Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Dia Tersenyum ?


__ADS_3

Keesokan paginya Jessy bangun dari tidurnya dan melihat disampingnya ada Steve yang masih tidur dengan lelapnya. Arah mata Jessy masih menatap Steve yang sedang tidur, bahkan pakaian yang dikenakannya masih sama dengan yang kemarin.


Jam berapa Steve pulang semalam ? Katanya tidak akan lama pulang .. dasaarrrr. Gerutu Jessy yang masih sedikit kesal dengan Steve.


Sekilas dia melihat Jam dinding dikamar, sudah pukul 6 pagi. Dia berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya setelah selesai dia keluar dari kamar menuju dapur.


Sampai didapur dia melihat bibi Lusy dan bibi Nat dan juga Lanny disana. Lanny yang semalam menginap dirumah Jessy karena menunggu kepulangan Steve dan Sekretaris Juan yang lama akhirnya Jessy meminta kepada Lanny untuk menginap dirumahnya saja. Jessy menghampiri ketiga wanita itu yang sedang asyik mengobrol dan mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.


" Selamat pagi bibi, Lanny ". Sapanya kepada mereka di dapur.


" Selamat pagi Nona Jessy ". balas bibi Lusy dan bibi Nat sambil menoleh kearah Jessy.


" Pagi juga Jess ". Lanny juga membalas sapaan kepada Jessy.


" Bi, aku akan membuat sarapan untuk Steve dan yang lain juga, tolong ambilkan bahan-bahan dikulkas ya bibi Nat ". Perintah Jessy dengan sopan kepada bibi Nat.


" Sebentar Nona, saya ambilkan ". Lalu bibi Nat mengambil beberapa bahan makanan dan kemudian meletakkannya diatas meja.


" Perlu bantuanku Jess ?". Tawar Lanny yang sudah beranjak berdiri.


" Tidak perlu, kau duduk saja disitu, kau tamu ku dan aku tidak mau merepotkanmu ". tolak Jessy dengan halus.


" Ayolah, aku sungguh tidak enak jika hanya diam saja, tadi juga aku menawarkan diri untuk membantu kedua bibi ini juga ditolak dan sekarang kau juga ikutan menolak bantuanku ". Jawabnya dengan wajah cemberut.

__ADS_1


" Jangan bertingkah seperti itu, kau lebih tua dariku tapi seperti anak kecil saja. Ayo sini bantu aku ". Mau tak mau Jessy menerima tawaran Lanny untuk membantunya memasak.


Sedangkan bibi Lusy dan bibi Nat hanya menggelengkan kepala mereka melihat tingkah dua wanita muda dihadapan mereka dan melanjutkan lagi pekerjaan mereka yang sempat tertunda.


Jessy dan Lanny pun memulai memasak mereka membuatkan sarapan untuk Steve dan mereka semua yang ada didalam rumah ini. Sedang asyik memasak, mereka merasakan kehadiran seseorang dibelakang mereka, dengan cepat Lanny membalikkan tubuhnya dan terkejut melihat siapa yang sedang berdiri sambil minum air putih dekat meja makan.


" Nggh .. Selamat pagi Tuan Juan ". Sapa Lanny yang terlihat gugup.


" Pagi juga Nona " Balasnya setelah meletakkan gelas dimeja. " Pagi Nona Jessy ". Tak lupa dia juga menyapa istri bossnya itu dengan sopan.


" Pagi Sekretaris Juan " Sapa balik Jessy


yang lalu menoleh kearah Sekretaris Juan. " Kau menginap disini semalam ? Memangnya jam berapa kalian pulang kerumah ?". Tanya Jessy yang ingin tahu jam berapa mereka pulang kerumah, karena semalam mereka berdua Lanny tunggu sampai jam 9 malam tak kunjung pulang sampai mereka berdua memutuskan untuk tidur dikamar masing-masing.


Maafkan saya Nona, saya harus berbohong karena sebelum pulang kami sempat bertemu dengan Nona Kimberly. Tapi tenang saja Nona saya menjaga Tuan Steve dengan baik dan tidak membiarkan si perusak itu menyentuh Tuan Steve. Gumam Sekretaris Juan yang menatap Jessy yang sedang membelakanginya itu.


" Nona Lanny, maaf karena tidak mengantarkanmu pulang semalam ". Sekretaris Juan mengalihkan arah pandangannya kepada Lanny.


" Tidak apa-apa Tuan, santai saja ". Jawab Lanny yang tersenyum kepada Sekretaris Juan.


Apa !! Dia tersenyum kepadaku ? Setelah sepekan ini kami bertemu bahkan bersama baru kali ini dia tersenyum kepadaku. Batin Sekretaris Juan.


***

__ADS_1


Setelah selesai membuat sarapan Jessy segera naik keatas untuk memanggil Steve yang masih tidur. Sedangkan Lanny dan Sekretaris Juan menunggu di meja makan sesuai perintah Jessy kepada mereka berdua sembari dirinya memanggil Steve untuk sarapan.


Jessy membuka pintu kamar dan tidak mendapati Steve ditempat tidur, sekilas melihat kamar mandi yang pintunya sedikit terbuka. Ketika Jessy menuju kamar mandi dia dikejutkan oleh seseorang yang menepuk pundaknya. Jessy yang kaget pun dengan cepat membalikkab badannya dan melihat Steve berdiri dengan pakaian santainya.


" Kau sudah bangun, bahkan sudah mandi ternyata ". Serunya yang melihat tetesan air dari rambut Steve.


" Iya, ada apa memangnya ?".


" Tidak, ayo kita sarapan Sekretaris Juan dan Lanny sudah menunggu dibawah ". Ajak Jessy yang kemudian berjalan mendahului Steve.


Steve dengan cepat meraih tangan Jessy untuk menghentikan langkah Jessy yang hendak keluar kamar. " Kau marah padaku karena aku pulang telat semalam ?". Tanya Steve merasa bersalah karena pulang telat dan lagipula pagi ini Jessy tidak memberikan dia senyuman.


" Tidak, aku tidak marah padamu, ayo kita sarapan sekarang ". Sekali lagi Jessy mengajak Steve untuk turun kebawah.


" Kalau tidak marah, kenapa wajahmu seperti itu ?". Steve menahan Jessy lagi.


" Memangnya ada apa dengan wajahku ? Sudahlah tidak usah dibahas lagi, aku sudah lapar Steve ".


" Tidak, tunggu sebentar Jess ... " Steve mendekatkan tubuhnya kepada Jessy dan wajah mereka berdua beradu pandang sangat dekat. " Aku minta maaf karena tidak menepati janjiku, lain kali aku tidak akan seperti ini dan kalau pun aku telat lagi aku akan menghubungimu agar kau tidak marah padaku ". Suara Steve terdengar menyesal.


Jessy melihat mata Steve, ada kesungguhan atas ucapannya barusan. Tak lama Jessy tersenyum dan dengan cepat mencium pipi Steve.


" Aku memang kesal kepadamu karena kau tidak menepati janjimu untuk cepat pulang, tapi aku sudah mendengar alasan kalian telat pulang dari Sekretaris Juan tadi. Jadi, ayo kita turun kebawah dan sarapan ". Tutur Jessy dengan pelan dan menyentuh pipi Steve.

__ADS_1


Alasan dari Juan ? Juan memberikan alasan apa kepadanya, setelah sarapan akan aku tanyakan kepadanya. Gumam Steve yang mengikuti Jessy dari belakang.


__ADS_2