
3 bulan kemudian ...
Jessy melihat dirinya dipantulan cermin yang berada dihadapannya, tak terasa usia kandungan Jessy memasuki 3 bulan lebih dan perutnya pun sedikit menonjol kedepan. Terlihat jelas diwajahnya sebuah senyuman yang manis dia pancarkan ketika arah matanya menatap perutnya itu, dan kemudian mengelus perutnya.
Steve yang baru saja keluar dari kamar mandi seketika menghentikan langkah kakinya. Ia melihat Jessy yang senyum-senyum sendiri sambil mengelus perutnya, Steve pun menghampiri Jessy yang masih berdiri didepan cermin.
" Kenapa kau tersenyum seperti itu ? Apa ada yang lucu ?". Tanyanya begitu sampai didekat Jessy.
" Tidak .. tidak ada yang lucu, aku hanya tersenyum melihat perutku yang sudah membuncit ini saja ". Jawabnya tanpa melihat tapi masih tersenyum.
" Benarkah ! Tapi ku lihat kau semakin cantik Jessy ". Puji Steve.
Jessy mengalihkan pandangannya kearah Steve, baru kali ini Jessy mendengar pujian dari Steve yang mengatakannya " Cantik ".
" Apa kau menggodaku Steve ! Kau barusan mengatakan aku cantik ! ". Jessy mengulangi ucapan Steve.
" Iya, kau memang cantik Jessy terlebih lagi saat kau mengandung seperti ini, aura kecantikanmu semakin terpancar ".
" Apa itu jujur !". Jessy masih belum percaya atas ucapan Steve.
" Iya .. cerewet sekali kau ini ". Steve mencubit pelan kedua pipi Jessy karena gemas akan sifat istrinya itu.
Hampir 1 tahun pernikahan mereka berdua tapi semenjak Jessy hamil, Steve membeli satu mobil lagi untuk Jessy pakai tentunya bukan dia yang menyetir tapi sopir yang sudah Steve pekerjakan yang bernama James. Steve dan Jessy memanggilnya dengan sebutan paman James karena usianya yang sudah 48 tahun.
Karena sudah mendapat izin dari Steve, Jessy rencananya sehabis melakukan pemeriksaan rutin kandungannya, ia ingin singgah sebentar ke toko kue yang baru Grand Opening hari ini. Jessy sudah tidak sabar ingin ke toko kue tersebut, dalam pikirannya pasti banyak kue yang lezat sekali disana. Maka dari itu, dia datang lebih awal kerumah sakit untuk mempercepat periksa kandungannya.
__ADS_1
" Paman, tunggu saja disini aku akan masuk kedalam sendirian saja ". Pinta Jessy kepada sopirnya.
Paman James pun mengangguk mengerti akan perintah yang diberikan oleh Jessy.
Jessy berjalan memasuki lobby rumah sakit, dan segera mendaftarkan dirinya bagian dokter kandungan. Jessy menunggu 30 menit lamanya setelah itu tiba saatnya giliran dirinya dipanggil untuk diperiksa oleh Dokter.
***
Selesai dari rumah sakit, Jessy menyuruh paman James untuk mengantarkannya ke toko kue tujuan keduanya. Jalanan sedikit macet karena ada perbaikan jalan disana sehingga untuk sampai di toko kue tersebut menempuh waktu 1 jam.
Setibanya Jessy ditujuannya, dia segera keluar dari mobil dan sebelum benar-benar keluar, dia meminta kepada paman James untuk menunggunya dimobil saja, setelah itu dia melanjutkan langkahnya masuk ke toko kue tersebut. Banyak orang disana mungkin karena baru Grand Opening makanya ramai.
Jessy sedang asyik melihat-lihat semua jenis kue dan yang paling banyak adalah Cupcake sesuai dengan nama toko ini " Cupcake Bakery ". Jessy dibuat binggung untuk memilih kue-kue tersebut karena pasti semuanya lezat. Karena asyik Jessy tidak menyadari jika di toko itu juga ada seseorang yang sudah mengamatinya dari tadi. Dengan senyum sinisnya wanita itu datang bersama teman-temannya mendekati Jessy.
" Selamat siang Nona Jessy ". Tegur wanita itu kepada Jessy.
" Non-nona Kimberly !". Jawabnya gugup.
" Ada apa Nona Jessy, kenapa kau terlihat sangat gugup sekali bertemu denganku !". Tuturnya masih dengan senyuman sinis.
" Ti-tidak Nona Kimberly, apa kabar Nona ?". Tanya Jessy menetralkan suaranya.
