Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Melahirkan 1


__ADS_3

Tanpa menunggu lama, Brian berlari untuk mengambil mobilnya. Karena terburu-buru ia pun hanya mengambil kunci cadangan di tempat penjaga dirumahnya.


Ia membawa mobil sampai di depan pintu rumah dan segera membawa Jessy kerumah sakit tempat Dokter Milly bekerja. Dan letak rumah sakit itu tidak terlalu jauh dari rumah Brian Anderson.


Sampai di Rumah Sakit, Brian terlebih dulu turun dari mobil dan berlari untuk memanggil tim medis yang berjaga.


Pria paruh baya itu terlihat sigap dan cepat walaupun usianya tidak muda lagi, tubuhnya terlihat bugar karena memang Brian rajin berolahraga.


Calon kakek itu terlihat kembali le mobil bersama-sama dengan beberapa orang yang mengenakan baju serba putih. Dengan hati-hati Brian dan Nancy membantu Jessy turun dari mobil, dan kemudian tubuh Jessy dibaringkan diatas ranjang dorong untuk segera dibawa keruangan bersalin untuk diperiksa lagi.


Dokter Milly yang saat itu berada diruang kerjanya segera menuju keruang persalinan. Ia belum tahu jika yang akan melahirkan adalah Jessy.


Jessy masuk ke dalam ruangan yang cukup besar dan ia melihat beberapa peralatan disana yang tertata rapi. Rasa sakitnya yang dialaminya berangsur berkurang, ia pun bernafas sedikit lega.


Tak lama Dokter Milly masuk dan melihat Jessy terbaring diatas ranjang. " Nona Jessy." Dokter Milly menghampiri Jessy yang sedikit terlihat pucat itu.


"Dokter. Ah syukurlah kau datang. Aku merasakan sakit sekali di bagian bawah perut ku." Jelas Jessy kepada Dokter Milly.


"Sudah berapa kali, Nona merasakan sakit ?."


"Ini yang ke 4 kalinya kalau tidak salah. Hanya yang sekarang ini rasa sakitnya agak lebih lama dari sebelumnya, Dok."


"Sebentar, aku akan periksa dulu." Dokter Milly mengambil sarung tangan berwarna putih dan memakainya dikedua tangannya setelah itu memeriksa Jessy.

__ADS_1


***


Diluar ruangan, Brian dan Nancy menunggu dengn cemas. Kedua berharap menantunya dalam keadaan baik-baik saja saat melahirkan nanti.


"Sayang. Kita harus menghubungi Steve dan yang lainnya." Ucap Nancy yang mendekati Brian sedang duduk di kursi besi.


"Astaga. Aku lupa membawa ponselku Nancy. Apa kau membawa ponselmu?." Tanya Brian kepada istrinya itu.


Nancy menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil kepada suaminya." Karena panik tadi, aku juga lupa membawa tas dan ponselku."


"Kau tunggu disini saja, biar aku hubungi Steve dan orang rumah pakai telepon Rumah Sakit." Brian beranjak berdiri dan berjalan menuju bagian resepsionis atau front office tersebut.


Nancy menurut perintah suaminya itu, ia duduk di kursi besi samping pintu ruang persalinan sambil menunggu.


"Bukankah persalinanku masih 1 minggu lebih lagi, Dok ?." Tanya Jessy.


"Tidak semuanya tepat dengan tanggal persalinan tersebut, Nona. Ada yang lebih awal, ada juga yang melewati tanggal persalinan."


"Kalau begitu, apa boleh aku dipindahkan ke ruangan lain ? Jujur saja, aku tidak tahu bakal secepat ini, aku tidak membawa apa-apa."


"Baik, Nona. Aku akan menyuruh perawat untuk menyiapkan ruangan untukmu Nona." Kemudian Dokter Milly keluar ruangan untuk memerintahkan perawat yang bertugas untuk menyiapkan ruangan untuk Jessy.


***

__ADS_1


Steve dan Sekretaris Juan sampai disebuah hotel besar di kota Perth, keduanya langsung menuju keruang pertemuan yang sudah di reservasi untuk meeting mereka hari ini.


Mereka berdua masuk ke dalam dan mendapati beberapa orang disana yang akan ikuti pertemuan tersebut. Mereka semua saling berjabat tangan dan menyapa satu dengan yang lainnya.


Karena sedang asyik dengan hal itu, Steve tidak mendengar jika ponselnya sedari tadi berdering tanda panggilan masuk. Ia tetap menyapa orang-orang di ruangan itu dengan ramah dan sopan.


Di Rumah Sakit, Brian terlihat menggerutu karena putranya itu tidak mengangkat teleponnya yang sudah ia hubungi sebanyak 5 kali. "Apa anak ini tuli sehingga tidak mengangkat ponselnya !!." Serunya kesal.


Lalu Brian beralih menghubungi orang-orang dirumahnya untuk segera membawakan barang-barang yang ia butuhkan.


Sementara itu Jessy sudah dipindahkan keruangan lain, sambil menunggu proses persalinan nanti. Ia ditemani oleh mama mertuanya, Nancy memberikan semangat kepada Jessy agar mampu dan bertahan dalam rasa sakit yang dialaminya saat ini.


Nancy tahu keinginan Jessy untuk melahirkan secara normal, Jessy tidak mau di operasi karena akan lama proses penyembuhannya. Dan Nancy mendukung niat baik menantunya itu walaupun harus merasakan sakit terus menerus.


"Jessy. Sebaiknya kita menghubungi orangtuamu, mereka perlu tahu keadaanmu sekarang." Tutur Nancy disamping Jessy.


"Iya, Ma. Aku lupa menghubungi mereka. Ponselku ada di dalam tas, Ma." Tunjuk Jessy pada tasnya yang berwarna merah.


Nancy kemudian mengambil ponsel Jessy di dalam tas dan memberikannya kepada Jessy. Tapi terlebih dulu Jessy menelepon orang dirumahnya agar perlengkapan lahirannya dibawa ke Rumah Sakit.


Seminggu yang lalu Jessy sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk proses lahirannya nanti. Ia mengemasi semuanya di dalam tas yang agak besar agar bisa muat semuanya di dalam itu.


Dan tentu saja, tanpa diduga hari itu pun tiba. Saat sang suami pergi meninggalkannya beberapa hari, saat itu juga perutnya merasakan sakit.

__ADS_1


__ADS_2