Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Curahan Hati Lanny


__ADS_3

Dalam tidak sadar, Robert berusaha membangunkan Lanny namun usahanya gagal. Robert pun berinisiatif ingin menggendong Lanny tapi tertahan karena seorang laki-laki lain mencegah dirinya.


"Maaf, Tuan. Biar aku saja yang membawanya. Terima kasih karena tidak berbuat macam-macam kepadanya." Ucap orang tersebut yang tak lain adalah Juan.


"Apa maksudmu ?." Robert merasa tersinggung dengan ucapan Juan tadi.


"Aku hanya mengucapkan terima kasih, itu saja." Balas Juan acuh dan segera mengambil ahli tubuh Lanny yang sudah hilang kendali.


"Maaf, anda siapa ?." Tanya Robert yang mencegah kepergian Juan dan Lanny.


"Anda mau tahu siapa saya ?." Lagi-lagi Juan membalas dengan suara datar dan tidak melihat kearah Robert. "Saya adalah kekasih wanita ini." Sambungnya lalu pergi meninggalkan Robert tanpa menoleh.


***

__ADS_1


Setibanya di depan kamar Lanny, Juan yang memegang kartu cadangan kamar Lanny dengan cepat membuka pintu tersebut.


Masuk ke dalam dan kemudian meletakkan tubuh Lanny diatas tempat tidur. Juan memperhatikan wanita yang sedang mabuk itu dengan tatapan kesal namun perhatian.


"Wanita bodoh." Ucapnya kesal. "Kalau tidak kuat minum anggur jangan berlagak hebat. Kemampuanmu benar-benar payah." Lanjutnya yang kemudian duduk diatas tempat tidur samping Lanny.


Entah kenapa Juan jadi seperti ini, dirinya ingin membiarkan apa yang terjadi dengan Lanny tapi dalam hatinya tidak bisa. Terlebih saat melihat Lanny berbicara dengan santai dengan laki-laki lain, membuatnya kesal.


"Astaga. Apa yang terjadi denganku ? Kenapa aku merasa kesal seperti ini setiap kali aku mengingat dia berbicara dengan laki-laki lain." Juan mengusap wajahnya dengan kasar karena tidak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya terhadap Lanny.


"Sudah sejak kapan kau menyukai ku, hah ? Kau wanita pertama yang bertahan sampai sekarang, biasanya wanita yang ingin mendekatiku akan menyerah tapi kau berbeda."


Juan berbicara seolah-olah Lanny sudah sadar. Kalau pun sadar, dirinya pun tidak akan berbicara seperti ini kepada wanita itu. Setelah ia memastikan bahwa Lanny sudah tertidur sangat pulas, ia pun beranjak dari duduknya tapi tiba-tiba tangan Lanny menahannya.

__ADS_1


Juan sedikit terkejut karen tangannya dipegang oleh Lanny secara tiba-tiba. "Jangan pergi." Racau suara Lanny yang sedikit parau.


Juan tetap diam saja, bermaksud ingin mengetahui perkataan Lanny selanjutnya. Dan benar saja tak lama Lanny pun melanjutkan ucapannya walaupun matanya tertutup.


"Aku mohon jangan pergi. Kenapa kau tidak pernah melihatku sedikit pun ? Sudah lama aku memendam rasa ini kepadamu. Hei. Juan. Tidak tidak tidak. Maksud ku Tuan Juan yang berwajah datar." Lanny terkekeh saat mengucapkannya. "Apa kau sudah punya seorang kekasih ? Kalau pun sudah, pasti wanita itu tidak akan tahan bersamamu."


Juan tetap diam saja dan membiarkan Lanny mencurahkan isi hatinya. Karena kebanyakan saat orang sedang mabuk, apa yang diucapkannya selalu benar dan itulah isi hatinya yang sebenarnya, seperti Lanny saat ini.


"Apa aku boleh memelukmu ? Tapi jangan bilang-bilang pada kekasihmu ya. Sebentar saja." Lanny membangkitkan tubuhnya dan duduk, kesadarannya tidak terkontrol lagi. "Boleh ya, aku memelukmu sebentar saja." Tanpa menunggu lama, Lanny langsung memeluk Juan yang duduk di dekatnya.


Laki-laki itu hanya diam membiarkan tubuhnya dipeluk oleh Lanny. Ia pun tahu jika Lanny melakukan semuanya diluar kesadarannya.


"Aku berjanji tidak akan menganggumu lagi. Aku akan bekerja dengan baik dan melupakan perasaanku kepadamu."Ucapa Lanny yang memeluk Juan.

__ADS_1


Ternyata ini isi hatinya. Selama ini tertekan karena harus mengesampingkan perasaannya. Tapi ... kenapa aku tidak suka ya saat dia ingin melupakan perasaannya. Saat kau bangun besok, mungkin kau lupa apa yang kau ucapkan tadi kepadaku, tapi mulai besok juga aku akan membuatmu tidak melupakan perasaanmu kepadaku.


__ADS_2