" Alu baik Nona, bagaimana denganmu ? Oh, sepertinya kalau aku tidak salah, apa kau hamil Nona Jessy ? ". Kimberly balik bertanya sambil menatap perut Jessy sebentar lalu kembali melihat Jessy.
Jessy tidak menjawab pertanyaan dari Kimberly, dia mengalihkan pembicaraan agar wanita dihadapannya ini tidak bertanya-tanya lagi soal kehamilannya. " Maaf Nona, aku harus segera pergi ". Ucap Jessy yang kemudian melangkahkan kakinya, tapi baru dua langkah dia berjalan tiba-tiba tubuhnya ditarik oleh Kimberly. Wanita itu tidak mau membiarkan Jessy untuk pergi sebelum rasa kesalnya terluapkan.
__ADS_1
" Kau mau kemana Nona Jessy ! Pembicaraan kita belum selesai ". Tukasnya setelah menahan kepergian Jessy. " Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku tadi Nona, jadi apa benar kau hamil ?". Kali ini suara Kimberly terdengar menyudutkan Jessy.
Jessy hanya menganggukan kepala, tidak lebih memilih tidak angkat suara agar Kimberly melepaskannya tapi ternyata tidak. Melihat anggukan kepala Jessy membuat Kimberly semakin banyak bicara. " Siapa ayahnya Nona, apa aku mengenalnya ! Atau jangan-jangan kau hamil diluar nikah Nona Jessy !". Lanjut Kimberly yang tertawa kecil dengan teman-temannya.
Mendengar ucapan Kimberly, Jessy menatap tajam kearah Kimberly. Dia sungguh kesal atas ucapan Kimberly yang dilontarkan kepadanya. " Nona Kimberly, jaga bicaramu. Kau harus tahu batasanmu terhadap orang lain ". Tutur Jessy.
" Batasanku ! Bagaimana denganmu Nona Jessy ! Kau berbicara mengenai batasan diriku, lalu kau sendiri bagaimana Nona, kau tahu bahwa Steve adalah kekasihku lalu batasanmu sebagai pembantu dirumahnya apakah mencari kesempatan untuk menggodanya ?". Kimberly menyudutkan Jessy dengan perkataannya yang seolah-olah Jessy merebut Steve darinya.
" Aku tahu dia adalah kekasihmu Nona, tapi kau sendiri yang mengkhianati Steve, tidur bersama pria lain ". Protes Jessy yang tidak mau dipandang rendah oleh Kimberly.
" Kau. Berani sekali kau berbicara seperti itu didepanku, kau wanita yang tidak tahu malu sudah merebut kekasihku dan sekarang kau menghinaku didepan orang-orang ". Tukas Kimberly dengan nada meninggi. " Kau hanya tempat pelarian saja Nona Jessy, bagi Steve hanya aku seorang wanita yang dicintainya ". Ucap Kimberly merendahkan Jessy.
Jessy tidak bisa membalas lagi ucapan Kimberly barusan karena ada benarnya, selama ini Steve memang berperilaku baik kepadanya tapi tidak tahu apakah Steve mencintainya atau memang benar dirinya hanya tempat pelarian Steve saja.
" Kenapa kau diam saja Nona ! Diammu sudah membuktikan bahwa ucapanku barusan benar adanya, wanita yang dicintainya Steve adalah aku seorang ". Tutur Kimberly sambil melipat kedua tangannya didepan.
" Kasihan sekali anak yang kau kandung tidak memiliki ayah, karena Steve akan jadi milikku lagi Nona Jessy. Sebelum itu terjadi sebaiknya kau pergi saja meninggalkan Steve sejauh mungkin ". Sambungnya dengan nada merendahkan Jessy bahkan terdengar suara tawanya yang diikuti oleh teman-temannya.
Jessy menahan airmatanya agar tidak terjatuh, semua perkataan Kimberly begitu menyakitkan hatinya. Untuk itu dia memilih untuk pergi meninggalkan tempat itu tanpa membeli apapun padahal dari tadi mulutnya sudah tidak tahan ingin memaka semua jenis kue yang dijual ditoko ini.
Jessy melangkahkan kaki untuk pergi tapi sekali lagi langkahnya dihentikan oleh suara seorang pria.
" Tunggu Jessy ". Cegah pria itu yang berdiri tidak jauh dari Jessy dan Kimberly serta teman-temannya.
Jessy menoleh kearah suara yang sudah menghentikan langkah. Begitu juga Kimberly yang penasaran siapa orang yang sudah mencegah Jessy untuk pergi. Jessy maupun Kimberly sama-sama terkejut setelah tahu siapa sumber suara tadi.
__ADS_1
" Papa Brian ". Gumamnya pelan yang melihat Brian berjalan menghampirinya.