Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Hadiah


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit, Jessy dan Steve pun sampai di suatu tempat pusat perbelanjaan mewah, Mall terkenal di kota Sidney.


Tanpa sungkan Steve menggenggam tangan Jessy untuk bersama-sama masuk kedalam Mall tersebut. Steve sengaja mengajak Jessy jalan-jalan ke tempat ini, dan kemungkinan ada barang atau sesuatu yang ingin dibeli oleh Jessy.


" Steve. Kenapa kau mengajakku ke tempat ini ?." Tanya Jessy kepada laki-laki yang menggenggam tangannya itu.


" Kenapa memangnya ? Kau tidak suka ?."


"Bukan begitu. Apa kau tahu, ini pertama kalinya aku ke tempat ini. Biasanya Mall yang ku datangi bersama teman-temanku yang biasa saja. "


" Apa kau serius, Jessy !." Steve merasa tidak percaya setelah mendengar penuturan dari Jessy yang baru pertama kali datang ke Mall yang terkenal mewah dan mahal ini.


Jessy menganggukkan kepala menyakinkan suaminya itu. " Iya. Aku memang baru pertama kali ke tempat ini. Kau tidak percaya ?."


" Jelas aku tidak percaya. Kau dari keluarga orang kaya, Jessy. Siapa yang tidak mengenal Papa Leo. Papa pengusaha dan pembisnis terkenal. Aku pikir karena begitu, kau pasti sering ketempat ini."


Jessy menarik kedua sudut bibirnya, ia tersenyum mendengar ucapan Steve yang mengira dirinya sering ke Mall ini.


" Karena papa seorang pengusaha dan pembisnis yang dikenal orang, tidak dengan ku, Steve. Aku lebih baik berkehidupan sederhana, semua kekayaan itu punya papa dan mama bukan punya ku ataupun Kakak. Kak Alex juga membangun usahanya dengan uangnya sendiri yang ia tabung selama bekerja dengan orang waktu ia kuliah di luar negeri. Begitu juga denganku, bisa saja aku menggunakan kekayaan papa dan mama tanpa bekerja sekali pun, tapi aku tidak memilih itu. Aku lebih memilih bekerja di perusahaan yang kau pimpin sekarang, aku punya uang dari hasil kerja ku, bukan dari minta kepada papa dan mama. " Tuturnya panjang lebar memberi penjelasan kepada Steve.


" Satu hal lagi yang aku tahu tentangmu, Jessy. "

__ADS_1


" Apa itu ?."


" Kau benar-benar wanita yang luarbiasa." Puji Steve kepada Jessy. "Wanita lain tidak mungkin ada yang sepertimu, kalau pun ada mungkin sedikit. "


" Oh ya !. Kenapa memangnya seperti itu ?." Tanya Jessy penasaran.


" Karena mereka tahu keluarga merek kaya raya, jadinya mereka berfoy-foya dengan harta dari orangtua mereka. Tapi tidak denganmu. Aku beruntung mendapatkanmu, Sayang." Steve memberikan kecupan sekilas di puncak kepala Jessy. Ia bangga kepada istrinya itu, yang senag hidup sederhana walaupun terlahir dari keluarga berada dan sekarang punya suami seorang pemimpin perusahaan yang besar.


" Jadi. Apa yang akan kita lakukan hari ini disini ?." Jessy menoleh kesamping kearah Steve.


Tanpa ragu-ragu Steve pun menarik tangan Jessy membawanya masuk ke salah satu toko perhiasaan ternama di Mall tersebut. Awalnya Jessy menolak masuk, tapi Steve tetap memaksa istrinta itu agar ikut masuk bersamanya.


Mereka berdua pun disambut oleh beberapa karyawan di toko perhiasaan tersebut. Steve pun meminta kepada salah satu karyawan untuk menunjukkan perhiasaan terbaru mereka. Jessy tidak bisa berbuat apa-apa karena Steve tidak mau dibantah sama sekali.


" Pilihlah yang mana kau suka. " Perintah Steve mempersilahkan wanita yang dicintainya itu memilih perhiasaan.


" Perhiasan ini mahal, Steve. Aku tidak mau. " Tolak Jessy lagi.


" Aku tidak pernah memberikanmu hadiah, Jessy. Aku mohon pilih diantara semua ini yang mana kau suka. "


Jessy pun berpikir atas ucapan Steve tadi kepadanya, memang benar selama ini ia tidak pernah diberi hadiah atau semacamnya oleh Steve.

__ADS_1


" Baiklah. Aku akan memilihnya. " Akhirnya jawaban Jessy membuat Steve tersenyum senang.


Jessy pun mulai melihat-lihat beberapa perhiasaan tersebut yang lengkap dengan kalung, anting, cincin dan juga gelangnya. Semuanya bagus dan indah namun tidak membuat hati Jessy tersentuh untuk di miliki olehnya.


Setelah mengamati semua perhiasaan yang sudah ada di depannya, matanya tanpa sengaja melirik sebuah perhiasan yang lengkap juga. Model dan desainnya sederhana tapi elegan, membuat Jessy tertarik kepada perhiasan yang dilihatnya.


" Nona. Aku ingin melihat perhiasan yang itu. " Tunjuk Jessy dan kemudian arah tunjukkannya diikuti oleh Nona yang melayani dirinya tadi.


" Tunggu sebentar, Nona. "


Sementara itu, Steve pun penasaran dengan perhiasan yang ditunjuk oleh Jessy tadi. Menurutnya semua yang tersedia diatas kaca etalase ini sangat bagus, tapi kenapa Jessy tidak menyukainya.


Dan setelah itu, sebuah kotak hitam yang berisi satu set perhiasan dengan desain yang sederhana namun elegan terpampang jelas di depan Jessy dan Steve.


" Aku suka yang ini, Steve. Apa boleh aku memilih yang ini saja ?." Tanya Jessy meminta persetujuan kepada Steve.


" Tentu saja. Itu pilihanmu sendiri, asal kau suka aku tidak keberatan, Jessy. " Jawab Steve yang tersenyum kepada istrinya itu. " Istriku memilih perhiasan yang ini, Nona. " Lanjutnya kepada karyawan tersebut.


" Baik Tuan. "


Dan karyawan tersebut pun mulai mengemasi barang mahal tersebut dengan hati-hati. Dan setelah itu, Steve pun menuju ke bagian pembayaran. Perhiasan yang dipilih oleh Jessy terbilang cukup mahal namun tidak membuat Steve merugi membayarnya. Yang terpenting baginya adalah membuat Jessy senang dan bahagia, selesai membayar mereka berdua pun pergi meninggalkan toko perhiasan tersebut.

__ADS_1


Tetapi tiba-tiba Jessy merasakan kepalanya sakit dan pandangannya pun menjadi kabur, dia tetap berusaha berjalan mengikuti langkah kaki suaminya, tapi dirinya tidak sanggup lagi dan tubuhnya pun terjatuh dilantai Mall tersebut. Steve membelalakan kedua matanya melihat istrinya jatuh pingsan di dekatnya secara tiba-tiba itu.


__ADS_2