Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Khawatir


__ADS_3

Jessy dan Lanny yang sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan mereka karena sebentar lagi akan waktunya jam makan siang. Jessy yang masih sibuk dengan laporannya menatap layar komputer yang berada didepannya tapi tiba-tiba penglihatannya buram dan kepalanya juga terasa sakit. Sejenak dia menghentikan pekerjaannya dan menundukkan kepalanya bersandar dimeja kerjanya. Lanny yang disampingnya melirik kearah Jessy yang sedang menundukkan kepalanya itu.


" Jessy, kau kenapa ?". Tegur Lanny beranjak mendekati Jessy.


Tidak ada jawaban yang diberikan oleh Jessy, dia tetap pada posisinya yang menundukkan kepalanya. Sekali lagi Lanny bertanya kepadanya dengan sedikit menggoyangkan tubuh Jessy.


" Jessy, aku sedang bertanya padamu, apa kau baik-baik saja ". Ucapnya lagi yang menggoyangkan tubuh Jessy.


Masih tidak ada jawaban dari Jessy, karena khawatir Lanny berinisiatif mengangkat kepala Jessy, dan betapa terkejutnya Lanny saat dia mengangkat kepala dan menyandarkan tubuh Jessy dikursinya terlihat darah mengalir dari hidung Jessy.


" Jesssyyyy ". Teriak Lanny yang kaget melihat keadaan Jessy.


Teriakkan Lanny mendapatkan perhatian dari beberapa karyawan lainnya yang satu ruangan dengan mereka berdua.


" Kenapa kau berteriak Lanny ". Tegur seorang pria yang berjalan kearah Lanny dan Jessy.


" Kak Willy, tolong bantu aku cepat ". Ucap Lanny nyaring yang hampir menangis.


" Astaga, ada apa dengan Jessy ". Ujar Willy yang melihat Jessy dengan keadaan mengeluarkan darah dari hidung dan wajahnya sangat pucat.


" Aku tidak tahu kak, cepat angkat tubuhnya kita bawa dia kerumah sakit saja ". Perintah Lanny yang gugup.


" Ba .. baiklah, " Jawab Willy yang segera menggendong tubuh Jessy.


Sementara Willy menggendong Jessy, Sekretaris Juan yang baru keluar dari dalam Lift melihat mereka bertiga yang sedang terburu-buru berjalan kearah lift.


" Ada apa ini ". Tutur Sekretaris Juan yang melihat Jessy tidak sadarkan diri.


"Maaf Tuan, ijinkan kami membawa Jessy kerumah sakit ". Ucap Lanny yang menatap Sekretaris Juan.


" Nona Jessy kenapa ? ". Tanya Sekretaris Juan yang ikut masuk kedalam lift lagi.

__ADS_1


" Aku tidak tahu Tuan, dia tiba-tiba tidak sadarkan diri dan mengeluarkan darah dari hidungnya ".


Sekretaris Juan yang mendengar ucapan Lanny terkejut, dan tanpa basa basi langsung menelepon sopir Steve yang siaga di perusahaan.


" Siapkan mobil sekarang, 2 menit lagi aku keluar .. cepat ". Ucapnya pada seseorang di telepon.


Tak berapa lama mereka sampai di lobby perusahaan dan dengan cepat Sekretaris Juan mengambil ahli tubuh Jessy dari gendongan Willy dan segera memasukkan Jessy kedalam mobil.


" Kau, ikut masuk kedalam ". Perintahnya kepada Lanny.


Lanny yang mendengarnya pun langsung masuk kedalam mobil dan sebelum pergi dia sempat menyampaikan sesuatu kepada Seniornya yang bernama Willy.


***


Sekretaris Juan yang menyetir Mobil melajukan kendaraan roda empat tersebut agar cepat sampai di Rumah Sakit. Sekretaris Juan pun melirik sekilas Lanny dan Jessy yang duduk di kursi belakang dari kaca spion.


Kenapa bisa begini, apa nona Jessy sakit ? Lagipula Tuan Steve masih ada rapat. Batin Sekretaris Juan yang masih fokus menyetir mobilnya.


Lanny dengan setia menunggui Jessy yang sedang diperiksa oleh Dokter Carlos, dokter pribadi Steve yang bekerja di Rumah Sakit tersebut. Lanny mondar mandir di depan pintu ruangan tampak dia terlihat cemas akan keadaan Jessy. Sedangkan Sekretaris Juan berada sedikit jauh dari Lanny karena ingin menghubungi Steve.


Seharusnya rapatnya sudah selesai sekarang. Pikirnya yang mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan menelepon Steve. Ada 3 kali berdering dan setelah itu terdengar suara yang menjawab panggilan tersebut.


" Halo ". Suara Steve ditelepon.


" Maaf mengganggu Tuan, apa rapatnya sudah selesai ". Ucap Sekretaris Juan ditelepon.


" Kau dimana Juan, kenapa belum kembali ". Marah Steve ditelepon.


" Sekali lagi maaf Tuan Steve, Nona Jessy sekarang ada di Rumah Sakit Tuan ".


" Apa ! ". Teriak Steve ditelepon lagi.

__ADS_1


" Aku membawanya di Rumah Sakit dokter Carlos tuan ".


" Aku akan segera kesana ". Ucap Steve lalu mematikan ponselnya.


Sekretaris Juan memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celananya, dia melihat kearah ruangan tempat Jessy diperiksa dan melihat Lanny juga yang berdiri bersandar di dinding. Sekretaris Juan melangkahkan kakinya mendekat ke tempat Lanny, sementara itu Dokter Carlos keluar dari ruangan tersebut dan melihat Sekretaris Juan berjalan menuju kearahnya dan Lanny yang berdiri di dekatnya.


" Dokter, bagaimana keadaan Jessy ". Tanya Lanny yang memegang tangan Dokter Carlos.


" Carlos bagaimana keadaannya ". Sekretaris Juan juga ikut bertanya.


" Aku harus menyampaikan ini dengan pihak keluarganya Juan, apa kau tahu keluarganya ". Ucap Dokter Carlos.


" Aku sudah menghubungi Tuan Steve, dan dia dalam perjalanan kesini ". Jawab Sekretaris Juan.


" Steve ! Apa Steve keluarganya ". Tutur Dokter Carlos


" Tuan Steve adalah suami dari Nona Jessy Carl ". Jawab Sekretaris Juan yang melihat dokter Carlos dan juga Lanny.


Mendengar penuturan Sekretaris Juan, Lanny tersentak kaget dan membulatkan matanya.


" Apa !". Seru Dokter Carlos dan Lanny bersamaan.


Tak sempat Sekretaris Juan memberitahukan, Steve datang terdengar suara langkah kakinya akibat dari hentakan sepatunya. Dengan langkah cepat dia mendekati Sekretaris Juan, Dokter Carlos dan Lanny.


" Apa yang terjadi dengannya Juan ". Ucapan pertama Steve begitu sampai.


" Steve , sebaiknya kita keruanganku saja akan aku jelaskan kepadamu ". Sahut Dokter Carlos.


Steve mengangguk dan mengikuti Dokter Carlos menuju ruang kerjanya.


Sementara itu Jessy dibawa dipindahkan ke kamar Pasien. Sekretaris Juan menyusul Steve diruang kerja Dokter Carlos setelah melakukan administrasi Rumah Sakit. Sedangkan Lanny menemani Jessy yang masih belum sadar.

__ADS_1


" Jessy, apa yang terjadi denganmu ". Ucap Lanny yang mengusap kepala Jessy.


__ADS_2