Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Minta Lebih


__ADS_3

*Se**tahun Kemudian* ...


Tubuh kecil yang sedang berlari kesana kemari di dalam rumah membuat kerusuhan dengan suara gelak tawanya yanh ciri khas itu. Sekarang usia Nico sudah 1 tahun, Nico tergolong anak yang cepat bisa berjalan, bahkan di usianya sekarang Nico suka berlari walaupun masih belum sempurna.


Keaktifan anak kecil itu begitu membuat orang-orang dirumah menggelengkan kepala terlebih bagi Jessy, sang mama.


Melihat pertumbuhan anaknya yang sekarang begitu aktif dan sering membuatnya kewalahan, tapi Jessy sangat menikmatinya. Ia bangga bisa melihat langsung bagaimana anak pertamanya itu tumbuh besar dibawah asuhan tangannya sendiri.


Sejak lahir sampai sekarang, Jessy yang mengurus Nico. Ia tidak mau menggunakan jasa baby sitter walaupun sudah dibujuk oleh Steve, suaminya itu.


Jessy tetap pada jawabannya kalau ia ingin merawat dan mengurus semua untuk anaknya. Rasa sayangnya semakin hari semakin penuh kepada putranya itu apalagi sejak Nico mulai belajar bicara.


Kata pertama yang diucapkan oleh Nico adalah kata "Mama". Jessy begitu bahagia saat mendengar anaknya mengucapkan kata tersebut dengan gayanya yang lucu.


"Nico. Anak mama yang pintar."Jessy memeluk anaknya dengn hangat.


Wajah Nico jadi sasaran empuk Jessy, karena wanita itu menghujani wajah putranya dengan banyak ciuman. "Kenapa kau sangat menggemaskan sekali, Nico." Ucapnya lagi.


Sementara itu, Steve baru pulang kerja dan melihat anak dan istrinya sedang bermain. Ada kehangatan dan ketenangan bagi diriny sendiri saat melihat itu.

__ADS_1


Rasa lelahnya hilang ketika melihat senyuman bahagia dari orang-orang yang dicintai itu. Ia pun menghampiri anak dan istrinya.


"Kalian bermain tidak mengajak papa ya ?." Serunya yang sudah dekat dengan Jessy dan Nico.


Nico yang melihat papanya datang pun berdiri dan berjalan mengarah papanya. Kedua tangannya diangkat ingin minta di gendong oleh pria itu. Dengan senang hati Steve meraih tubuh anaknya dan menggendongnya serta mencium pipi gembul sang anak.


"Kapan kau datang ?." Maaf, aku tidak tahu kalau kau sudah datang, Steve." Jessy menghampiri kedua laki-laki yang berharga di hidupnya itu.


"Tidak apa-apa, Jessy. Aku baru saja datang."


"Baiklah, aku akan menyiapkan air mandi untukmu." Jessy pergi dan menaiki anak tangga menuju kamar mereka diatas.


Steve kaget dan menatap putranya itu." Kau bilang apa barusan, Nak ? Coba sekali lagi, papa mau dengar apa yang Nico bicarakan."


Nico melihat wajah papanya dan tersenyum menggemaskan bagi siapa saja yang melihat anak itu."Pa-pa-pa-pa. Um". Seperti mengerti Nico pun menuruti ucapan papanya.


"Anak hebat papa." Karena senangnya Steve mengangkat tubuh mungil namun berat itu ke atas. Nico pun tertawa senang karena diperlakukan oleh papanya seperti itu.


***

__ADS_1


Di dalam kamar, Jessy sudah selesai menyiapkan air mandi untuk Steve. Dan ketika ia ingin memanggil suaminya itu, ia terkejut karena Steve sudah dibelakangnya dan memeluk tubuhnya dengan erat.


"Steve. Kau mengejutkanku." Serunya yang kemudian memukul tangan Steve.


"Maaf. Biarkan aku memelukmu sebentar saja. Karena kesibukanmu mengurus Nico, kau sekarang tidak ada waktu untukku." Tutur Steve yang mencium pundak Jessy.


Jessy tersenyum lalu membalikkan tubuhnya agar bisa melihat wajah suaminya. "Kau cemburu dengan anakmu sendiri ?." Tanya sambil mencubit hidung Steve.


"Tidak juga. Hanya saja, kau jadi jarang mengurusku."


"Mengurusmu ! Jadi selama ini aku tidak ada mengurusmu, Steve ?."Jessy menyipitkan kedua matanya.


"Maksud ku, mengurus yang lain." Arah mata Steve melihat kebawah dan tangannya mulai meraba-raba tubuh istrinya itu. "Aku mau lebih, Sayang." Lanjutnya lalu ******* bibir tipis Jessy.


Jessy tidak menolak karena memang benar perkataan Steve. Sejak kehadiran anak mereka, Jessy jarang melayani suaminya itu secara intim. Jadi wajar saja jika Steve menagih dirinya untuk dilayani.


Keduanya pun tenggelam dalam kehangatan cinta mereka, namun tiba-tiba Jessy teringat kepada Nico dan menghentikan ciuman mereka.


"Steve. Nico bersama dengan siapa ?." Tanya yang melepaskan ciumannya.

__ADS_1


"Tenang saja. Nico sudah aku serahkan kepada Bibi Lusy untuk menjaganya dan menemaninya dibawah." Jawab santai Steve lalu kemudian melanjutkan aksinya yang sempat terhenti.


__ADS_2