
" Apa sudah selesai Carl ? Lalu ada apa dengan wajahmu, kenapa kau tersenyum ?". Tanya Steve.
Dokter Carlos masih tersenyum kepada dua orang tersebut. " Selamat Steve, Nona Jessy saat ini hamil ". Jawabnya senang.
" Apa !". Jawab Steve dan Jessy bersamaan.
Steve dan Jessy saling beradu pandang dan tak lama Jessy mengalihkan pandangannya kearah lain. " Ayo Carl, aku akan mengantarkanmu sampai kedepan ". Tutur Steve.
Sementara Steve mengantar Dokter Carlos sampai kedepan rumah, Jessy memandangi perut rampingnya dan mengelus perutnya dengan perlahan. Kenapa cepat sekali kau datang nak ? Mama harus bagaimana nanti jika suatu saat papamu akan meninggalkan kita berdua. Mama bukannya tidak mau kau hadir dalam hidup mama tapi keadaan yang memaksa mama untuk belum memilikimu.
Tanpa terasa cairan bening keluar dari pelupuk matanya, Jessy binggung harus bagaimana menghadapi apa yang ditakutkannya selagi Steve belum menyatakan perasaan yang sesungguhnya kepada dirinya.. Jessy tidak ingin anak yang dikandungnya saat ini akan menderita, dia tidak mau anak ini menghadapi sesuatu yang tidak baik untuknya. Sementara Jessy bergelut dengan pikirannya, Steve datang menghampirinya di tempat tidur.
__ADS_1
" Jessy, kau menangis ! Ada apa ? Katakan ". Ucapnya yang begitu melihat pipi Jessy dialiri cairan bening.
Jessy mengusap wajahnya agar sisa airmata yang membasahi pipinya menjadi kering. " Tidak .. tidak apa-apa Steve ". Bohongnya menutupi kerisauan hatinya dihadapan Steve.
" Apa kau tidak bahagia dengan kehadirannya ?" Tanya Steve sambil menyentuh perut Jessy. Ada sebuah senyuman yang mengulas diwajahnya saat menyentuh perut ramping Jessy karena ada benih didalamnya.
" Bagaimana denganmu Steve ! Apa kau bahagia dengan kehadirannya ! ". Jessy menatap Steve yang sedang mengelus perutnya.
" Memangnya kau tahu tanda-tanda wanita sedang hamil ? Aku saja yang wanita tidak tahu apa saja itu ". Tuturnya heran karena Steve lebih tahu soal tanda kehamilan.
" Aku tahu dari beberapa temanku saja, mereka sering bercerita soal istri mereka yang sedang hamil baik itu diawal kehamilan maupun berikutnya ". Jelas Steve sambil tersenyum kecil.
__ADS_1
" Oh ... Steve jawab aku dengan jujur, apa benar kau bahagia dengan kehadirannya ". Sekali lagi Jessy bertanya kepada Steve untuk menyakinkan hatinya.
Steve melihat dikedua bola mata Jessy ada sisa airmata disana. Steve mengarahkan tangannya kearah mata Jessy dan menghapus sisa cairan bening tersebut. " Apa kau menangis karena aku tidak bahagia akan kehadiran anak ini ? Kau takut jika aku tidak menginginkannya ? Jessy, aku tahu saat ini kau sedang bimbanh karena kau pasti berpikir aku akan meninggalkanmu karena Kimberly sudah ada di kota ini kan ? Wajar saja jika kau punya pikiran seperti itu ". Steve meraih tangan Jessy dan menggenggamnya kemudian melanjutkan kembali bicaranya." Percayalah, aku sangat bahagia dengan adanya kehamilanmu ini Jessy, aku berjanji tidak akan meninggalkanmu sedikitpun. Jangan pikirkan soal Kimberly lagi, kau tenang saja aku tidak akan kembali kepada wanita itu lagi Jessy ".
Jessu hanya diam mencerna semua perkataan Steve kepadanya. Apakah ucapan Steve barusan benar-benar tulus atau hanya sekedar menghibur dirinya saja. Tapi saat Jessy menatap kedua mata Steve, disana tidak terdapat kebohongan sama sekali, Steve benar-benar dengan perkataannya. " Steve, apa kau sungguh-sungguh dengan ucapanmu tadi ? Aku .. aku memang ragu saat ini karena Nona Kimberly. Aku tahu kau sangat mencintainya Steve, aku hanya takut kau akan meninggalkanku dan anak dalam perutku ini ".
Steve mendekap tubuh Jessy untuk menenangkan perasaan yang dialami Jessy saat ini. " Besok kita akan ke rumah sakit untuk memeriksa usia kandunganmu Jessy, lalu setelah itu kita pergi kerumah papa dan mama ". Ujarnya sambil memeluk tubuh Jessy.
Tidak ada jawaban dari Jessy tapi hanya anggukan kepalanya menandakan setuju. " Baiklah kalau begitu sebaiknya kau makan terlebih dahulu lalu beristirahat. Aku ingin bayi kita sehat-sehat didalam sana ". Tutur Steve melepas pelukannya dan menuntun Jessy untuk turun kebawah.
Jessy pun merasa lega dengan perlakuan Steve kepadanya, Steve penuh perhatian terhadap dirinya apalagi saat ini Jessy mengandung anaknya.Bahkan sesampainya mereka berdua dibawah tepatnya dimeja makan, Steve dengan telaten mengurus dirinya memyediakan makanan untuk dimakan oleh Jessy. Walaupun Jessy sempat menolak karena dia bisa sendiri tapi dibantah oleh Steve dan membiarkan semuanya diurus oleh dirinya saja.
__ADS_1
Kedua bibi dirumah mereka pun ikut tersenyum atas perlakuan Tuan mereka terhadap Nona Jessy. Raut wajah bi Lusy dan bi Nat pun tampak bertambah senyuman mereka saat tahu jika Jessy saat ini sedang hamil. Mereka menawarkan diri mereka untuk menyiapkan segala makan sehat untuk Jessy dan bayi yang dikandungnya agar keduanya selalu sehat. Dan saran itu diterima baik oleh Steve, dia mempercayakan makanan sehat untuk Jessy kepada kedua bibi itu.