Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Memberi Bantuan


__ADS_3

"Terima kasih, Paman. Masih banyak lagi yang harus aku pelajari dan pahami agar bela diri ku sebanding dengan Paman Toni." Balas Jessy yang terkekeh.


Sopir dan majikan itu asyik mengobrol satu sama lain mengenai seni bela diri, walaupun sedang mengobrol Paman James tetap fokus mengemudi mobil tersebut agar tidak terjadi sesuatu.


Setelah menempuh perjalanan hampir 40 menit, mobil yang ditumpangi Jessy pun sampai di Restorant The Ternary. Pintu mobil terbuka dan Jessy pun keluar, sebelum masuk ke dalam ia mengatakan kepada Paman James untuk tidak menunggunya karena ia akan pulang bersama dengan Steve.


Paman James pun berpamitan pulang setelah diberi perintah oleh Jessy.


Jessy melangkahkan kakinya berjalan ke arah pintu masuk Restorant tersebut, namun belum sampai ia masuk ke dalam, ia melihat seorang laki-laki sedang berlari seperti sedang di kejar.


Dan memang laki-laki itu di kejar oleh beberapa orang lainnya. Orang-orang yang mengejar laki-laki itu berteriak kepada siapapun agar menghentikan orang tersebut karena ia sudah melakukan tindak kejahatan yaitu pencurian.


Tidak ada seorang pun yang berani untuk menghentikan langkah lari dari laki-laki itu, karena ia memegang senjata tajam berupa pisau. Tapi tidak dengan Jessy, begitu laki-laki itu tepat berlari melewatinya, ia dengan sengaja menjulurkan salah satu kakinya kedepan.


Laki-laki yang berlari itu pun tersandung jatuh tersungkur ke aspal jalanan akibat tersenggol kaki Jessy. Pria itu meringgis kesakitan dan menoleh kearah Jessy.


Saat ia tahu seorang wanita yang menyenggolnya dengan sengaja, ia segera bangkit dan mengarahkan pisau yang dipegangnya kepada Jessy bermaksud mengancam.


Dengan gerakan cepat Jessy menendang tangan pria tersebut dengan kuat, sehingga pisau yang dipegang pun jatuh kebawah bahkan bekas tendangan Jessy membuat pria pencuri itu menjerit kesakitan.


Sementara itu beberapa orang yang mengejarnya dari tadi pun sampai di tempat mereka. Salah satu dari mereka mengucapkan terima kasih kepada Jessy karena sudah menolong melumpuhkan si pencuri itu.

__ADS_1


"Terima kasih, Nona. Karena anda, kami bisa menangkap pencuri itu." Ucap orang itu.


"Tidak masalah, Tuan. Senang bisa membantu."


"Kami akan membawanya ke kantor polisi sekarang. Semoga harimu menyenangkan, Nona."


Jessuy hanya membalas dengan anggukan kepala serta senyuman kepada orang itu.


Selesai dengan masalah diluar, Jessy pun kembali kepada tujuannya yaitu masuk ke dalam Restorant The Ternary. Ia disambut hangat oleh beberapa pelayan yang bekerha di Restorant itu.


Jessy dengan ramah pun membalas sapaan dari beberapa pelayan di tempat itu. Karena sudah berada di dalam, ia memesan meja kosong untuk menunggu Steve yang masih melakukan meeting dengan klien di ruangan VIP.


Selesai memberi kabar kepada Steve melalui pesan singkat, ponselnya pun berdering tanda panggilan masuk, terlihat nama si pemanggil.


"Halo." Sapa Jessy lebih dulu.


"Tunggu aku sebentar lagi, 5 menit akan selesai."


"Iya. Santai saja. Aku juga baru datang, selesaikan dulu pekerjaanmu."


"Oke. Sampai nanti."

__ADS_1


Obrolan singkat itu pun berakhir dan saat bersamaan minuman yang dipesan oleh Jessy pun datang.


***


"Terima kasih untuk hari ini, Tuan Steve." Ucap Klien Steve yang bernama Peter.


"Sama-sama, Paman Peter. Bekerja sama dengan Paman merupakan suatu kehormatan bagi saya." Jawab Steve dengan senyum.


"Paman yang merasa bangga sekali padamu. Kau masih muda tapi sudah sukses seperti ini. Anak perusahaanmu dimana-mana. Brian beruntung punya putra sepertimu."


"Baiklah, Paman. Untuk selanjutnya akan diurus oleh Juan. Jadi, biar Juan saja yang akan datang menemui Paman."


"Terserah kau saja. Yang penting kerjasama ini membuahkan hasil yang baik untuk kita semua. Sampaikan salam Paman untuk Jessy dan putramu. Paman permisi pulang dulu." Peter mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan putra temannya itu.


Peter adalah teman sekolah Papa Brian waktu SMA, dan hubungan pertemanan itu terjalin baik hingga sekarang. Untuk itu Steve sangat menghormati Paman Peter seperti ia menghormati Papanya sendiri.


"Hati-hati Paman. Dan sampaikan juga salam ku untuk Bibi Eva dan Wilson serta istrinya. Kapan-kapan kita akan mengatur waktu untuk acara makan malam, Paman. Sejak kembalinya Paman dari Chicago, kita belum ada waktu untuk berkumpul."


"Ah. Itu Paman setuju. Nanti Paman kabari dirimu.Oke."


Mereka sama-sama keluar dari ruang VIP itu, Steve dan Juan mengantarkan Paman Peter keluar hingga saat berjalan melewati ruangan umum, mereka melihat Jessy yang sedang duduk memainkan ponselnya sembari menunggu Steve selesai meeting.

__ADS_1


__ADS_2