
Lalu mereka berdua menelusuri tiap sudut tempat itu, bahkan Jessy tak henti-hentinya mengatakan tempat ini indah sekali sampai Steve pun dibuat bosan mendengarnya tapi tidak mengurangi rasa bahagianya karena melihat Jessy yang selalu tersenyum.
Walaupun keadaan Jessy lagi hamil dia tetap semangat mengeliling tempat tersebut, sampai tidak terasa langit berubah yang tadinya cerah menjadi mendung saat ini.
" Sepertinya akan turun hujan, sebaiknya kita ke villa sekarang ". Ujar Steve menatap langit yang mendung.
" Kenapa tiba-tiba saja langitnya mendung padahal tadi cerah sekali ". Gerutunya karena tidak rela untuk ke villa karena masih ingin menikmati pemandangan disana.
Mau tak mau J essy mengikuti langkah kaki Steve yang sudah berjalan didepannya sambil menarik tangannya.
***
Setibanya di villa mereka disambut oleh paman Lukas dan bibi Sarah yang bertugas menjaga villa tersebut. Mereka berdua merupakan sepasang suami istri yang dipekerjakan oleh keluarga Steve untuk merawat dan membersihkan villa tersebut. Mereka memiliki seorang putri bernama Eva berusia 20 tahun yang saat ini sudah selesai kuliah dan sekarang berada di villa juga.
" Tuan Steve dan Nona silahkan masuk ". Ajaknya setelah membuka pintu villa.
" Terima kasih paman Lukas ". Balas Steve dan segera masuk ke dalam villa tersebut. " Oh ya paman, ini Jessy istriku ". Lanjutnya memperkenalkan Jessy.
" Halo paman, aku Jessy ". Jessy mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan kepada laki-laki paruh baya tersebut.
__ADS_1
" Halo Nona Jessy ". Balas Lukas sopan kepada istri majikannya.
" Paman sepertinya akan turun hujan lebat, kami akan menginap disini malam ini ".
" Iya sebaiknya memang seperti itu, karena hujannya pasti lebat sekali. Beristirahatlah dulu dikamar Tuan ". Paman Lukas mempersilahkan Steve dan Jessy untuk naik keatas menuju kamar yang sudah disiapkan.
Jessy dan Steve pun naik keatas dengan diantar oleh paman Lukas. Sampai depan kamar paman Lukas pun pamit untuk menyusul istrinya di dapur.
" Jika butuh sesuatu panggil saja paman atau bibi dibawah ". Ucapnya tersenyum lalu jalan menuruni tangga.
Malam harinya ketika makan malam sudah siapkan oleh bibi Sarah dan juga Eva, paman Lukas meminta kepada Eva untuk memanggil majikan mereka dikamar atas, dan Eva pun segera menuju kamar yang dimaksud ayahnya tersebut.
Eva terperangah melihat laki-laki dihadapannya itu bahkan tidak mendengarkan saat Steve menanyakan dirinya.
" Nona ada apa ? ". Tanya Steve berulang kali dan yang terakhir Steve menepuk lengan Eva agar wanita itu sadar dari lamunannya.
Seketika Eva tersadar dari lamunannya yang bodoh itu. " Ma-maaf Tuan makan malam sudah siap ". Jawabnya terbata.
" Terima kasih ". Lalu Steve menutup pintu kamarnya tanpa bertanya-tanya lagi.
__ADS_1
Sedangkan Eva masih berdiri mematung di depan pintu tersebut. Laki-laki tadi tampan sekali, apa itu yang dimaksud ayah majikannya yang dari kota. Gumamnya lalu menuruni anak tangga menuju dapur kembali.
***
Setelah dipanggil oleh Eva untuk makan malam, Steve dan Jessy pun membersihkan dirinya mereka terlebih dahulu setelah itu menuju ruang makan. Perut Jessy sudah terasa lapar sekali apalagi sekarang dia makan bukan untuk dirinya saja tetapi juga untuk anak yang dikandungnya saat ini. Aroma lezat dari makanan yang suah disiapkan bibi Sarah membuat indera penciuman Jessy mengendus dan tidak sabar ingin segera memakannya.
" Tuan dan Nona selamat menikamati makan malam ". Ucap bibi Sarah setelah menaruh mangkuk berisi buah diatas meja.
" Terima kasih bibi, aroma masakan bibi lezat sekali pasti rasanya juga lebih lezat ". Puji Jessy melihat-lihat makanan dimeja makan.
" Sama-sama Nona, semoga Nona menyukai makanannya ". Bibi Sarah menjawab dengan tersenyum lalu kembali kedapur.
Jessy mengambil makanan terlebih dahulu untuk suaminya setelah itu mengambil untuk dirinya. Dan mereka berdua menikmati makan malam dengan tenang dan diselingi obrolan-obrolan kecil mereka. Semua makanan yang disediakan sangat cocok dilidah Jessy, dia menyukai makanan yang dimasak oleh bibi Sarah.
Sedangkan di dalam dapur, Eva memperhatikan Steve yang sedang makan bersama seorang wanita. Karena penasaran akhirnya dia pun bertanya kepada ayahnya yang lagi duduk sambil meminum kopinya.
" Ayah siapa wanita yang bersama Tuan Steve itu ?". Tanyanya yang menghampiri Lukas.
" Itu Nona Jessy, istrinya Tuan Steve ". Jawab Lukas tanpa menoleh kepada anaknya.
__ADS_1
Mendapat jawaban itu Eva membulatkan matanya karena laki-laki tampan yang dilihatnya diatas tadi ternyata sudah memiliki istri.