Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Juan Cemburu ?


__ADS_3

Selang beberapa menit kemudian, pintu masuk pun terbuka lebar dan menampakkan Jessy yang sedang berjalan sambil mengobrol dengan Tuan Paul sesuai dengan yang direncanakan. Maksud mengajak Jessy mengobrol agar ia tidak fokus kedepan.


Dan saat itulah semuanya langsung berteriak kepada nya "Surprise" yang dibarengi suara tiupan terompet. Sontak Jessy kaget dan menghentikan langkahnya untuk melihat disekeliling ruangan itu.


Jessy kembali melanjutkan langkahnya dan melihat semua orang yang berada di tempat itu. Ia melihat semua keluarganya baik orangtuanya ataupun kedua mertuanya berada di tempat yang sama dengannya.


Terlebih dirinya antara binggung ataupun bahagia karena kenapa semua ini tiba-tiba memberinya sebuah kejutan.


Namun rasa penasarannya terbayarkan saat Steve sambil menggendong Nico buah cinta mereka, berdiri di depan dan mendekatkan mulutnya di pengeras suara.


"Selamat hari pernikahan kita, Sayang." Ucap Steve lembut dengan senyuman.


Jessy benar-benar terkejut, ternyata ini semua adalah kejutan untuk merayakan hari pernikahan dirinya dengan Steve. Bagaimana bisa dirinya begitu lupa akan hari yang bersejarah bagi hidupnya.


Ia mengatupkan kedua tangannya di dekat mulutnya sambil berjalan menuju ke tempat Steve dan Nico berdiri. Tanpa terasa airmatanya pun terjatuh karena terharu.


"Aku benar-benar lupa akan hari ini, Sayang. Maafkan aku." Tuturnya yang menyambut tangan Steve.


"Kau senang atas kejutan ini ?."


"Sangat. Aku sangat senang. Karena memikirkan banyak hal, aku sampai lupa hari ulangtahun pernikahan kita."


"Tidak apa. Malah menurutku bagus sekali kalau kau lupa. Agar rencana yang sudah disusun ini tidak gagal."


"Kau melakukan semuanya ?." Tanya Jessy kepada Steve yang tidak percaya.


"Kenapa ? Kau tidak percaya kepada suamimu ini ?." Balas Steve yang merangkul Jessy agar bisa di dekapnya. " Semuanya adalah ide ku. Tentu aku tidak bekerja sendiri, aku dibantu oleh mereka semua. Termasuk Tuan Paul." Lanjut Steve sambil tersenyum.


"Tuan Paul." Jessy mengerutkan dahinya dan melihat kearah Tuan Paul yang sedang berdiri berbaur dengan semua orang. Dan kebetulan juga Tuan Paul melihat kearah Jessy.

__ADS_1


Tuan Paul pun tersenyum dan membungkukkan badannya tanda permohonan maaf kepada boss nya itu.


"Kalian semua bekerja sama untuk melakukan ini ? Dan hanya aku yang tidak tahu ? Jadi, Lanny ..."


"Iya. Lanny juga turut andil dalam rencana ini. Bagaimana kau suka kejutan dariku ?." Pungkas Steve dengan bangga.


"Tentu saja aku menyukai kejutan ini. Semua yang kau lakukan untukku, aku sangat menyukainya, Sayang. Steve Anderson, kau adalah suamiku yang terbaik." Jessy memeluk tubuh Steve dengan erat.


Steve pun membalas pelukan dari istrinya itu, dan kebetulan Nico sudah diserahkan kepada Bibi Lusy untuk mengurusnya.


Kedua suami istri itu pun berciuman mesra dihadapan semua orang yang bertepuk tangan dan berteriak kepada mereka memberi ucapan selamat ulangtahun pernikahan mereka.


***


Pesta ulangtahun pernikahan Steve dan Jessy selesai tepat pukul 22.00 malam. Karena pesta tersebut disiapkan minuman anggur, mau tak mau siapa pun bagi mereka yang suka minum berakohol pun mencicipi anggur yang sudah disediakan pihak Resort.


Bahkan Lanny yang jarang minum anggur pun jadi ikutan bergabung dan menikmati beberapa gelas anggur. Lanny termasuk orang yang cepat sekali mabuk, untuk itu ia jarang ikutan pergi keluar bersama teman-temannya dalam pesta minuman keras.


