
Nona Jessy !. Batinnya melihat layar ponselnya. "Halo, Nona. Ada apa ?." Tanyanya dan tak lama kemudian kedua matanya terbelalak mendengar suara dalam ponsel tersebut.
Juan kembali melihat Steve dan saat bersamaan Steve juga melihat kearahnya. Merasa ada sesuatu, Steve dengan cepat mengakhiri persentasinya di depan dengan hormat.
Setelah itu, Steve segera turun menghampiri Juan. "Ada apa Juan ?." Begitu ia sampai di dekat Juan.
"Nona Jessy, Tuan." Ucapnya pelan.
"Kenapa dengan Jessy ?." Steve mengguncang tubuh Juan agar cepat memberitahunya.
"Nona Jessy ada di Rumah Sakit karena akan melahirkan, Tuan."
"Apa ! Aku harus kembali Sidney sekarang Juan. Kau disini saja menggantikan diriku. Kabari aku jika ada sesuatu." Perintahnya kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Ada sebagian orang-orang dalam ruangan itu melihat kepergian Steve secara mendadak. Mereka bertanya-tanya apa yang terjadi kepada dirinya.
Juan yang mengetahui situasi tersebut pun langsung naik keatas panggung untuk menjelaskan apa yang terjadi dan kenapa Steve meninggalkan ruangan tanpa pamitan.
***
Di Rumah Sakit, Dokter Milly datang memeriksa keadaan Jessy dan juga bayi dalam perutnya. Ada juga dua orang perawat yang ditugaskan untuk mengawasi Jessy dalam ruangan tersebut.
"Nona yakin untuk melahirkan secara normal ?." Sekali lagi Dokter Milly bertanya kepada pasiennya itu.
"Yakin, Dok. Aku ingin melahirkan secara normal." Jawab tegas Jessy kepada Dokter Milly.
"Baiklah. Sekarang sudah pembukaan 7 Nona. Rasa sakitnya akan bertambah dari yang sebelumnya. Nona harus kuat jika ingin melahirkan secara normal. Lebih baik Nona makan untuk menambah tenaga Nona." Saran Dokter Milly.
"Kalau sepert ini, aku jadi sulit makan Dokter. Tapi akan aku usahakan Tenang saja."
__ADS_1
Doker Milly tersenyum dan mengelus perut Jessy sebentar, kemudian wanita itu pun pamit keluar dari ruangan.
Memang rasa sakit yang dirasakan oleh Jessy sekarang sudah bertambah kali lipat. Sakit yang begitu luarbiasa dirasakan tapi ia menguatkan dirinya sendiri agar bisa melewati ini dan segera melahirkan.
"Steve sudah ada di Bandara, ia segera pulang begitu mendengar kau akan melahirkan, Nak." Tutur Brian yang baru masuk ke dalam ruangan.
"Bagaimana dengan Leo dan Olive, sayang." Seru Nancy yang sedang menggosok punggung menantunya itu.
"Mereka juga sudah dalam perjalanan kesini. Dan bagaimana keadaanmu, menantuku ?." Brian menghampiri Jessy yang sedang berbaring merasakan sentuhan lembut dari mama mertuanya.
"Jessy ba ...." Belum selesai Jessy berucap, kembali ia merasakan sakit lagi. Ia menahannya sambil menutup kedua matanya. Hanya terdengar suara erangan kecil yang dibuat Jessy untuk menahan sakitnya.
"Sakit sekali, Pa." Itu saja yang diucapkannya kepada Brian. Brian sebenarnya tidak tega melihat menantunya kesakitan seperti ini tapi ia tetap berusaha menguatkan Jessy dengan ucapan-ucapannya serta mencium puncak kepala Jessy dengan kasih sayang.
Jessy ingin membawa dirinya kembali berjalan-jalan agar pembukaan cepat sampai puncaknya. Dengan dibantu 2 orang perawat yang siaga di ruangannya, ia menuruni ranjang dengan hati-hati.
