Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Kehilangan 2


__ADS_3

Mereka terlihat cemas dan merasa sedih atas musibah yang dialami Jessy terlebih lagi saat Dokter menjelaskan jika Jessy mengalami keguguran akibat kecelakaan yang menimpa dirinya.


Kabar itu membuat Steve sangat terpukul, kehilangan calon anaknya serta keadaan Jessy yang saat ini belum sadar juga. Dirinya benar-benar menyesal apa yang terjadi sekarang ini, dia begitu bodoh tidak peka akan keinginan istrinya itu. Dan yang akan menjadi bebannya lagi adalah bagaimana caranya ia memberitahukan ini kepada Jessy saat sadar nanti.


Sejujurnya Steve sendiri tidak mampu dan tidak tega untuk menyampaikan yang sebenarnya kepada Jessy nanti. Steve yang duduk disamping tempat tidur pasien sambil menggenggam tangan Jessy erat-erat, dia mengutuki dirinya sendiri akan perbuatannya yang bodoh.


"Jessy maafkan aku. Maafkan aku." Itu saja yang diucapkan oleh Steve dari tadi.


"Steve." Tegur Brian yang menghampiri putranya itu yang sedanh tertunduk. " Katakan, apa yang terjadi nak sehingga Jessy seperti ini." Lanjutnya ingin tahu penyebab menantunya kecelakaan.

__ADS_1


Steve mengangkat kepalanya lalu menoleh kearah papanya itu. Belum ada jawaban yang dilontarkan oleh Steve, dirinya diam menatap lama laki-laki paruh baya itu dan tak lama Steve memeluk Brian secara tiba-tiba.


Baru kali ini Brian melihat putranya itu menangis tersedu-sedu, Brian membiarkan Steve meluapkan kesedihannya dipelukannya dan beberapa kali tangan Brian menepuk pelan punggung Steve untuk menenangkan anak laki-lakinya itu.


"Jika kau belum menceritakannya, papa tidak akan memaksamu nak." Ucapnya yang mengerti keadaan Steve.


Steve melepas pelukannya dan mengusao kasar wajahnya yang basah terkena airmatanya sendiri. " Maafkan aku pa. " Ucapnya lirih.


"Terus." Timpal Brian yang ingin tahu selanjutnya.

__ADS_1


"Jessy dan Cornelia sempat berdebat juga pa, aku sempat mendengar apa yang diucapkan oleh Cornelia kepada Jessy. Aku juga tidak mengerti kenapa Cornelia bersikap seperti itu kepada Jessy pa. Jessy marah dan langsung pergi meninggalkan ku dan Cornelia, dan saat aku juga bertengkar dengan Cornelia aku mendengar suara teriakan Jessy dan ternyata Jessy seperti ini." Lanjutnya yang tertunduk lemas.


Cukup lama Brian menatap anaknya itu lalu berbicara kepadanya. "Untuk itu sebabnya Cornelia ada disini !"


Tidak ada jawaban dari Steve kemudian Brian membawa putranya itu keluar dari ruangan tempat Jessy dirawat. Orang-orang dalam ruangan itu hanya menatap kedua laki-laki yang berbeda generasi itu keluar. Nancy dan Olive pun mendekati Jessy yang masih belum sadar sedangkan Leo, dirinya hanya terduduk lemas diatas sofa.


Brian dan Steve berada diluar untuk melanjutkan pembicaraan mereka yang sempat tertunda. " Sudah berapa kali papa katakan padamu Steve, jangan dekat dengan Kimberly dan juga Cornelia. Papa tahu Cornelia temanmu sejak sekolah menengah dulu tapi wanita itu bukan hanya ingin jadi temanmu saja Steve, dia mengharapkan lebih. Lihatlah sekarang karena kedekatan kalian apa yang terjadi saat ini, karena kebodohanmu kau membuat istrimu seperti ini." Cerca Brian yang kesal akan tindakan putranya itu.


"Papa tidak habis pikir apa yang ada otakmu Steve. Demi wanita lain kau mengabaikan istrimu." Lanjutnya menceramahi Steve.

__ADS_1


Steve hanya tertunduk tidak membantah sedikit pun apa yang diucapkan oleh papanya itu. Bahkan saat Brian meninggalkan dirinya ditempat tersebut tanpa sepatah kata apapun, wajahnya menjadi gusar saat merenungkan kembali perkataan papanya.


__ADS_2