
"Maafkan aku, Steve." Ucap Jessy disela tangisannya. Karena mimpi buruk itu, Jessy melunakan hatinya sendiri. Dia tidak mau kehilangan orang yang dicintainya itu untuk kedua kalinya karena keras kepala dan keegoisannya sendiri. Jessy memeluk tubuh Steve erat-erat seakan tidak mau melepaskan suaminya itu. Aroma wangi tubuh Steve yang dirindukannya selama ini membuatnya nyaman dan betah berlama-lama dalam pelukan Steve.
"Aku yang harusnya minta maaf kepadamu, Jessy. Karena diriku, kau seperti ini." Tutur Steve yang menangkup kedua pipi Jessy.
"Aku juga bersalah kepadamu, Steve. Aku terlalu egois dan marah sehingga membuat hubungan kita menjadi buruk." Sahut Jessy yang masih menangis.
"Sudah. Jangan menangis seperti ini. Lihatlah dirimu sekarang, kau semakin kurus dan wajahmu pucat. Aku tidak mau melihatmu seperti ini lagi, Jessy."
"Aku mencintaimu Steve." Jessy kembali memeluk tubuh suaminya yang sangat dirindukannya selama ini.
"Aku juga mencintaimu Jessy." Keduanya saling berpelukan cukup lama, tapi pelukan keduanya terlepas saat mendengar suara dari belakang Steve yang baru saja datang. Ternyata adalah suara Brian dan Nancy yang datang untuk menjenguk menantu kesayangan mereka.
__ADS_1
***
Jessy membawa Steve masuk ke dalam kamarnya untuk menemaninya sebentar selama ia membersihkan tubuhnya di kamar mandi. Sedangkan yang lainnya sudah berada di ruang makan untuk melakukan sarapan pagi bersama. Sambil menunggu Jessy dan Steve, para orangtua tersebut mengobrol satu sama lain sehingga timbul ide dari mereka agar Steve dan Jessy sebaiknya pergi honeymoon.
Selama pernikahan anak-anak mereka yang hampir satu tahun ini, sedikitpun mereka belum pernah melihat Steve dan Jessy pergi honeymoon. Tanpa menunggu lama, Brian langsung memesankan tiket pesawat untuk Steve dan Jessy sedangkan Leo memesankan hotel berbintang setelah mereka mengetahui dimana bagusnya tempat honeymoon untuk anak-anak mereka.
Para istri mereka hanya mengikuti saja apa yang dilakukan oleh dua orang laki-laki paruh baya tersebut. Mereka yang menentukan sendiri dan mempersiapkan semuanya, jadi Steve dan Jessy hanya terima beres saja. Tak lama kemudian Jessy turun menemui mereka yang diikuti oleh Steve disampingnya sambil berpegangan tangan.
Wajah Jessy mulai berseri kembali walau tidak sepenuhnya karena warna pucat masih menyelimuti wajahnya. Tapi tak pernah surut senyumannya yang terus mengembang di bibirnya, hatinya terasa lega setelah melepaskan semua beban yang dirasakannya selama hampir 2 bulan ini.
Hidangan untuk sarapan pun sudah tersedia diatas meja, mereka semua menikmati sarapan pagi itu dengan penuh kehangatan dan sukacita. Sampai akhirnya Brian mulai angkat bicara menyampaikan sesuatu kepada anak dan menantunya itu.
__ADS_1
"Steve. Sebaiknya mulai besok kau mengambil cuti untuk beberapa hari kedepan." Ucapnya seraya melirik kearah putranya itu.
Kening Steve berkerut tanda heran karena diminta oleh papanya untuk mengambil cuti. "Untuk apa pa ?." Tanyanya.
"Papa sudah membelikan tiket pesawat untuk kalian berdua besok. Pergilah honeymoon nak." Jawab Brian tersenyum kepada Steve dan Jessy.
"Iya. Pergilah honeymoon. Bukankah kalian selama menikah belum ada honeymoon ? Papa juga sudah memesankan hotel untuk kalian menginap selama disana." Timpal Leo.
Steve memiringkan kepalanya untuk melihat Jessy, bermaksud ingin menanyakan kepada istrinya itu apakah mau pergi honeymoon. Jessy pun menganggukan kepalanya tanda menyetujui apa yang dibicarakan oleh papa dan papa mertuanya itu.
Seulas senyuman diwajah Steve saat melihat anggukan kepala Jessy. "Baiklah. Kami akan pergi honeymoon pa. Terima kasih sudah mengurus semuanya untuk kami berdua." Ucap Steve yang menoleh kepada Brian dan Leo.
__ADS_1
"Ya sudah. Jessy makanlah yang banyak nak. Kau perlu asupan banyak untuk memulihkan tenagamu, apalagi besok kalian akan pergi honeymoon." Ucap Olive kepada putrinya yang penuh maksud. Namun Jessy dan Steve gagal mencerna ucapan dari wanita patuh baya itu, keduanya hanya tersenyum lalu memakan sarapan mereka.
Sedangkan Olive tersenyum kepada Nancy yang yang duduk dihadapannya itu. Mereka berdua mengharapkan setelah honeymoon ini, Jessy hamil lagi.