengan nyaring memanggil Brian di dalam. "Brian." Sekali lagi Nancy berteriak panik.


"Ada apa Nancy. Kenapa kau berteriak-teriak." Pungkas Brian yang sampai di depan rumah. " Jessy. Kenapa, Nak ?." Brian melihat Jessy sudah kesakitan.


"Cepat bawa mobil kemari, Brian. Sepertinya Jessy aka melahirkan. Cepat." Perintah Nancy kepada Brian.


Tanpa menunggu lama, Brian berlari untuk mengambil mobilnya. Karena terburu-buru ia pun hanya mengambil kunci cadangan di tempat penjaga dirumahnya.

__ADS_1


Ia membawa mobil sampai di depan pintu rumah dan segera membawa Jessy kerumah sakit tempat Dokter Milly bekerja. Dan letak rumah sakit itu tidak terlalu jauh dari rumah Brian Anderson.


__ADS_2