"Air apa ini ?." Tanya Jessy panik.
"Tenang Nona. Air ketuban Nona pecah, sebaiknya Nona baring saja di ranjang. Kami akan membersihkannya." Jawab salah satu perawat dengan tenang.
"Jangan khawatir, Nak. Ini adalah hal yg wajar bagi wanita yang akan melahirkan. Biar Mama mencarikan pakaianmu untuk berganti." Sambung Nancy kemudian menuju ke tempat diletakkannya sebuah tas besar yang berisi pakaian Jessy dan perlengkapan bayinya.
Jessy tidak bertanya-tanya lagi, ia hanya mengikuti arahan dan perawat yang mengurusnya dengan diam sambil menahan sakitnya lagi.
***
Alex dan Natalie yang sudah mendapat kabar bahwa adiknya akan melahirkan pun segera berkemas dan bergegas kembali pulang. Keduanya tidak mau menunda-nunda lagi kedatangan mereka, karena mereka kasihan terhadap Jessy.
Saat akan melahirkan seperti ini, suami serta orangtua kandung dan saudaranya tidak berada disisinya. Tapi mereka bersyukur karena masih ada mertua Jessy yang begitu baik dan penuh kasih sayang menemani Jessy.
__ADS_1
"Dua jam lagi kita akan sampai, Sayang." Ucap Alex yang mengajak ngobrol dengan Natalie.
"Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Jessy, Alex. Apa sekarang ia sudah melahirkan atau belum."
"Aku juga sama sepertimu, tidak sabar ingin bertemu dengannya terlebih bertemu dengan keponakanku." Sahut Alex lagi dengan tersenyum.
Alex pun kembali fokus mengemudi mobil yang dikendarai oleh mereka. Ia berharap cepat sampai di Rumah Sakit agar bisa secepatnya bertemu dengan adiknya itu.
***
Langkah kaki yang bergema di lorong Rumah Sakit karena suara hentakan yang diciptakan oleh sepatu Steve. Ya, pria itu baru saja tiba di Rumah Sakit dan langsung berlari cepat mencari ruangan Jessy.
Ia tidak sabar untuk melihat istrinya itu, dalam pikirannya semoga saja Jessy belum melahirkan sehingga ia bisa menemani Jessy saat melahirkan nanti.
Tiba-tiba pintu terbuka lebar, dengan tergesa-gesa Steve masuk ke dalam ruangan tersebut. Deru nafasnya masih turun naik akibat berlarian agar cepat sampai.
Sesampainya di dalam ruangan, ia melihat Jessy sedang menahan kesakitan karena rasa sakitnya beruntun tidak berhenti. Steve segera menghampiri Jessy di atas ranjang kemudian mencium kening istrinya itu.
"Sayang. Aku disini, berjuanglah untuk anak kita." Ucap Steve memberi semangat kepada Jessy.
Cairan bening mengalir dan membasahi pipinya, ia menangis karena senang akhirnya suaminya datang dan juga menahan rasa sakit yang bertubi-tubi itu. Setelah mendengar suara Steve hatinya lega dan ada rasa tenang tersendiri.
"Kau datang, Steve. Anak kita akan lahir, kami berdua menunggumu dari tadi." Ucapnya lirih kemudian raut wajahnya berubah karena kali ini yang ia rasakan seperti ingin buang air besar (BAB).
"Suster, perutku mules dan ingin buang air besar." Ia mengalihkan pandangannya kepada perawat di belakangnya.
"Nona, akan melahirkan. Cepat panggil Dokter Milly." Perintah perawat yang satu kepada yang lainnya.
Perawat yang tinggal membantu memperbaiki posisi Jessy yang tadi berbaring miring ke kanan. Kemudian ia menyuruh Jessy untuk mengambil posisi melahirkan dan tunggu aba-aba atau panduan darinya atau Dokter Milly nanti.
__ADS_1