
"Terima kasih karena kau sudah berjuang melahirkan anak kita, Jessy." Sambungnya dengan suara pelan.
"Apapun itu, aku akan berjuang demi anak kita, Steve." Sahut Jessy dengan senyuman.
Kemudian salah satu perawat mengambil kembali bayi laki-laki tersebut untuk dibersihkan lalu di pakaikan baju. Jessy juga sama, Doker Milly masih sibuk membersihkan sisa-sisa dalam perut Jessy, kotoran yang mungkin masih ada dikeluarkan oleh Dokter itu.
"Nona, bayi anda sehat semua dalam tubuhnya normal. tinggi badannya 53cm dan berat badannya 3,5kg. Selamat Nona dan Tuan Anderson." Ucap Perawat yang mengurus bayi mereka.
Kemudian perawat tersebut memberikan bayi laki-laki itu kepada Steve, ayahnya. Dengan senang hati Steve menerima bayinya itu, dengan hati-hati ia menggendong tubuh mungil itu agar tidak terjatuh.
Raut wajahnya tampak menunjukkan kebahagiaan, Steve menatap wajah anaknya dengan penuh kasih sayang lalu mencium pipi gembul bayinya.
"Papa berdoa, kelak kau jadi anak yang luarbiasa. Kau akan menjadi anak yang cerdas, berani dan hebat seperti papa dan menjadi anak yang baik, rendah hati serta peduli sesama seperti mamamu, nak." Steve melirik kearah Jessy yang masih terbaring, Jessy tersenyum hangat setelah mendengar apa yang diucapkan oleh suaminya itu.
"Dia juga akan menjadi seperti kedua kakeknya, mewarisi kesuksesan dan menjadi pemimpin seperti kakeknya." Sambung Jessy lagi.
"Apa kau sudah mendapatkan nama untuk anak kita, Sayang ?." Steve mendekati Jessy.
__ADS_1
"Sudah, Steve." Jawabnya singkat.
Dan tak lama semua orang yang menunggu diluar ruangan dari tadi silih berganti masuk ke dalam. Mereka memberi selamat kepada Jessy dan Steve atas kelahiran putra pertama mereka.
Para orangtua terlihat begitu antusias dana bahagia setelah melihat cucu pertama mereka sudah lahir. Terlebih Leo dan Brian mereka berdua silih berganti menggendong tubuh mungil tersebut.
Melihat tingkah lucu kedua kakek tersebut membuat yang lainnya tertawa. Karena kedua saling merebut agar bisa menggendong bayi itu lebih lama.
Sedankan Nancy dan Olive hanya menggelengkan kepala melihat tingkah suami mereka itu. Keinginan mereka untuk menggendong cucu pertama mereka pun tertunda karena suami mereka tidak mau memberikan bayi itu kepada mereka.
"Apa kalian sudah menyiapkan nama untuknya, Nak ?." Tanya Olive yang melihat Jessy dan Steve secara bergantian.
"Lihatlah kedua kakek itu, saling berebutan menggendong. Brian, Leo kapan giliran kami untuk menggendongnya ?." Seru Nancy yang sedikit kesal.
"Sebentar saja, nanti giliranmu yang menggendongnya." Begitu saja jawaban Brian kepada Nancy.
Nancy pun raut wajahnya berubah kesal kepada kedua orang pria paruh baya itu yang sedari tadi tidak memberikan cucunya untuk digendong.
__ADS_1
"Kalian lihatlah ayah kalian itu, serakah sekali. Memangnya hanya mereka berdua saja yang mau menyentuh, mencium cucunya." Gerutu Nancy lagi kepada Jessy, Steve dan juga Olive yang disitu.
Jessy tersenyum kecil melihat tingkah lucu para kakek dan nenek tersebut. Kemudian meminta anaknya untuk di gendongnya.
"Papa.Berikan dia kepadaku sebentar." Jessy mengulurkan kedua tangannya.
Tanpa membantah Brian dan Leo pun menuruti ucapan Jessy tersebut dan itu membuat Olive dan juga Nancy saling melirik satu sama lain.
"Kalau sudah Jessy saja, baru diberikan. Dari tadi kami memintanya tidak kalian berikan." Kesal Olive lalu kemudian tertawa bersama yang lainnya.
Sekarang bayi itu sudah berada di dekapan ibunya. Dengan hati-hati Jessy menggendongnya dan kemudian mencium pipi anaknya itu.
"Papa, Mama, Steve, Kak Alex dan juga Natalie. Terima kasih atas kasih sayang kalian kepadaku dan juga anakku. Dia pasti bangga memiliki kalian semua sebagai keluarganya. Dan aku memberikan nama kepadanya NICHOLAS BRILEEV ANDERSON." Ucap Jessy yang melihat semua orang di sekitarnya.
"Wah. Namanya bagus sekali, Nak. Kalau boleh tahu apa arti namanya ?." Seru Brian dengan antusias.
"NICHOLAS artinya Kemenangan. Dia akan menjadi seorang pemenang dalam hal apapun. Dan BRILEEV adalah singkatan dari nama Papa Brian dan Papa Leo, dan juga Steve Papanya. Aku ingin dia menjadi seperti kedua Kakeknya dan Papanya yang hebat."Tutur Jessy yang mengelus lembut pipi anaknya lalu menciumnya lagi.
__ADS_1
Semuanya bertakjub kagum mendengar arti nama bayi tersebut. Mereka semua setuju terlebih lagi kedua Kakek itu yang senang sekali nama mereka ada di nama cucu mereka.