
Tidak berapa lama Steve masuk ke dalam kamar Jessy, dia melihat istrinya itu tidur dengan lelapnya. Seulas senyuman terpancar dari wajah Steve setelah melihat wajah istrinya itu. Rasa rindunya kepada Jessy terobati walaupun bertemu dengan seperti ini, Steve duduk diatas tempat tidur Jessy dan meraih tangan wanita itu menggenggamnya erat dan berulang kali diciumnya tangan istrinya itu.
"Aku merindukanmu Jessy." Ucapnya lirih dan menatapi wajah Jessy.
Setelah puas melepaskan rindu kepada istrinya, Steve beranjak pergi meninggalkan kamar Jessy. Pikirnya jika dia berlama-lama di dalan kamar sana, Jessy akan bangun dan melihat dirinya dan ia tidak mau itu terjadi.
***
Leo dan keluarga lainnya sedang berkumpul di ruang keluarga, Steve yang baru saja menuruni anak tangga ingin bergabung dengan keluarga istrinya itu.
"Kau sudah selesai menemui Jessy nak ?." Tanya Olive saat melihat Steve baru saja mendudukan tubuhnya di sofa .
"Iya Ma. Terima kasih sudah mengizinkan ku untuk bertemu dengan Jessy." Tutur Steve.
"Datanglah kesini jika kau ada waktu. Mama akan membantumu untuk bertemu dengan Jessy walaupun secaa diam-diam." Olive berucap lagi tapi kali ini nadanya seperti bercanda dengan menantunya itu.
Steve tertawa ringan saat mendengar candaan mama mertuanya dan menganggukan kepalanya tanda menerima usulan dari wanita paruh baya tersebut.
"Baiklah. Aku harus pergi ada pekerjaan yang harus aku selesaikan." Pamit Steve kepada mereka di ruangan itu.
"Hati-hati nak". Ucap Leo kepada menantunya itu dan mengantarkannya sampai di depan pintu. " Ehm.. Steve. " Lanjutnya saat keduanya sudah berada di luar rumah.
"Iya Pa." Steve menoleh kepada Leo yang berdiri disampingnya itu.
__ADS_1
"Bersabarlah nak. Papa yakin Jessy akan memaafkanmu seiring berjalannya waktu." Terlihat Leo memberi semangat kepada Steve agar tetap bersabar dengan keadaan saat ini.
"Terima kasih Pa. Steve akan menunggu saat itu Pa." Jawabnya tersenyum kepada Leo.
Steve pun pamit meninggalkan rumah mertuanya dan pergi ke perusahaan untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda.
***
Perusahaan Coltarus
Steve yang baru saja sampai di perusahaan disambut oleh Cornelia yang sedang menunggunya dari tadi. Kedatangan Cornelia membuat mood Steve berubah jadi jelek, dia sudah meminta Cornelia untuk tidak bertemu dengannya lagi tapi wanita tidak mau mendengarkannya.
"Ada apa lagi kau datang kemari Cornelia ? Aku sudah memintamu untuk tidak kesini lagi." Tukasnya dengan nada kesal.
"Aku kemari karena hanya ingin bertemu denganmu saja Steve. Apa tidak boleh ?."
"Apa maksudmu ? Kita sudah lama berteman Steve dan sekarang kau malah menyuruhku menjauh darimu !." Sahut Cornelia yang tidak mengerti.
"Cukup Cornelia. Aku tidak ingin berdebat denganmu lagi. Aku sibuk jadi sebaiknya kau pergi dari sini." Perintah Steve lalu duduk dikursi putarnya.
"Kau mengusirku Steve !." Tukas Cornelia tidak terima.
"Aku mohon padamu Cornelia. Jangan pernah datang menemuiku lagi dimana pun aku berada. Aku tidak mau menyakiti Jessy."
__ADS_1
"Tapi Steve ..... "
"Ada apa ini !." Tiba-tiba Brian datang bersama Sekretaris Juan dan menyela perdebatan antara Steve dan Cornelia.
"Papa."
"Paman."
Ucap Steve dan Cornelia yang bersamaan dan kaget melihat kedatangan Brian secara tiba-tiba itu.
"Sedang apa kau disini Nona Cornelia !." Tanya Brian yang tidak suka melihat Cornelia.
"Aku ingin bertemu dengan Steve saja Paman." Jawab Cornelia tertunduk.
"Kau tahu Steve sudah menikah, tapi kenapa kau masih ingin menemui putraku Nona ?." Tanya Brian lagi penuh sarkastik.
"Aku dan Steve sudah lama berteman Paman, apa salah jika aku ingin menemui teman ku ?". Cornelia mengangkat kepalanya dan bertanya balik kepada Brian.
"Dengar Nona Cornelia. Aku tahu kau sejak dulu sudah berteman dengan Steve tapi saat ini keadaannya berbeda, Steve sudah menikah dan kau harus tahu diri akan hal itu. Apa kau lupa apa yang terjadi beberapa hari yang lalu ? Karena ulahmu dan Steve, kalian hampir merenggut nyawa menantu kesayanganku." Ucap Brian yang menekankan kata menantu kesayangan.
"Aku tidak lupa akan hal itu Paman. Aku hanya ingin memperbaiki semua ini saja Paman." Tutur Cornelia yang menatap sendu laki-laki paruh baya itu.
"Kalau kau ingin memperbaikinya. Mulai sekarang menjauhlah dari keluarga anak ku Nona. " Sahut Brian.
__ADS_1
"Tapi Paman .... "
"Cornelia. Aku tidak mau mendengar bantahan lagi. Aku mohon dengar perkataan papa ku." Timpal Steve." Juan. Tolong antarkan Cornelia pulang." Perintah Steve dan Juan pun mengiyakan perintah tersebut.