
Sempat diam beberapa menit kemudian ia pun menjawab seadanya saja. " Kalau mereka, itu pengecualian. Pokoknya aku tidak mau kalau kau sampai dilirik oleh pria lain manapun.
Jessy pun tertawa kecil. " Baiklah kalau begitu, jika aku tidak boleh dilihat oleh pria manapun, kau juga harus begitu. Kau tidak boleh dilihat oleh wanita manapun. " Balas Jessy tidak mau kalah.
"Kenapa aku juga begitu ?." Tanya Steve sedikit tidak terima.
" Karena kau adalah laki-laki ku. Aku tidak mau wanita mana pun yang melirikmu. " Jawab Jessy sambil tersenyum lalu beranjak berdiri meninggalkan suaminya itu.
Steve pun kemudian mengikuti kemana istrinya itu pergi, serba salah bicara dengan ibu hamil pasti ada saja jawabannya yang membuat Steve tidak bisa menjawab.
***
Setelah perbincangan mereka di pagi tadi, Steve tidak berani lagi mengungkit pembicaraannya tersebut, lebih baik tidak diam saja.
Selesai keduanya sarapan, mereka pun bergegas menuju kamar kembali untuk berganti pakaian yang lebih bagus karena hari ini adalah jadwal konsultasi Jessy dengan Dokter Milly.
Steve ingin menemani Jessy berkonsultasi namun pekerjaannya di perusahaan sangat banyak, terlebih hari ini ada rapat bisnis dengan para koleganya. Jessy memaklumi kondisi suaminya tersebut dan tidak memaksa, ia bisa pergi bersama dengan supir pribadinya.
Mereka pun berpisah di depan rumah, Steve pergi dengan mobilnya sendiri dan Jessy pergi dengan mobilnya juga yang di kemudikan oleh Paman James. Steve meminta kepada istrinya untuk mengabari dirinya setelah selesai konsultasi biar Steve juga tahu bahwa istri dan anaknya dalam keadaan sangat sehat dan baik.
__ADS_1
***
Tiba di rumah sakit, Jessy langsung mendaftarkan dirinya dan kemudian duduk di kursi menunggu namanya di panggil. Sebenarnya bisa saja ia masuk tanpa mengantri tapi ia tidak mau melakukannya mengingat selain dirinya ada beberapa ibu hamil yang juga sedang mengantri untuk di panggil sejak dari tadi.
Sembari Jessy menunggu, ia dikejutkan oleh suara yang tidak asing, suara yang memanggilnya sebanyak dua kali tersebut membuatnya menoleh kearah suara.
Seorang laki-laki dengan jas putih bersih yang menjadi kebanggaan bagi para Dokter. Laki-laki yang pernah menyukai dirinya siapa lagi kalau bukan Dokter Leon.
Karena Dokter Leon yang menghampirinya mau tidak mau menyapa laki-laki tersebut dengan senyuman.
"Dokter Leon. Senang bertemu denganmu." Sapa duluan Jessy sambil berdiri.
" Terima kasih, Dokter. Aku baik, bagaimana denganmu ? Sedang apa kau disini, Dokter ?."
" Panggil seperti biasanya saja." Pintanya kepada Jessy agar tidak memanggilnya dengan nama Dokter. " Aku juga baik. Aku bekerja disini baru sebulan ini. Bagaimana kabar Steve ?
" Oh begitu. Steve juga sangat baik. Terima kasih. " Sementara mereka berdua mengobrol, seseorang pun datang mendekati keduanya.
"Dokter Leon, Nona Jessy." Tegur wanita tersebut yang sambil berjalan mendekati keduanya. Wanita yang sama mengenakan jas putih bersih itu, yaitu Dokter Milly.
__ADS_1
"Dokter Milly." Jessy dan Dokter Leon sama-sama menjawab.
"Kalian saling kenal ?." Tanya Dokter Milly yang melihat Jessy dan Dokter Leon bergantian.
"Iya, Dokter. Dokter Leon dulu sempat bekerja di Perusahaan Steve, sudah lama tidak bertemu dan ternyata kami bertemu disini. " Jelas Jessy sambil tersenyum kepada Dokter kandungannya itu.
" Benar Dokter Milly. Sedang apa kau disini, bukannya Dokter banyak pasien dan salah satunya Nona Jessy. " Timpal Dokter Leon.
" Aku tadi pergi ke toilet sebentar, setelah kembali aku melihat kalian berdua. Makanya aku kemari sebentar. "
" Jessy. Dokter Milly adalah tunanganku. " Tutur Dokter Leon secara tiba-tiba.
Jessy membelalakan kedua matanya karena kaget mendengar ucapan dari Dokter laki-laki itu. " Benarkah ? Aku turut bahagia mendengarnya, ternyata Dokter kandunganku adalah tunanganmu. Selamat untuk kalian berdua ya.
" Terima kasih, Nona Jessy. " Jawab Dokter sedikit malu-malu.
" Terima kasih, Jessy. Baiklah kalian silahkan lanjutkan kegiatan kalian, aku akan kembali bekerja. " Dokter Leon pun pamit kepada kedua wanita tersebut.
Setelah kepergian Dokter Leon, Jessy pun melirik Dokter Milly. Mereka berdua menjadi dekat sejak Jessy sering berkonsultasi dan mengontrol kandungannya kepada Dokter Milly.
__ADS_1
" Dokter, sepertinya kau harus menceritakan kepadaku bagaimana kalian bisa bertunangan." Pinta Jessy yang diikuti gerakan matanya bermaksud menggoda Dokter Milly.