
Hai guys, jangan lupa divote ya dan ratting 5 bintang serta Like, favorite dan koment yang yang positif agar author semakin semangat up .. 😍😘
Lanny yang setia menunggui Jessy ditempat tidurnya, tak terasa matanya sayup-sayup karena mengantuk. Ketika Lanny hendak menyandarkan kepalanya dikursi, dia melihat tangan Jessy bergerak-gerak dan dengan cepat Lanny mendekatkan dirinya kepada tubuh Jessy.
" Jessy ". Ucapnya pelan dan memegang tangan Jessy.
Jessy membuka matanya perlahan-lahan dan menyesuaikan dengan pencahayaan ruang kamar rawatnya.
" Aku dimana ?". Tanyanya dengan suara lemas dan memegang kepalanya.
" Jangan banyak bergerak Jessy, sekarang kau berada di rumah sakit ". Jawab Lanny yang tersenyum bahagia karena Jessy sudah sadar.
" Argghh .. kepalaku sakit sekali ". Tuturnya yang masih memegang kepalanya.
" Tunggu disini sebentar, aku akan memanggilkan dokter ". Ujar Lanny yang beranjak keluar dari ruangan.
Lanny yang berada diluar segera memanggil petugas medis untuk melihat kondisi Jessy. Sementara itu, dia juga melihat Steve dan Sekretaris Juan datang dari arah berlawanan.
" Ada apa Nona Lanny ". Tanya Sekretaris Juan yang melihat Lanny.
" Maaf Tuan, Jessy sudah sadar ". Jawabnya yang terlihat sungkan.
" Dia sudah sadar ? Juan segera panggil Carlos cepat ". Perintah Steve kepada Sekretaris Juan.
__ADS_1
" Baik Tuan ". Sekretaris Juan menganggukan kepalanya.
Sekretaris Juan berlari menuju keruang kerja Dokter Carlos untuk memanggilnya. Sedangkan Lanny dan Steve menuju kamar rawat Jessy.
Sesampainya mereka berdua di ruangan, Steve melihat Jessy yang memejamkan matanya.
" Jessy ". Ucapnya pelan dan berjalan mendekati ranjang Jessy.
Jessy yang mendengar namanya dipanggil, membuka matanya dan melihat siapa yang memanggilnya barusan.
" Steve ". Balasnya yang heran mengapa Steve bisa ada ditempat ini.
" Jessy, syukurlah kau sudah sadar, aku sangat khawatir sekali denganmu ". Tuturnya yang mengusap kepala Jessy.
Melihat perlakuan Steve kepadanya membuat Jessy merasakan kenyamanan, hatinya senang. Lanny yang berada disitu juga antara percaya dan tidak percaya apa yang dilihatnya, karena sahabatnya ini adalah istri dari Presdir tempatnya bekerja.
Dokter Carlos yang selesai memeriksa keadaan Jessy, langsung menerima pertanyaan yang dilontarkan dari Steve.
" Bagaimana Carl ". Tanya Steve yang melihat Dokter Carlos.
" Dia baik-baik saja Steve, hanya memerlukan istirahat yang cukup untuk memulihkan keadaannya ".
" Terus bagaimana dengan penyakitnya ". Lanjut Steve lagi.
__ADS_1
Jessy mendengar ucapan Steve mengenai penyakitnya membulatkan matanya karena kaget. Apa Steve tahu keadaanku yang sebenarnya ?. Jessy bertanya dalam pikirannya.
" Aku akan melakukan kerja sama dengan Dokter yang merawat Nona Jessy sebelumnya untuk penangganan kemoterapi selanjutnya ".
" Baiklah, urus saja semuanya Carl, aku percaya padamu ". Ucap Steve memegang pundak Dokter Carlos.
Lalu Dokter Carlos keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Steve, Sekretaris Juan, Lanny dan juga Jessy.
" Jessy, kenapa kau menyembunyikan penyakitmu dariku selama ini ". Tutur Steve yang menatap dalam mata Jessy.
" Kau sudah mengetahuinya Steve ". Terdengar suara Jessy yang lirih dan menundukkan kepalanya.
" Bukan hanya Tuan Steve saja yang tahu tapi aku juga Jessy, kenapa kau menyimpannya sendiri ? apa gunanya aku sebagai sahabatmu ". Timpal Lanny yang sedikit kesal karena Jessy tidak membagi cerita kepadanya mengenai penyakit yang diderita Jessy saat ini.
" Maafkan aku, aku hanya tidak ingin menyusahkan kalian ". Ucap Jessy yang masih menundukkan kepalanya.
" Jessy, aku yang seharusnya meminta maaf kepadamu karena aku tidak pernah memperhatikan dirimu ". Sahut Steve yang merasa bersalah kepada Jessy.
" Tidak Steve, jangan meminta maaf seperti itu, ini bukan salahmu ". Balas Jessy yang mengangkat kepalanya dan melihat wajah Steve.
" Maafkan aku Jessy ". Sekali lagi Steve meminta maaf dan memeluk tubuh Jessy tanpa mempedulikan dengan dua orang lainnya yang berada diruangan itu juga.
Jessy merasakan kehangatan pelukkan yang diberikan Steve, dan tanpa terasa airmatanya jatuh mengenai baju yang dikenakan oleh Steve.
__ADS_1
" Akan aku pastikan kau sembuh total Jessy, aku tidak mau kau mengalami penderitaan lagi ". Tutur Steve setelah melepas pelukkannya dan menghapus airmata Jessy.
Ada rasa terharu yang dirasakan oleh Jessy setelah mendengar penuturan Steve barusan, dibalik penderitaannya ada sebuah kebahagiaan yang dirasakannya karena sikap Steve yang sudah berubah padanya.