Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Terima Kasih, Sayang


__ADS_3

Keesokan harinya, Jessy terlebih dulu bangun karena merasakan pantulan sinar matahari yang menyinari wajahnya. Ia pun masuk ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya serta menggosok giginya, setelah itu ia ingin ke dapur bermaksud membantu kedua pembantu untuk menyiapkan sarapan.


Tapi sebelum dirinya benar-benar meninggalkan kamar, ia menyempatkan dirinya untuk melihat sekilas wajah suaminya itu karena menurutnya wajah tampan Steve melipat kali ganda saat tidur.


"Dia ini sungguh ganas sekali." Ucapnya yang sambil mengingat-ingat pergumulan mereka semalam. " Tapi aku sangat mencintaimu." Lanjutnya yang tersenyum di depan wajah Steve lalu mengecup bibir Steve sebentar.


Namun ternyata Steve sudah bangun dari tadi saat Jessy berada di dalam kamar mandi, tapi kembali pura-pura tidur ketika Jessy keluar. Semua ucapan Jessy barusan pun ia dengar, termasuk saat sang istri mengatai dirinya sangat ganas.


Steve pun memeluk tubuh Jessy secara tiba-tiba dengan kedua tangannya. Sontak membuat Jessy kaget, dan sekarang berada di dalam dekapan tubuh Steve.


"Kau sudah bangun ? Sejak kapan ?." Tanya Jessy beruntun.


"Kenapa memangnya ?."


"Katakan, sejak kapan kau bangun, Steve ?."


"Sejak .... Sejak kau berada di dalan kamar mandi." Jawabnya santai sambil mengeratkan pelukkannya.


"Kau mendengar semua ucapanku tadi ?."

__ADS_1


"Hmm. Karena kau sudah mengataiku ganas, aku akan melakukannya lagi dengan lebih ganas." Goda Steve sambil tersenyum usil.


Jessy pun memberontak dalam dekapan Steve, ia takut jika Steve benar-benar melakukannya dan akan membuat dirinya pasrah akan setiap perlakuan dari Steve.


"Aku harus membantu bibi Lusy dibawah." Jessy berusaha melepaskan diri dari pelukkan Steve.


"Tidak perlu. Ayo kita lanjutkan yang semalam." Steve terus saja menggoda istrinya itu.


"Lepaskan aku, lepaskan aku." Teriak Jessy sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Steve.


Steve malah kesenangan melihat kepanikan dari Jessy, karena merasa gemas kepada istrinya itu, ia pun melepaskan pelukannya dan membiarkan Jessy meninggalkan dirinya di dalam kamar.


***


Sedangkan Steve, hanya menggunakan kaos berkerah berwarna biru serta celana jeans hitam panjang, tak lupa jam tangan serta kacamata untuk melengkapi penampilannya hari ini.


"Kau sudah siap ?." Steve mendekati Jessy yang masih berdiri di depan cermin untuk memastikan penampilannya.


"Iya." Jawabnya yang dibarengi dengan anggukan kepalanya.

__ADS_1


"Kalau begitu, ayo kita pergi sekarang." Ajak Steve kemudian lalu mendahului Jessy untuk keluar dari kamar.


Keduanya pun pergi meninggalkan rumah beserta bibi Lusy dan bibi Ana. Karena hari ini hari libur, jalanan pun dipenuhi kendaraan yang berlalu lalang, tak heran jika mereka mengalami sedikit macet namun tidak menyurutkan senyuman diwajah mereka.


Sembari menunggu lampu hijau, Steve sesekali melirik kearah Jessy yang duduk disampingnya. Ia pun menggagumi wajah Jessy yang cantik dan sangat cocok dengan dress yang dikenakn oleh Jessy.


"Kau terlihat sangat cantik hari ini." Puji Steve yang menatap Jessy disampingnya.


" Hari ini ! Berarti kemarin-kemarin aku tidak cantik ?." Protes Jessy tiba-tiba.


"Bu-bukan begitu. Maksudku hari ini kau terlihat berbeda. Aku menyukainya." Steve memperbaiki kata-katanya.


Wajah Jessy pun merah merona karenae dapat pujian dari suaminya itu, walaupun Steve sering memuji dirinya namun kali ini pujian suaminya itu terdengar berbeda sekali di telinganya.


"Terima kasih, Sayang." Balasnya tersipu malu karena baru kali ini ia memanggil suaminya dengan sebutan sayang.


"Tadi kau bilang apa barusan ?." Steve mendekatkan telinganya kepada Jessy, untuk memastikan apa yang didengarnya tadi.


"Ti-tidak. Aku tidak mengatakan apa-apa."Bantah Jessy yang sudah malu.

__ADS_1


"Bohong. Ayo katakan lagi. Aku ingin mendengarnya." Pinta Steve yang sudah menatap wajah Jessy secara dekat.


Namun belum sempat Jessy menjawab, lampu lalu lintas pun berubah menjadi warna hijau. Kalau saja tidak diklakson oleh kendaraan yang lain, Steve bakal mencium bibir Jessy saat itu juga.


__ADS_2