Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Tidak sengaja bertemu


__ADS_3

3 Hari Kemudian ...


Jessy sudah berada dirumah keadaannya semakin membaik walaupun begitu Steve tidak mau meninggalkan Jessy lagi, dia menyuruh Sekretaris Juan untuk bertemu dengan klien diluar kota. Steve tidak mau melakukan kesalahan yang sama sehingga dia memutuskan tidak pergi keluar kota.


" Jessy .. apa kau mau makan sesuatu ?". Tanya Steve.


Jessu tampak berpikir kemudian dia tersenyum kepada Steve. " Aku ingin makan burger dengan isian keju dan double beef, hmmm ... enak sekali ". Jessy berbicara sambil membayangkan burger yang lezat itu.


" Tidak bisa ". Tolak Steve cepat begitu mendengar apa yang ingin dimakan oleh Jessy.


Jessy pun mencebikan bibirnya. " Kalau tidak bisa, kenapa kau menawarkan ingin makan apa kepadaku ". Gerutunya.


" Kau boleh makan apa saja yang penting jangan yang itu ". Tegas Steve.


" Aku tidak mau, aku hanya mau makan yang itu saja .. kalau kau tidak mau membelikannya untukku ya sudah ". Jawabnya kesal kepada Steve lalu membalikkan badannya membelakangi Steve.


Steve menghela nafasnya, pikirnya jika berdebat dengan ibu hamil akan berakibat buruk apalagi hormon seseorang jika hamil tidak bisa ditebak, Steve pun akhirnya mengalah.


" Kau ingin makan burger ? Ayo kita pergi membelinya Jessy ". Steve mencoba merayu Jessy dengan menuruti keinginan Jessy.


Jessu mengembangkan senyumannya dan berbalik menghadap Steve. " Benarkah kau akan membelikannya untukku Steve ?". Serunya menyakinkan.


Steve dengan tersenyum menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Yang penting wanita yang mengandung anaknya ini senang.


Mereka berdua pun bersiap-siap karena hari sudah hampir malam, Steve menyuruh Jessy menggunakan jaket agar tidak merasakan kedinginan. Setelah itu mereka pergi keluar mencari salah satu restaurant cepat saji.

__ADS_1


***


Sesampainya mereka di tujuan, Steve menyuruh Jessy untuk menunggunya di mobil saja karena tidak baik udara malam bagi ibu hamil. Jessy pun menuruti perintah Steve dan menunggu suaminya itu didalam mobil.


Karena merasa bosan berada di dalam mobil, dirasanya Steve lama sekali disana akhirnya Jessy memutuskan untuk menyusul Steve. Ketika dirinya mencapai pintu restaurant cepat saji tersebut tiba-tiba seseorang menegur dirinya dari arah samping.


" Jessy !". Tegur seorang laki-laki.


Jessy pun menoleh kearah suara dan sedikit terkejut setelah mengetahui siapa yang menegur dirinya.


" Leon ". Ucapnya karena sudah lama Jessy tidak bertemu dengan Leon.


" Apa yang kau lakukan disini Jessy, dan bersama siapa? Sudah lama kita tidak bertemu ". Tanya Leon .


" Jessy datang bersamaku ". Sahut orang itu yang tak lain adalah Steve. Terlihat raut wajah Steve seperti tidak senang melihat Leon.


Leon dan Jessy sama-sama terkejut setelah tahu siapa yang menyela perkataan Jessy. Terlebih Leon, dia merasa heran kenapa Jessy bisa bersama laki-laki yang merupakan pimpinan perusahaan Coltarus itu.


" Tuan Steve !". Tutur Leon menundukan kepalanya memberi kesan sopan.


" Selamat malam Tuan Leon, senang bertemu denganmu tapi maaf kami harus pergi sekarang karena Jessy sedang hamil tidak bagus udara malam bagi dirinya, jadi kami pamit pulang duluan ". Terdengar suara Steve seperti penekanan bahwa Jessy sekarang adalah miliknya.


" Oh, maaf Tuan Steve, aku tidak tahu jika Jessy sekarang hamil, baiklah silahkan lanjutkan, aku akan masuk kedalam ". Balasnya tetap sopan walaupu. kenyataan dirinya terkejut mendengar Jessy sedang hamil. Hamil anak siapa tepatnya.


Steve merangkul Jessy lalu meninggalkan Leon yang masih berdiri disana setelah itu masuk kedalam melanjutkan kembali apa yang ingin dibelinya. Sedangkan Steve dan Jessy sudah masuk kedalam mobil.

__ADS_1


" Aku kan sudah katakan tunggu didalam mobil, kenapa kau malah keluar !". Serunya kesal lebih tepatnya kesal karena Jessy bertemu dengan Leon.


" Maaf, aku hanya bosan menunggumu yang lama sekali, jadi aku ingin menyusulmu kedalam sana ". Jawab Jessy pelan dan menundukkan kepalanya.


Steve pun jadi tidak tega memarahi Jessy dan menyerahkan sesuatu yabg dibawanya. " Ini makanlah aku beli 2 porsi khusus untukmu ". Steve menyodorkan kantong kertas kepada Jessy.


Jessy mengangkat kepalanya dan segera meraih kantong kertas itu, karena senang Jessy langsung membukanya dan memakan satu burger sesuai pesanannya Burger isi keju dengan double beef.


Steve tersenyum tipis melihat Jessy makan dengan lahap. Padahal hanya burger kenapa dia makan begitu lahap dan menggemaskan sekali. Gumamnya.


" Pelan-pelan makannya, aku tidak akan merebut makananmu Jessy ". Tegur Steve mengingatkan Jessy agar makan tidak terburu-buru.


" Ini enak sekali Steve, kau harus mencobanya .. ayo buka mulutmu ". Pinta Jessy memaksa Steve membuka mulut.


" Makanlah, aku tidak mau ". Tolak Steve menutup mulutnya.


" Kau ini selalu saja begitu, ini benaran enak .. ayolah buka mulutmu sekali saja ". Lanjutnya meminta kepada Steve agar membuka mulutnya.


" Cerewet sekali kau ini ". Gerutunya lalu membuka mulutnya menuruti kemauan Jessy.


Jessy tersenyum puas setelah Steve memakan burger miliknya. Dilihatnya Steve mengunyah burger tersebut denga raut wajah yang tidak jelas. " Bagaimana ? Enak bukan ! ". Tuturnya.


" Hmm .. lumayan ". Jawab Steve singkat.


Kemudian Steve menyalakan mobilnya dan setelah itu meninggalkan tempat tersebut. Sedangkan bagi Leon yang masih berada di restaurant cepat saji masih berpikir tentang kebenaran bahwa Jessy saat ini sedang hamil.

__ADS_1


__ADS_2