Sudah empat gelas Lanny meneguk anggur dan karena itu pun membuat dirinya mabuk dan kepalanya pun sudah mulai pusing. Lanny masih bisa mengontrol dirinya sedikit dan lebih baik dirinya segera pergi dari perkumpulan tersebut.


Kepergiannya dilihat oleh Juan yang duduk berseberangan dengannya. Lirikan mata Juan tetap fokus kepada Lanny yang perlahan mulai menjauh dari tempat mereka berkumpul.


Juan menghela nafasnya dan segera berdiri dari tempat duduknya. Ketika ia ingin melangkahkan kakinya, Steve berbicara kepadanya.


"Kau mau kemana, Juan ? Anggurnya masih banyak, kau belum bisa pergi dari sini." Seru Steve kepada Juan.


"Aku ingin ke kamar mandi sebentar, tenang saja aku akan kembali." Alasan Juan yang berbohong kepada sahabat sekaligus atasannya itu.


"Oh. Pergilah dan jangan lama-lama."

__ADS_1


Juan menganggukkan kepalanya kemudian lanjut pergi meninggalkan orang-orang disitu. Sejujurnya, Juan kuatir jika terjadi sesuatu kepada Lanny karena wanita itu sudah mabuk untuk itu ia menyusul Lanny dengan cepat.


"Ah. Dasar wanita bodoh. Kalau tidak kuat minum kenapa memaksakan diri." Umpatnya kesal sambil berjalan mencari Lanny.


Beberapa menit kemudian, setelah mencari-cari Lanny di segala sudut. Dan langkah kakinya pun terhenti saat melihat Lanny mengobrol dengan seorang laki-laki. Laki-laki yang tak asing bagi Juan sebab sore tadi ia juga sempat melihat laki-laki tersebut mengobrol dengan Lanny.


***


Lanny yang jalannya sudah sempoyongan berusaha tetap mengendalikan dirinya agar bisa mencapai kamar yang disiapkan untuk dirinya. Walau kepalanya pusing, Lanny tetap berjalan dan sekali-kali ia berhenti untuk mengingat dimana letak kamarnya, namun sayangnya bukannya mendapatkan kamarnya malah dirinya seperti tersesat.


"Dimana kamar ku ? Sepertinya jalan koridor ini benar tapi kenapa aku tidak menemukan nomor kamar ku ?." Ucapnya yang melihat-lihat. "Sial. Gara-gara Jessy aku sampai mabuk seperti ini." Umpatnya lagi dan melanjutkan langkahnya mencari-cari kamarnya.


Tapi karena sudah tidak bisa menahan tubuhnya lagi, Lanny hampir terjatuh ke lantai, kalau saja tidak ditahan oleh seseorang yang menyelamatkan dirinya.


"Berhati-hatilah, Nona." Ucap suara laki-laki yang menahan tubuh Lanny.


"Oh. Terima kasih, Tuan." Balas Lanny yang tidak mengetahui jika yang menolongnya adalah Robert.


"Nona Lanny. Sepertinya kau mabuk. Perlu aku bantu ?."


Lanny memperhatikan wajah laki-laki yang menolongnya tersebut. Dan Ia ingat siapa orang itu.


"Kau. Kau Tuan Robert yang bertemu dengan ku tadi sore kan ? Ma-maaf aku tidak mengenali dirimu." Lanny berucap sambil tertawa kecil, kini seluruh kepalanya benar-benar berat dan pusing.


"Kau mau kemana, Nona. Biar aku antar. Keadaanmu diluar kendali sekarang." Robert berbicara sambil memperhatikan keadaan Lanny yang sudah mabuk berat.


"Aku...aku...ingin ke kamar ku." Lanny pun jatuh ke lantai karena sudah tidak tahan.


Dalam tidak sadar, Robert berusaha membangunkan Lanny namun usahanya gagal. Robert pun berinisiatif ingin menggendong Lanny tapi tertahan karena seorang laki-laki lain mencegah dirinya.

__ADS_1


"Maaf, Tuan. Biar aku saja yang membawanya. Terima kasih karena tidak berbuat macam-macam kepadanya." Ucap orang tersebut yang tak lain adalah Juan.


__ADS_2